Liputan6.com, Rote Ndao - Kasus bunuh diri akhir-akhir ini makin marak terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), tak luput pula di Kabupaten Rote Ndao di ujung selatan NKRI.
Setelah kasus bunuh diri oleh anggota TNI AD yang diduga stres karena belis kekasihnya hingga Rp 250 juta, kini Polsek Rote Barat Laut menerima tiga laporan kasus percobaan bunuh diri dalam sehari.
Advertisement
Baca Juga
Kapolsek Rote Barat Laut, Ipda Andri Laniardi Pah, mengatakan tiga laporan percobaan bunuh diri itu terjadi di Desa Saindule, Desa Busalangga Barat Kecamatan Rote Barat Laut serta di Desa Mundek, Kecamatan Loaholu Kabupaten Rote Ndao, pada Jumat (24/01/2025).
Kejadian pertama di Desa saindule yang dilakukan oleh seorang pria berinisial AF (57). Menurut saksi YS, saat dalam perjalanan menggunakan sepeda motor, ia melihat seseorang yang tergantung dengan menggunakan seutas tali.
Ia bersama rekannya, YH kemudian berhenti dan memotong tali yang melilit di leher AF. Rupanya, korban masih bernapas dan dilarikan ke RSUD Baa untuk memperoleh perawatan medis.
Simak Video Pilihan Ini:
Kasus 2, IRT Tenggak Racun Rumput
Kasus kedua terjadi di Desa Busalangga Barat dengan korbannya seorang ibu rumah tangga berinisial SN (41). Korban berupaya bunuh diri dengan cara meminum minyak racun pembasmi rumput/herbisida (roundup). Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan oleh anak dan suami korban.
Awalnya, anak korban, JN (13) melihat ibunya masuk ke kamar dengan memegang 1 botol roundup. Karena curiga, ia kemudian memanggil ibunya untuk membuka pintu, namun tak ada jawaban.
Ia kemudian berlari memanggil ayahnya untuk mendobrak pintu kamar dan mendapati SN sudah tergeletak di kamar dengan mulut berbusa.
"Langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis,” ungkapnya.
Advertisement
Kasus Ketiga, Petani Gantung Diri di Dapur
Percobaan bunuh diri yang ketiga terjadi di Desa Mundek, Kecamatan Loaholu dengan korban seorang pria berinisial BA (64).
Dari keterangan saksi, pria yang berprofesi sebagai petani itu diketahui baru saja kembali dari kebun menggembalakan domba miliknya.
Ia lalu masuk ke dapur lalu melilit lehernya pada tiang dapur dengan tali nilon. Aksi korban berhasil digagalkan setelah diketahui tiga cucunya.
"Mereka ambil parang dan memotong tali yang diikat pada tiang dapur hingga putus. Korban dilarikan ke rumah sakit dan berhasil diselamatkan," tandasnya.
Menurutnya, tiga kasus percobaan bunuh diri ini didominasi permasalahan keluarga, karena kurangnya komunikasi dengan pasangan.
"Keluarga adalah orang pertama yang harus peduli. Jangan membiarkan keluarga kita menghadapi sendiri masalahnya. Ketika ada masalah, harus ada komunikasi, sehingga mereka tidak merasa sendirian," imbaunya
KONTAK BANTUAN
Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.
Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku
Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.
Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.
Advertisement
