Longsor Kabupaten Sukabumi, Korban Meninggal Dunia Bertambah

Lima orang yang hilang yakni dua orang di Kecamatan Simpenan dan tiga orang di Kecamatan Lengkong hingga kini tengah dilakukan pencarian.

Liputan6.com, Bandung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat (BPBD Jabar) menyebutkan korban meninggal dunia tanah longsor di Kabupaten Sukabumi bertambah usai dua orang yang tertimbun di Kecamatan Pelabuhan Ratu ditemukan.

Sebelumnya, tim pencarian dan pertolongan (SAR) menemukan seorang korban meninggal dunia di Kecamatan Simpenan.

"Dua orang yang di Pelabuhan Ratu sudah ditemukan," ujar Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar, Hadi Rahmat saat dihubungi Liputan6 via aplikasi pesan, Bandung, Jumat (7/3/2025).

Hadi mengatakan berdasarkan data pukul 14.00 WIB, sedangkan untuk lima orang yang hilang yakni dua orang di Kecamatan Simpenan dan tiga orang di Kecamatan Lengkong hingga kini tengah dilakukan pencarian.

Sementara jumlah warga yang terdampak berjumlah 264 orang dari 149 kepala keluarga (KK). Sebanyak 304 orang dari 146 KK dilaporkan menjadi pengungsi dan 10 orang dari tiga KK dalam kondisi terancam.

"Total rumah rusak 17 terdiri dari lima rusak ringan, enam rusak sedang dan enam rusak berat. Untuk bangunan rusak terendam ada 145 dan 20 fasilitas umum dan sosial megalami kerusakan. Taksiran kerugian masih dalam perhitungan," kata Hadi.

Hadi menegaskan seluruh jumlah dampak kejadian dan kerusakan masih bersifat sementara dan terus dilakukan pembaruan data.

Hadi menuturkan lokasi kerusakan itu tersebar di Kecamatan Kadudampit, Curugkembar, Simpenan, Waluran, Bantargadung, Warungkiara, Sagaranten, Lengkong, Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi.

"BPBD Provinsi Jawa Barat terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi. BPBD Kabupaten Sukabumi Berkoodinasi dengan aparat setempat," kata Hadi.

Mengutip laporan dari Pusat Data dan Pengendalian Operasi BPBD Jabar, tanah longsor ini dipicu oleh intensitas hujan yang cukup tinggi sebelumnya.

 

Jumlah Bencana Hingga 7 Maret 2025

Berdasarkan data dari laman BPBD Jabar per 7 Maret 2025, tercatat jumlah bencana pada periode 1 Januari-7 Maret 2025 total mencapai 298 kejadian.Terdiri dari 144 cuaca ekstrem, 88 tanah longsor dan 66 kejadian banjir.

Dampaknya 343.889 orang jadi penyitas dan 10 orang meninggal dunia. Selain itu sebanyak 61.724 bangunan terendam, 1.322 bangunan rusak ringan, 702 rusak sedang dan 317 rusak berat.

Kota Bogor menempati urutan pertama jumlah kejadian bencana paling tinggi di Provinsi Jabar dengan total 55 kejadian dengan rincian lima kejadian banjir, 15 tanah longsor dan 35 cuaca ektrem.

Disusul oleh Kabupaten Karawang dengan total 41 kejadian bencana alam dengan rincian delapan kejadian banjir, 2 tanah longsor dan 31 cuaca ektrem.

Diurutan ke tiga ada Kabupaten Bandung Barat dengan total 19 kejadian bencana alam dengan rincian sekali kejadian banjir, 6 tanah longsor dan 12 cuaca ektrem.

Sementara untuk Kabupaten Ciamis, total 14 kejadian bencana alam dengan rincian sekali kejadian banjir, 7 tanah longsor dan 6 cuaca ektrem serta Kabupaten Majalengka total 14 kejadian bencana alam dengan rincian tiga kejadian banjir, 8 tanah longsor dan tiga cuaca ekstrem.

Produksi Liputan6.com