HEADLINE HARI INI
Foto 1 dari 10
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4023167/original/071595900_1652605185-20220515-Penambang-Pasir-Tradisional-di-Sungai-Klawing-IQBAL-5.jpg)
Penambang Pasir Tradisional di Sungai Klawing
Aktivitas penambang saat bongkar muat pasir dari perahu di Sungai Klawing, Desa Toyarejo, Purbalingga, Jawa Tengah, Minggu (15/5/2022). Aktivitas penambang pasir di Sungai Klawing sudah ada sejak puluhan tahun lalu dengan menggunakan perahu dan dikerjakaan masih secara tradisional. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Foto 2 dari 10
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4023168/original/059600200_1652605186-20220515-Penambang-Pasir-Tradisional-di-Sungai-Klawing-IQBAL-1.jpg)
Penambang Pasir Tradisional di Sungai Klawing
Aktivitas penambang saat bongkar muat pasir dari perahu di Sungai Klawing, Desa Toyarejo, Purbalingga, Jawa Tengah, Minggu (15/5/2022). Sehudin (62) salah satu penambang mengungkapkan para pekerja mampu menggali pasir dan memuat 10 hingga 50 truk dalam sehari. Tiap satu perahu mampu mengangkut 1 meter kubik dengan harga upah Rp110.000. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Foto 3 dari 10
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4023177/original/021633600_1652605384-20220515-Penambang-Pasir-Tradisional-di-Sungai-Klawing-IQBAL-3.jpg)
Penambang Pasir Tradisional di Sungai Klawing
Aktivitas penambang saat bongkar muat pasir dari perahu di Sungai Klawing, Desa Toyarejo, Purbalingga, Jawa Tengah, Minggu (15/5/2022). Aktivitas penambang pasir di Sungai Klawing sudah ada sejak puluhan tahun lalu dengan menggunakan perahu dan dikerjakaan masih secara tradisional. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Foto 4 dari 10
Berita Terkait
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4023178/original/013831800_1652605385-20220515-Penambang-Pasir-Tradisional-di-Sungai-Klawing-IQBAL-2.jpg)
Penambang Pasir Tradisional di Sungai Klawing
Perahu yang digunakan para penambang pasir di Sungai Klawing, Desa Toyarejo, Purbalingga, Jawa Tengah, Minggu (15/5/2022). Sehudin (62) salah satu penambang mengungkapkan para pekerja mampu menggali pasir dan memuat 10 hingga 50 truk dalam sehari. Tiap satu perahu mampu mengangkut 1 meter kubik dengan harga upah Rp110.000. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Foto 5 dari 10
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4023179/original/021188300_1652605386-20220515-Penambang-Pasir-Tradisional-di-Sungai-Klawing-IQBAL-4.jpg)
Penambang Pasir Tradisional di Sungai Klawing
Aktivitas penambang saat bongkar muat pasir dari perahu di Sungai Klawing, Desa Toyarejo, Purbalingga, Jawa Tengah, Minggu (15/5/2022). Aktivitas penambang pasir di Sungai Klawing sudah ada sejak puluhan tahun lalu dengan menggunakan perahu dan dikerjakaan masih secara tradisional. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Foto 6 dari 10
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4023180/original/045613700_1652605387-20220515-Penambang-Pasir-Tradisional-di-Sungai-Klawing-IQBAL-6.jpg)
Penambang Pasir Tradisional di Sungai Klawing
Aktivitas penambang saat bongkar muat pasir dari perahu di Sungai Klawing, Desa Toyarejo, Purbalingga, Jawa Tengah, Minggu (15/5/2022). Sehudin (62) salah satu penambang mengungkapkan para pekerja mampu menggali pasir dan memuat 10 hingga 50 truk dalam sehari. Tiap satu perahu mampu mengangkut 1 meter kubik dengan harga upah Rp110.000. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Foto 7 dari 10
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4023181/original/063313100_1652605540-20220515-Penambang-Pasir-Tradisional-di-Sungai-Klawing-IQBAL-7.jpg)
Penambang Pasir Tradisional di Sungai Klawing
Pekerja menambang pasir secara tradisional di Sungai Klawing, Desa Toyarejo, Purbalingga, Jawa Tengah, Minggu (15/5/2022). Aktivitas penambang pasir di Sungai Klawing sudah ada sejak puluhan tahun lalu dengan menggunakan perahu dan dikerjakaan masih secara tradisional. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Foto 8 dari 10
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4023182/original/047766200_1652605541-20220515-Penambang-Pasir-Tradisional-di-Sungai-Klawing-IQBAL-8.jpg)
Penambang Pasir Tradisional di Sungai Klawing
Seorang penambang memperlihatkan pasir yang ditambangnya di Sungai Klawing, Desa Toyarejo, Purbalingga, Jawa Tengah, Minggu (15/5/2022). Sehudin (62) salah satu penambang mengungkapkan para pekerja mampu menggali pasir dan memuat 10 hingga 50 truk dalam sehari. Tiap satu perahu mampu mengangkut 1 meter kubik dengan harga upah Rp110.000. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Foto 9 dari 10
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4023183/original/051802100_1652605542-20220515-Penambang-Pasir-Tradisional-di-Sungai-Klawing-IQBAL-9.jpg)
Penambang Pasir Tradisional di Sungai Klawing
Sebuah sekop dan ember yang digunakan para penambang pasir tradisional di Sungai Klawing, Desa Toyarejo, Purbalingga, Jawa Tengah, Minggu (15/5/2022). Aktivitas penambang pasir di Sungai Klawing sudah ada sejak puluhan tahun lalu dengan menggunakan perahu dan dikerjakaan masih secara tradisional. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Foto 10 dari 10
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4023184/original/051888400_1652605543-20220515-Penambang-Pasir-Tradisional-di-Sungai-Klawing-IQBAL-10.jpg)
Penambang Pasir Tradisional di Sungai Klawing
Pekerja menambang pasir secara tradisional di Sungai Klawing, Desa Toyarejo, Purbalingga, Jawa Tengah, Minggu (15/5/2022). Sehudin (62) salah satu penambang mengungkapkan para pekerja mampu menggali pasir dan memuat 10 hingga 50 truk dalam sehari. Tiap satu perahu mampu mengangkut 1 meter kubik dengan harga upah Rp110.000. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Video Pilihan Hari Ini
Produksi Liputan6.com
powered by
More News
-
Berita Foto Arus Mudik Lebaran 2025, Ribuan Kendaraan Pemudik Padati Pelabuhan Merak Banten
-
Berita Foto Berakhir Ricuh, Unjuk Rasa Tolak RUU TNI di Depan Gedung DPR
-
Berita Foto Aktivitas Pemudik Jelang Menyeberang ke Sumatera Lewat Pelabuhan Ciwandan Banten
-
Berita Foto H-4 Lebaran 2025, Pemudik Motor Padati Pelabuhan Ciwandan Banten
Tag Terkait