Liputan6.com, Jakarta Bursa S&P 500 dan Nasdaq Composite membukukan kinerja kuartalan terburuk sejak tahun 2022 pada hari Senin (31/3).
Penurunan ini terjadi buntut ketidakpastian seputar kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengguncang pasar ekuitas AS pada kuartal pertama 2025.
Mengutip Economistimes, Selasa (1/4/2025) S&P 500 merosot 4,6% dan Nasdaq Composite anjlok 10,5% pada kuartal pertama 2025.
Advertisement
Kedua indeks acuan tersebut juga mengalami penurunan tajam pada bulan Maret 2025, mencatat persentase penurunan bulanan terbesar sejak Desember 2022, karena Presiden Donald Trump memberlakukan serangkaian tarif baru yang menimbulkan kekhawatiran akan perang dagang global.
Dow Jones Industrial Average tidak kebal terhadap kegelisahan tersebut, merosot 1,3% dalam tiga bulan pembukaan.
"Investor, kurang lebih pada kuartal pertama ini menyerah, karena Anda benar-benar tidak dapat melakukan perdagangan di sekitar ini," kata Adam Turnquist, kepala strategi teknis untuk LPL Financial.
Tujuh raksasa teknologi yang mendorong kenaikan selama pasar bullish yang berlangsung sepanjang tahun 2023 dan 2024, sangat membebani pasar ekuitas AS karena investor menjual nama-nama yang sedang tumbuh.
Penurunan salah satunya terjadi pada saham Tesla hingga 36% pada kuartal pertama 2025, dan Nvidia turun hampir 20%.
"Pelajaran besar kita dari kuartal pertama adalah diversifikasi belum mati," kata Michael Reynolds, wakil presiden strategi investasi di Glenmede.
"Baik Anda melihat di antara, atau di dalam, kelas aset, jika Anda menghindari bahaya konsentrasi pasar, Anda sebenarnya bertahan sedikit lebih baik dibandingkan dengan beberapa indeks utama," ujarnya.
Pada hari Senin, baik S&P 500 maupun Dow untuk sementara waktu mengabaikan ketidakpastian seputar rencana tarif mendatang pemerintahan Trump, yang akan diumumkan pada Rabu besok (2/4).
IHSG pada 24-27 Maret 2025
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan signifikan pada 24-27 Maret 2025. Kenaikan IHSG didorong aliran dana yang masuk ke saham.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (29/3/2025), IHSG melonjak 4,03 persen ke posisi 6.510,62. Pada pekan lalu, IHSG susut 3,95 persen ke posisi 6.258,17.
Kapitalisasi pasar juga melonjak 2,81 persen menjadi Rp 11.126 triliun dari Rp 10.822 triliun pada pekan lalu. Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG menguat 4,03 persen dan disertai aliran dana yang masuk mencapai Rp 3,25 triliun. Penguatan IHSG didorong sejumlah faktor. Pertama, mulai masuknya kembali aliran dana investor asing ke IHSG.
Kedua, ada aksi korporasi emiten perbankan terutama kapitalisasi besar seiring adanya pembagian dividen. “Ketiga, ada pengumuman pengurus Danantara di mana juga diperkirakan menjadi sentimen positif dan mengangkat beberapa emiten BUMN, meskipun demikian investor juga akan mencermati dan menanti akan kinerja dari Danantara sendiri,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.
Keempat, Herditya menuturkan, menuturkan, gejolak politik yang berkembang di dalam negeri juga menjadi perhatian investor. Kelima, waktu perdagangan yang cenderung sempit dalam menyambut libur Nyepi dan Lebaran.
Advertisement
Nilai Transaksi Harian Bursa Sentuh Rp 18,60 Triliun
"Keenam, dari global, investor juga mencermati akan perkembangan dari Amerika Serikat yang akan mengenakan tarif lanjutan yang akan diumumkan pada 2 April mendatang," tutur dia.
Adapun peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa selama sepekan. Rata-rata nilai transaksi harian bursa melonjak 22,26 persen menjadi Rp 18,60 triliun dari Rp 15,21 triliun pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian bursa pekan ini yang turun 8,6 persen menjadi 18,77 miliar saham dari 20,53 miliar saham. Rata-rata frekuensi transaksi harian bursa terperosok 16,16 persen menjadi 1,02 juta kali transaksi dari 1,21 juta kali transaksi pada pekan lalu. Investor asing membeli saham Rp 3,25 triliun selama sepekan. Kondisi ini berbeda dari pekan lalu terjadi aksi jual saham Rp 7,13 triliun.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5328715/original/062401300_1756265175-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__56_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5314823/original/093868900_1755142083-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__48_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469028/original/009479000_1768043492-bansos_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4220935/original/090404500_1668038990-Ilustrasi__Bursa_Saham.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1779202/original/039795300_1511423332-Perdagangan-Saham-dan-Bursa5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4822447/original/031589300_1714908541-fotor-ai-20240505174529.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3074971/original/020239200_1584006691-20200312-Wall-Street-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5280806/original/086604100_1752282029-AP25189733334491.jpg)