Foto 1 dari 11
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2989274/original/024800100_1575696593-20191207-Badut-Syiar-1.jpg)
Badut Syiar
Yahya (38 tahun) begitu ia disapa. Sepuluh tahun sudah dijalaninya sebagai Badut Syiar atau disebut kawannya yang sama-sama mengajar di panti asuhan dengan panggilan Badut Syariah. Di lingkungannya Sudimara Pinang, Tangerang, Yahya merupakan sosok yang sudah tak asing lagi. (merdeka.com/Arie Basuki)
Foto 2 dari 11
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2989275/original/003812200_1575696594-20191207-Badut-Syiar-2.jpg)
Badut Syiar
Semula, Yahya (38 tahun) hanya guru mengaji biasa pada Panti Asuhan Darussalam An'nur, kawasan Sudimara Pinang, Kota Tangerang, Banten. Setiap mengajar ia selalu mengenakan pakaian ala badut dengan riasan wajah, hidung merah membesar serta peci putih menghiasi kepalanya. (merdeka.com/Arie Basuki)
Foto 3 dari 11
Foto 4 dari 11
Berita Terkait
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2989277/original/051690100_1575696595-20191207-Badut-Syiar-4.jpg)
Badut Syiar
Yahya mengaku sempat ada kebimbangan dalam dirinya apakah ia tetap menjadi badut atau guru mengaji. Sampai akhirnya seorang ustad senior memberikan memberikan solusi dengan perumpamaan kisah Abunawas yang kerap melucu tapi tetap berdakwah, menjadi seorang Badut Syiar. (merdeka.com/Arie Basuki)
Foto 5 dari 11
Foto 6 dari 11
Foto 7 dari 11
Foto 8 dari 11
Foto 9 dari 11
Foto 10 dari 11
Foto 11 dari 11
Video Pilihan Hari Ini
Produksi Liputan6.com
powered by
More News
Tag Terkait