FOTO: Perahu Eretan Bertahan di Tepi Zaman

oleh Arnaz Sofian, diperbarui 23 Jun 2022, 14:19 WIB
Diterbitkan 20 Jan 2021, 20:30 WIB
FOTO: Perahu Eretan Bertahan di Tepi Zaman
Sejak pandemi COVID-19, pendapatan perahu eretan di Rawa Badak menurun akibat anak sekolah menerapkan pembelajaran dari rumah.
Foto 1 dari 9
FOTO: Perahu Eretan Bertahan di Tepi Zaman
Lalu-lalang perahu eretan saat menyeberangkan warga di Kali Sunter, Rawa Badak, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Hendi (40), salah satu penarik perahu eretan di Rawa Badak mengaku jasa transportasi alternatif ini masih diminati warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Foto 2 dari 9
FOTO: Perahu Eretan Bertahan di Tepi Zaman
Perahu eretan bersiap menyeberangkan warga di Kali Sunter, Rawa Badak, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Jasa perahu eretan di Rawa Badak mulai beroperasi sejak subuh hingga sore hari. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Foto 3 dari 9
FOTO: Perahu Eretan Bertahan di Tepi Zaman
Warga bersiap menaiki perahu eretan untuk menyeberang di Kali Sunter, Rawa Badak, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Kebanyakan penumpang adalah pedagang, pengunjung pasar, dan anak sekolah. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Foto 4 dari 9
FOTO: Perahu Eretan Bertahan di Tepi Zaman
Warga menaiki perahu eretan saat menyeberangi Kali Sunter, Rawa Badak, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Penumpang dikenai tarif Rp 1.000-2.000 sekali jalan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Foto 5 dari 9
FOTO: Perahu Eretan Bertahan di Tepi Zaman
Lalu-lalang perahu eretan saat menyeberangkan warga di Kali Sunter, Rawa Badak, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Terkadang, beberapa penumpang memberi uang lebih untuk tarif. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Foto 6 dari 9
FOTO: Perahu Eretan Bertahan di Tepi Zaman
Warga menaiki perahu eretan saat menyeberangi Kali Sunter, Rawa Badak, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Sejak pandemi COVID-19, pendapatan Hendi dan penarik perahu eretan lainnya menurun akibat anak sekolah menerapkan pembelajaran dari rumah. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Foto 7 dari 9
FOTO: Perahu Eretan Bertahan di Tepi Zaman
Alat katrol dan tambang besi yang menjadi mesin utama perahu eretan di Kali Sunter, Rawa Badak, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Dalam sehari, Hendi dapat meraup penghasilan Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu, tergantung sepi dan ramainya penumpang. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Foto 8 dari 9
FOTO: Perahu Eretan Bertahan di Tepi Zaman
Hendi (40) saat menerima uang dari salah satu penumpang perahu eretan di Kali Sunter, Rawa Badak, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Jasa perahu eretan di Rawa Badak sudah ada sejak tahun 80-an dengan kondisi kali yang masih lebar. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Foto 9 dari 9
FOTO: Perahu Eretan Bertahan di Tepi Zaman
Refleksi pada cermin memperlihatkan Hendi (40) saat sedang menarik perahu eretan di Kali Sunter, Rawa Badak, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Kini, hanya tersisa lima perahu eretan di Rawa Badak akibat banyaknya jembatan yang dibangun. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)