Liputan6.com, Jakarta Kunjungan wisata alam pendakian di kawasan Gunung Rinjani mulai dibuka kembali pada 3 April 2025 setelah sebelumnya di tutup di awal 2025. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Kehutanan (Menhut) ) Raja Juli Antoni melalui akun media sosialnya.
"Saya ingin memberikan kabar gembira bahwa pda tanggal 3 April, para pecinta alam, para pendaki gunung dapat kembali menikmati keindahan Gunung Rinjani," kata dia dalam akun Instagramnya, Kamis 3 April 2025.
Baca Juga
Dalam kesempatan itu, Raja Juli Antoni menyebut alasan penutupan Rinjani dari awal tahun 2025 dilakukan berdasarkan peringatanan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta adanya pemulihan ekosistem di kawasan Gunung Rinjani.
Advertisement
"Setelah 3 bulan ada peringatan dari BMKG, tidak dapat naik, dan juga proses pemulihan ekosistem, maka sekali lagi pada tanggal 3 April para pecinta alam, para pendaki gunung dapat kembali menikmati keindahan Gunung Rinjani," ujarnya.
Politikus PSI ini mengingatkan para pendaki untuk terus mematuhi SOP pendakian dan mengikuti aturan dari Taman Nasional Gunung Rinjani. Dia juga mengingatkan agar tidak berkompromi dengan keamanan dan keselamatan.
"Mohon tetap tidak berkompromi terhadap keamanan dan keselamatan, ikuti terus perintah, aturan dari kawan-kawan kami di Taman Nasional Gunung Rinjani," tutur Raja Juli.
Tetap Jaga Lingkungan
Tak hanya itu, Raja Juli mengimbau para pendaki agar tidak membuang sampah sembarangan.
Menurut dia, hal ini bertujuan agar seluruh pihak ikut menjaga keindahan alam Rinjani.
"Terakhir jangan lupa untuk membuang sampah pada tempatnya, jangan sampai Gunung Rinjani kita yang indah justru nanti terkenal karena gunungan sampah, akibat para pendaki nakal yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Sekali lagi selamat mendaki Gunung Rinjani," kata Raja Juli.
Sebelumnya, Kepala Balai TNGR NTB Yarman di Mataram, Senin (24/3/2025) mengatakan, pembukaan itu dengan memperhatikan pulihnya ekosistem dan mempertimbangkan informasi prakiraan kondisi cuaca dari BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid Lombok yang telah memungkinkan untuk dilakukannya aktivitas pendakian.
"Terhitung 3 April 2025 kunjungan wisata alam pendakian di Taman Nasional Gunung Rinjani resmi dibuka," katanya.
Advertisement
Enam Destinasi Jalur
Yarman mengatakan, wisata alam pendakian yang dibuka tersebut di enam destinasi jalur pendakian yakni destinasi wisata pendakian jalur Senaru, Resort Senaru SPTN Wilayah I TNGR, dan destinasi wisata pendakian jalur Torean, Resort Torean SPTN Wilayah I TNGR.
Kemudian destinasi wisata pendakian jalur Aikberik, Resort Aikberik SPTN Wilayah I TNGR, destinasi wisata pendakian jalur Sembalun, Resort Sembalun SPTN Wilayah II TNGR dan destinasi wisata pendakian jalur Timbanuh, Resort Timbanuh SPTN Wilayah II TNGR.
Serta destinasi wisata pendakian Gunung Rinjani jalur Tetebatu, Resort Tetebatu SPTN Wilayah II TNGR.
Sementara itu, untuk jumlah kuota kunjungan wisata alam pendakian TN Gunung Rinjani diberlakukan sebesar 100 persen dari kuota kunjungan normal dengan durasi pendakian maksimal destinasi selama 4 hari 3 malam.
"Pemesanan tiket masuk kawasan dapat dilakukan pada aplikasi eRinjani mulai hari Selasa tanggal 25 Maret 2025," katanya.
Ia berharap kepada pencinta alam atau wisatawan yang melakukan kunjungan untuk tetap menjadi pendaki cerdas, yang peduli terhadap sampah dan lingkungan.
"Mari sukseskan program Go Rinjani Zero Waste 2025 demi Rinjani tetap terjaga keindahannya," katanya.
Reporter: Genantan Saputra/Merdeka.com
