Papeda, Kuliner Khas Warga Ternate yang Jadi Sajian Istimewa Saat Lebaran

Papeda merupakan bubur sagu yang memiliki tekstur kenyal dan berwarna putih transparan. Biasanya, papeda disantap bersama ikan tongkol

oleh Arfandi Ibrahim Diperbarui 05 Apr 2025, 11:00 WIB
Diterbitkan 05 Apr 2025, 11:00 WIB
Papeda/dok.  Instagram @sapapua.sagu https://www.instagram.com/p/CLV5S00rRTL/?igshid=16xjo8gkkmpw7
Papeda/dok. Instagram @sapapua.sagu https://www.instagram.com/p/CLV5S00rRTL/?igshid=16xjo8gkkmpw7... Selengkapnya

Liputan6.com, Gorontalo - Kota Ternate memiliki beragam kuliner khas yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat, salah satunya adalah papeda. Makanan berbahan dasar sagu ini kerap disajikan dalam momen-momen spesial, terutama saat Lebaran Idul Fitri.

Di bulan Syawal, rumah-rumah warga di Ternate ramai menyuguhkan papeda sebagai hidangan kebanggaan. Makanan ini dikenal sebagai simbol kebersamaan dan sering dinikmati dalam acara keluarga maupun jamuan tamu.

Papeda merupakan bubur sagu yang memiliki tekstur kenyal dan berwarna putih transparan. Biasanya, papeda disantap bersama ikan tongkol atau mubara yang dimasak dengan bumbu kunyit, menciptakan perpaduan rasa gurih dan segar.

Proses pembuatan papeda cukup sederhana. Sagu yang sudah disaring dicampur dengan air dingin, lalu disiram dengan air mendidih sambil diaduk hingga mengental. Hasilnya adalah bubur sagu dengan tekstur khas yang elastis dan lengket.

Di luar lebaran, papeda bisa dibeli dengan harga Rp12 ribu per porsi, papeda menjadi pilihan makanan yang ekonomis sekaligus menyehatkan.

Kandungan seratnya membantu melancarkan pencernaan, sementara kandungan kalsium yang tinggi bermanfaat untuk kesehatan tulang.

"Kalau makan papeda, pencernaan lancar dan tulang tetap kuat. Makanya, banyak orang tua di Ternate jarang mengalami osteoporosis," ujar Farid Hasan, warga setempat.

"Kalian yang datang ke Ternate saat Lebaran, jangan lupa mencicipi papeda. Ini makanan khas yang masih bertahan dan menjadi kebanggaan kami," tambah Farid.

Papeda tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas budaya Maluku Utara. Upaya pelestarian kuliner tradisional ini perlu terus didorong agar tetap dikenal dan dinikmati oleh generasi mendatang.

Dengan cita rasa autentik dan manfaat kesehatannya, papeda tetap menjadi primadona bagi masyarakat Ternate serta wisatawan yang ingin merasakan keunikan kuliner Nusantara.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya