Indonesia dan Rusia Sepakat Perkuat Kerja Sama Budaya, Siap Garap Film dan Terjemahkan Karya Klasik

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dan Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha Djumaryo, bertemu dengan Menteri Kebudayaan Federasi Rusia, Olga Lyubimova, untuk membahas upaya memperkuat hubungan budaya kedua negara.

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia, kedua negara berkomitmen untuk mempererat hubungan budaya. Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dan Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha Djumaryo, dengan Menteri Kebudayaan Federasi Rusia, Olga Lyubimova, di Jakarta.

Pertemuan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan setelah Menteri Kebudayaan Federasi Rusia menghadiri Pertemuan ke-13 Joint Commission on Trade, Economic, and Technical Cooperation.

"Saya sangat mengapresiasi perayaan 75 tahun hubungan diplomatik antara Rusia dan Indonesia. Ini merupakan tonggak penting dalam sejarah, dan sejak tahun 1950, Indonesia dan Rusia telah bekerja sama secara terus-menerus untuk memperkuat hubungan antarnegara," ungkap Menbud Fadli Zondalam keterangan persnya.

Ia menegaskan bahwa Indonesia dan Rusia memiliki semangat yang sama tentang pentingnya dialog antarbudaya sebagai elemen mendasar dalam membangun masyarakat yang damai, inklusif, dan adil.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas upaya mempercepat penyusunan nota kesepahaman di bidang kebudayaan yang akan menjadi fondasi kerja sama budaya Indonesia-Rusia.

"Dalam semangat kerja sama budaya yang telah terjalin sejak ditandatanganinya perjanjian kerja sama budaya pada tahun 1998, Nota Kesepahaman ini diharapkan menjadi kerangka kerja yang kuat untuk memajukan pertukaran budaya dan hubungan antarmasyarakat," tambah Fadli.

Fadli Zon juga menyampaikan sejumlah inisiatif kolaborasi yang akan dikembangkan, seperti produksi film dokumenter bersama berbasis arsip dari era 1960-an, pengembangan museum dan perpustakaan, serta memfasilitasi keterlibatan institusi dalam penelitian dan pengarsipan.

"Saya percaya bahwa proyek semacam itu tidak hanya akan melestarikan narasi sejarah, tetapi juga memperkaya pemahaman budaya antarbangsa kita," ujarnya.

 

 

2 dari 2 halaman

Studi Manuskrip dan Pelestarian Arsip

Dalam upaya memperkuat hubungan budaya, Indonesia juga berencana memfasilitasi keterlibatan kelembagaan antara perpustakaan nasional masing-masing, dengan penekanan khusus pada studi manuskrip dan pelestarian arsip. Menbud Fadli Zon juga mengusulkan penerjemahan buku terbitan Rusia tahun 1925 tentang pahlawan nasional Indonesia Tan Malaka ke dalam Bahasa Indonesia.

"Saya ingin mengusulkan penerjemahan buku terbitan Rusia tahun 1925 tentang pahlawan nasional Indonesia Tan Malaka ke dalam Bahasa Indonesia," ungkapnya.

Untuk itu, Fadli Zon meminta dukungan Federasi Rusia untuk melakukan kerja sama dalam pengembangan sastra, termasuk inisiatif penerjemahan bersama untuk karya-karya klasik dan karya-karya yang dikurasi.

Sebagai tanda apresiasi atas upaya Federasi Rusia untuk memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Rusia, Fadli Zon menyampaikan."Dalam kesempatan ini saya menyampaikan penghargaan atas dedikasi Yang Mulia untuk memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Rusia, dan diskusi hari ini memberi kita banyak ide dan ingin menerjemahkannya menjadi hasil yang bermakna,".

EnamPlus