Dilatih Usaha Barbershop, Pemuda di Pedalaman Kalimantan Diajak Buka Usaha

Sebanyak 10 pemuda dari Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Barito Utara dilatih potong rambut agar bisa buka usaha barbershop di desa masing-masing.

oleh Abdul Jalil Diperbarui 28 Jan 2025, 02:26 WIB
Diterbitkan 28 Jan 2025, 02:26 WIB
Pelatihan Barbershop
Para pemuda dari dua kabupaten pedalaman Pulau Kalimantan dilatih buka usaha potong rambut. PT Bharinto Ekatatama berharap para pemuda yang tinggal di lingkar tambang bisa membuka usaha barbershop karena peluangnya masih terbuka luas.... Selengkapnya

Liputan6.com, Kutai Barat - Usaha jasa di kawasan pedalaman Kalimantan masih minim. Salah satunya adalah usaha potong rambut atau barbershop. Melihat realita itu, PT Bharinto Ekatama kemudian membuka pelatihan potong rambut untuk pemuda di kawasan operasi tambang batu bara mereka.

Sebanyak 10 pemuda dari Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, dan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah dilatih potong rambut. Perusahaan menggandeng Icon Barber Academy dari Kota Balikpapan sebagai instruktur pelatihan tersebut.

Community Development Head PT Bharinto Ekatama, Kristinawati menjelaskan, pelatihan potong rambut untuk pemuda di sekitar lingkar tambang mereka bukan tanpa alasan. Kebutuhan usaha jasa ini masih tinggi, sementara barbershop belum banyak.

Dia bercerita, para pekerja di perusahaannya harus menempuh hingga dua jam hanya untuk potong rambut. Padahal ada desa terdekat yang hanya 30 menit dari lokasi tambang namun tak memiliki usaha barbershop.

“Untuk itulah kami berinisatif membuat pelatihan ini. Agar ada usaha-usaha masyarakat yang bisa dikembangkan di masyarakat itu sendiri,” kata Kristinawati, Jumat (24/1/2025).

Peluang usaha barbershop masih terbuka luas melihat kebutuhannya masih tinggi. Apalagi jika dilihat dari sisi ekonomi ternyata sangat menggiurkan.

“Jadi misalnya anak-anak muda yang belum bekerja, atau mereka yang tidak bisa diterima di perusahaan, jadi mereka bisa bikin usaha yang dikembangkan dengan skill yang ada,” tambahnya.

Kristinawati menjelaskan, meski usaha jasa potong rambut ini terlihat sederhana, namun pendapatannya hampir sama dengan pekerja di perusahaan tambang batu bara. Tapi dengan usaha mandiri, pelaku usaha punya waktu yang lebih bebas, tidak terikat perusahaan, dan minim resiko.

“Harapan kita semoga bukan hanya membuka usaha, tapi juga menjadi sumber lapangan pekerjaan baru,” katanya.

Para peserta mewakili kampung atau desa di dua kabupaten di sekitar wilayah kerja PT Bharinto Ektama. Tentu saja hasil dari pelatihan ini akan menghasilkan satu usaha barbershop di setiap desa.

Promosi 1

Peluang Usaha di Desa

Peserta pelatihan barbershop
Para peserta yang berasal dari berbagai desa dan kampung di Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Barito Utara mendapatkan sertifikat usai mengikuti pelatihan barbershop yang digelar PT Bharinto Ekatama.... Selengkapnya

Antonius Amin, peserta asal Kampung Muara Bunyut, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat mengaku bahagia dengan pelatihan ini. Semangatnya untuk membuka usaha barbershop makin menggebu-gebu.

“Kalau kita betul-betul serius ikut pelatihan ini, bisa meningkatkan pendapatan diri sendiri, menaikkan taraf hidup keluarga, dan menjadi sumber penghasilan,” katanya.

Dia pun sudah memiliki rencana untuk buka usaha barbershop setelah mengikuti pelatihan yang digelar selama tiga hari itu. Saat ini Antonius hanya fokus meningkatkan kemampuannya sebelum akhirnya benar-benar buka usaha.

“Karena kalau mau buka usaha ini tidak bisa coba-coba, karena menyangkut kepala orang, mahkotanya. Harus sudah mantap dengan skill yang kita coba,” ujar Antonius.

Sejalan dengan keinginan itu, Kristinawati menyebut PT Bharinto Ekatama juga akan memberikan pendampingan hingga modal kerja. Pendampingan yang diberikan cukup lama, hingga satu tahun.

Bahkan jika usaha tersebut berjalan baik, pendampingan akan dilakukan sampai dua tahun. Apalagi jika mampu merekrut tenaga kerja.

“Mereka akan kembali ke kampung atau desa masing-masing, kemudian mereka akan membuka free, potong rambut gratis, di desanya masing-masing sebagai bentuk latihan,” papar Krisinawati.

Soal peralatan, perusahaan ini bahkan memberikan modal sampai jadi. Perlengkapan meliputi aksesoris barbershop hingga peralatan potong rambut. Para peserta pelatihan cukup menyediakan tempat usahanya.

“Target kita sebenarnya ingin ada entrepreneur muda yang muncul. Sehingga mereka bisa mandiri,” katanya.

Yapin Mantimangku, peserta dari Desa Benangin, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara mengaku bersyukur bisa ikut pelatihan ini. Apalagi peluang usaha di desa ini cukup terbuka lebar untuk menjadi sumber penghasilan.

“Mumpung ada skill mau coba bikin, karena ini menguntungkan secara ekonomi. Peluangnya masih ada,” kata Yapin.

Sementara Acuy, peserta asal Kampung Besiq mengaku beruntung bisa diajak ikut pelatihan ini. Sebab di desanya belum ada jasa potong rambut.

“Terima kasih banyak kepada PT Bharinto Ekatama ada keinginan mengangkat teman teman dari kampung terutama pemuda. Ada pengalaman baru, mungkin ke depan ada keinginan untuk membuka usaha potong rambut,” ujar Acuy.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya