BBTN Bangun Ekosistem Digital antara Ritel dan Perbankan

PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BTN) menjalin kerja sama dengan PT MAPCLUB Digital Asia (MAPCLUB) melalui penandatanganan nota kesepahaman terkait pembangunan ekosistem digital antara ritel dan perbankan.

oleh Septian Deny Diperbarui 27 Feb 2025, 21:37 WIB
Diterbitkan 27 Feb 2025, 21:29 WIB
Gedung kantor Bank BTN
Gedung kantor Bank BTN (dok: BTN)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BTN) menjalin kerja sama dengan PT MAPCLUB Digital Asia (MAPCLUB) melalui penandatanganan nota kesepahaman terkait pembangunan ekosistem digital antara ritel dan perbankan.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menuturkan kerja sama yang dilakukan dengan MAPCLUB meliputi antara lain kerja sama kolaborasi pelanggan digital, peningkatan aktivitas transaksional, pengelolaan dana lembaga maupun ritel, kredit lembaga maupun ritel serta kolaborasi lainnya yang mampu mendukung peningkatan bisnis kedua belah pihak.

“Kerja sama ini bertujuan meningkatkan pengembangan ekosistem digital dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat untuk bertransaksi melalui BTN,” kata Nixon di Jakarta, Kamis (27/2/2025).

Selain itu, Nixon menilai kemitraan yang dijalin antara BTN dan MAPCLUB itu dapat memberikan nilai tambah pada ekosistem bisnis BTN maupun MAP yang mendukung proses transformasi dan digitalisasi BTN.

Jalinan eksplorasi kesepakatan bisnis secara strategis tersebut diharapkan juga mampu mendukung tercapainya Visi BTN sebagai Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia melalui penggunaan Bale by BTN secara menyeluruh di setiap sektor keseharian masyarakat Indonesia.

Per Februari 2025, Bale sudah tersambung dengan 2,3 juta user dan volume transaksi sebesar Rp6,6 triliun per bulan.

Setiap bulan terdapat 100.000 pengguna baru Bale by BTN. Nixon menargetkan pada akhir tahun ini angka pengguna Bale by BTN bisa menembus 4 juta orang.

“Kolaborasi BTN dan MAPCLUB ini dapat menambah loyalitas nasabah BTN dengan tersedianya semua akses transaksional baik dari sektor perumahan hingga ke fesyen dan gaya hidup,” ujar Nixon.

Pada kesempatan yang sama, CEO PT MAPCLUB Digital Asia Michel Hamilton mengatakan kerja sama dengan BTN sejalan dengan strategi MAPCLUB untuk memperluas jangkauan dan memperkenalkan platformnya kepada lebih dari 12 juta nasabah BTN.

Mulai 24 Februari 2025, BTN bekerja sama dengan MAPClub menghadirkan program promo khusus. Melalui program ini, nasabah yang membuka tabungan secara daring dan mengaktifkan Bale by BTN berkesempatan memperoleh reward sebesar 50.000 Poin MAPCLUB.

 

BTN Salurkan Kredit Rp 357,97 Triliun sepanjang 2024

Ilustrasi Bank BTN
Ilustrasi Bank BTN... Selengkapnya

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menunjukkan kinerja positif sepanjang tahun 2024 dengan pertumbuhan penyaluran kredit dan dana pihak ketiga (DPK).

BTN optimistis dapat mencatatkan kinerja lebih baik lagi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, menegaskan bahwa kontribusi BTN dalam pembiayaan perumahan memiliki dampak luas terhadap perekonomian. Sektor perumahan memberikan efek berantai ke 181 industri pendukung, seperti semen, batu bata, keramik, dan genteng. Selain itu, sektor ini mampu menyerap sekitar 500.000 tenaga kerja setiap tahunnya.

Pertumbuhan Kredit dan Pembiayaan BTN

Sepanjang 2024, BTN mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp357,97 triliun, tumbuh 7,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp333,69 triliun.

Kinerja ini didorong oleh meningkatnya permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), baik subsidi maupun non-subsidi.

  • KPR Subsidi: Mencapai Rp173,84 triliun, meningkat 7,5% yoy dibandingkan tahun 2023.
  • KPR Non-Subsidi: Bertumbuh 10,2% yoy menjadi Rp105,95 triliun pada akhir 2024.

 

Peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK)

Rumah Subsidi KPR BTN Naik
Kenaikan harga rumah subsidi FLPP ini akan tetap menjaga momentum pertumbuhan KPR Subsidi untuk tahun 2024. (merdeka.com/Imam Buhori)... Selengkapnya

Di sisi penghimpunan dana, BTN mencatat pertumbuhan DPK sebesar 9,1% yoy menjadi Rp381,67 triliun dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp349,93 triliun.

Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan dana murah atau CASA (current account saving account), yang kontribusinya mencapai 54,1% dari total DPK, naik dari 53,7% pada tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan DPK BTN lebih tinggi dibandingkan industri perbankan yang hanya 4,48% yoy. Hal ini selaras dengan strategi perseroan dalam meningkatkan transaksi dana murah dari segmen ritel dan institusi, termasuk melalui digital banking,” jelas Ramon.

 

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya