Masyarakat Palestina Rela Disengat Lebah Demi Sembuhkan Penyakit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1201372/original/061330100_1460518228-20160411-Terapi-lebah-di-Palestina-Reuters-1.jpg)
20160411-Masyarakat Palestina Rela Disengat Lebah Demi Sembuhkan Penyakit-Gaza
Gadis Palestina, Alya Al-Ghafari, yang menderita cerebral palsy menerima terapi sengatan lebah di klinik Rateb Samour, Kota Gaza, 11 April 2016. Samour mengobati 250 pasien sehari, dengan keluhan dari rambut rontok hingga kanker (REUTERS/Suhaib Salem)
Foto 1 dari 6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1201372/original/061330100_1460518228-20160411-Terapi-lebah-di-Palestina-Reuters-1.jpg)
20160411-Masyarakat Palestina Rela Disengat Lebah Demi Sembuhkan Penyakit-Gaza
Gadis Palestina, Alya Al-Ghafari, yang menderita cerebral palsy menerima terapi sengatan lebah di klinik Rateb Samour, Kota Gaza, 11 April 2016. Samour mengobati 250 pasien sehari, dengan keluhan dari rambut rontok hingga kanker (REUTERS/Suhaib Salem)
Foto 2 dari 6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1201402/original/041662700_1460519031-20160411-Terapi-lebah-di-Palestina-Reuters-2.jpg)
20160411-Masyarakat Palestina Rela Disengat Lebah Demi Sembuhkan Penyakit-Gaza
Pria Palestina, yang menderita masalah saraf di leher dan punggung, menerima terapi sengatan lebah di klinik Rateb Samour, Kota Gaza, 11 April 2016. Samour mengobati 250 pasien sehari, dengan keluhan dari rambut rontok hingga kanker (REUTERS/Suhaib Salem)
Foto 3 dari 6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1201403/original/041806800_1460519031-20160411-Terapi-lebah-di-Palestina-Reuters-3.jpg)
20160411-Masyarakat Palestina Rela Disengat Lebah Demi Sembuhkan Penyakit-Gaza
Rateb Samour (kiri) berbincang dengan pasiennya di klinik miliknya di Kota Gaza, 11 April 2016. Samour yang merupakan insinyur pertanian Palestina itu mewarisi keterampilan terapi sengatan lebah dari ayahnya (REUTERS/Suhaib Salem)
Foto 4 dari 6
Berita Terkait
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1201404/original/042082800_1460519031-20160411-Terapi-lebah-di-Palestina-Reuters-4.jpg)
20160411-Masyarakat Palestina Rela Disengat Lebah Demi Sembuhkan Penyakit-Gaza
Pasien pria Palestina yang menderita sakit bahu, menerima terapi sengatan lebah di klinik Rateb Samour, Kota Gaza, 11 April 2016. Samour mengobati 250 pasien sehari, dengan keluhan dari rambut rontok, cerebral palsy hingga kanker (REUTERS/Suhaib Salem)
Foto 5 dari 6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1201408/original/070443900_1460519343-20160411-Terapi-lebah-di-Palestina-Reuters-5.jpg)
20160411-Masyarakat Palestina Rela Disengat Lebah Demi Sembuhkan Penyakit-Gaza
Ekspresi Alya Al-Ghafari, yang menderita cerebral palsy ketika menerima terapi sengatan lebah di klinik Rateb Samour, Kota Gaza, 11 April 2016. Samour mengobati 250 pasien sehari, dengan keluhan dari rambut rontok hingga kanker (REUTERS/Suhaib Salem)
Foto 6 dari 6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1201409/original/070634800_1460519343-20160411-Terapi-lebah-di-Palestina-Reuters-6.jpg)
20160411-Masyarakat Palestina Rela Disengat Lebah Demi Sembuhkan Penyakit-Gaza
Seorang anak Palestina yang menderita alopecia areata menunggu untuk menerima terapi sengatan lebah di klinik Rateb Samour, Kota Gaza, 11 April 2016. Samour mengobati 250 pasien sehari dengan keluhan dari rambut rontok hingga kanker (REUTERS/Suhaib Salem)
Video Pilihan Hari Ini
Produksi Liputan6.com
powered by
More News
Tag Terkait