Menag: Suatu Keberuntungan Tahun Ini Perayaan Lebaran Sama

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan, keputusan tersebut adalah berkah bagi Indonesia di mana tak ada perbedaan perayaan lebaran.

oleh Delvira Hutabarat Diperbarui 29 Mar 2025, 19:34 WIB
Diterbitkan 29 Mar 2025, 19:34 WIB
Kementerian Agama (Kemenag) melakukan sidang isbat.
Kementerian Agama (Kemenag) melakukan sidang isbat.(Delvira Hutabarat).... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1446 Hijriah di Indonesia jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan, keputusan tersebut adalah berkah bagi Indonesia di mana tak ada perbedaan perayaan lebaran.

“Kita berharap dengan sidang isbat ini seluruh rakyat Indonesia dapat merayakan idul fitri dengan suka cita, alhamdulillah, suatu keberuntungan bagi kita tahun ini kita satu ramadan sama dan lebaran sama. Mudah-mudahan keputusan ini menjadi sarana untuk umat islam Indonesia untuk mejaga toleransi dan kebersamaan,” kata Nasaruddin usai sidang Isbat, Sabtu (29/3/2025).

Nasaruddin menyebut malam ini umat islam Indonesia masih menjalankan salat tarawih. “Disempurnakan jadi 30 hari puasa kita, untuk malam ini seluruh Indonesia masih tetap melakukan tarawih,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sidang isbat penentuan awal Syawal 1446 Hijriah yang dipimpin langsung Menteri Agama Nasaruddin Umar pada Sabtu, 29 Maret 2025.

“Disepakati bahwa 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada hari Senin, tanggal 31 Maret 2025 Masehi,” kata Nasaruddin usai sidang isbat, Sabtu (29/3/2025).

Sebelumnya, penetapan Idul Fitri 2025 atau 1 Syawal 1446 H diperkirakan akan seragam jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025.

Promosi 1

Muhammadiyah Tetapkan Lebaran pada 31 Maret 2025

Muhammadiyah telah menetapkan tanggal tersebut lebih awal dengan menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, sementara NU dan pemerintah masih menunggu hasil pemantauan hilal yang akan diumumkan dalam sidang isbat. Keseragaman penetapan ini menjadi perhatian karena selama beberapa tahun terakhir, sering terjadi perbedaan dalam penetapan di kalangan masyarakat. 

Menurut Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, sidang isbat akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 Maret 2025, dan akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Sidang tersebut dijadwalkan dimulai pada sore hari, tepatnya pukul 16.30 WIB, yang diawali dengan seminar mengenai posisi hilal, kemudian dilanjutkan dengan sidang isbat.

Sidang isbat penentuan 1 Syawal 1446 Hijriah akan dilaksanakan pada Sabtu, 29 Maret 2025, bertempat di Auditorium HM. Rasjidi, Kantor Pusat Kemenag, Jakarta Pusat. Proses sidang dimulai sejak sore hari dengan beberapa tahapan yang telah disusun Kementerian Agama agar pelaksanaannya berjalan sistematis dan terkoordinasi dengan baik.

Rangkaian acara diawali pukul 16.30 WIB dengan seminar posisi hilal. Seminar ini merupakan diskusi teknis dengan para pakar astronomi dan ahli hisab yang memaparkan posisi hilal berdasarkan data hisab astronomi. Setelah itu, menjelang Magrib, peserta sidang melakukan buka puasa bersama dan shalat berjamaah.

Tahap inti sidang isbat dimulai pada pukul 18.30 WIB secara tertutup, dan akan ditutup dengan konferensi pers sekitar pukul 19.00 WIB oleh Menteri Agama. Pengumuman tersebut merupakan keputusan resmi pemerintah yang menjadi acuan umat Islam di Indonesia dalam menetapkan tanggal Idul Fitri tahun ini.

Metode Hisab dan Rukyat Jadi Dasar Penetapan

Proses sidang isbat mengintegrasikan dua metode utama dalam menentukan awal bulan Hijriah, yaitu hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Sesuai dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2024, penetapan awal Syawal dilakukan oleh pemerintah dengan menggabungkan kedua metode tersebut.

Menurut perhitungan hisab, ijtimak atau konjungsi akan terjadi pada Sabtu, 29 Maret 2025, pukul 17.57 WIB. Namun, diperkirakan posisi hilal masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam, sehingga kemungkinan besar hilal tidak dapat terlihat secara langsung di wilayah Indonesia. \

Pemantauan hilal akan dilakukan secara serentak di 33 titik lokasi rukyat di seluruh provinsi, kecuali Bali yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Hasil dari rukyat ini akan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam sidang isbat untuk menentukan apakah hari berikutnya sudah masuk 1 Syawal atau belum.

Infografis Aturan Berkendara Saat Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025.
Infografis Aturan Berkendara Saat Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya