7 Emiten Teknologi Raksasa Rugi USD 1,8 Triliun dalam 2 Hari Dampak Tarif Trump

Banyak saham yang dijual dengan kecepatan yang belum pernah terlihat sejak serangan Covid, dengan Nasdaq yang berisikan saham-saham teknologi mengalami minggu terburuknya sejak Maret 2020.

oleh Arthur Gideon Diperbarui 06 Apr 2025, 06:00 WIB
Diterbitkan 06 Apr 2025, 06:00 WIB
Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Ekspresi pialang Michael Gallucci saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street jatuh ke zona bearish setelah indeks Dow Jones turun 20,3% dari level tertingginya bulan lalu. (AP Photo/Richard Drew)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Tidak ada yang lebih terpukul daripada emiten teknologi raksasa karena pasar memasuki mode aksi jual.

Setelah mendorong pasar saham ke titik tertinggi baru, emiten teknologi yang dikenal sebagai Magnificent Seven telah mengalami cobaan yang sangat berat selama dua sesi perdagangan terakhir.

Dikutip dari CNBC, Minggu (6/4/2025), tuju emiten teknologi rasasa harus kehilangan nilai pasar gabungan sebesar USD 1,8 triliun. Apple telah mengalami penurunan paling tajam, dengan kapitalisasi pasar anjlok lebih dari USD 533 miliar.

Rencana tarif agresif Presiden Donald Trump yang diterapkan pada hari Rabu mengirimkan gelombang kejut di seluruh dunia, memicu kepanikan dan ketakutan yang meluas akan perang dagang global yang akan mendorong ekonomi ke dalam resesi.

Banyak saham yang dijual dengan kecepatan yang belum pernah terlihat sejak serangan Covid, dengan Nasdaq yang berisikan saham-saham teknologi mengalami minggu terburuknya sejak Maret 2020.

Nasdaq anjlok pada hari Kamis, dan kelompok Magnificent Seven kehilangan lebih dari USD 1 triliun dalam nilai pasar gabungan. Kerugian meningkat pada hari Jumat.

Tesla adalah yang paling merugi dari kelompok tujuh nama tersebut berdasarkan persentase, anjlok lebih dari 10% selama sesi hari Jumat. Kapitalisasi pasar perusahaan tersebut anjlok dalam dua hari menjadi lebih dari USD 139 miliar.

Nvidia telah kehilangan USD 393 miliar selama dua sesi perdagangan terakhir.

 

Apple Paling Sedih

Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Steven Kaplan (tengah) saat bekerja dengan sesama pialang di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok karena investor menunggu langkah agresif pemerintah AS atas kejatuhan ekonomi akibat virus corona COVID-19. (AP Photo/Richard Drew)... Selengkapnya

Apple adalah yang paling signifikan mengalami penurunan berdasarkan nilai pasar dari kelompok tersebut. Pembuat iPhone tersebut berada di bawah tekanan karena tarif baru menargetkan beberapa lokasi manufaktur sekundernya di luar China dan mencatat penurunan satu hari terburuknya dalam lima tahun pada hari Kamis.

Selama dua sesi perdagangan terakhir, nilai pasar Meta anjlok lebih dari USD 200 miliar, sementara Amazon turun USD 265 miliar.

Perusahaan e-commerce tersebut mencatatkan kerugian minggu kesembilan berturut-turut pada hari Jumat, yang terburuk sejak tahun 2008.

Alphabet dan Microsoft mengalami kerugian persentase terkecil untuk minggu ini, tetapi masih kehilangan lebih dari USD 139 miliar dan USD 165 miliar dalam nilai pasar, selama dua hari terakhir.

Megacaps bukan satu-satunya perusahaan yang merasakan dampaknya. Nama-nama di seluruh sektor teknologi telah mengalami penurunan.

 

Tak Cuma Perusahaan Besar

Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Director of Trading Floor Operations Fernando Munoz (kanan) saat bekerja dengan pialang Robert Oswald di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street jatuh ke zona bearish setelah indeks Dow Jones turun 20,3% dari level tertingginya bulan lalu. (AP Photo/Richard Drew)... Selengkapnya

Oracle merosot hampir 9% minggu ini, sementara AppLovin dan Palantir Technologies anjlok lebih dari 19% dan 13%, masing-masing. Salesforce turun hampir 11%.

Saham semikonduktor yang bergantung pada produksi di luar AS anjlok untuk sesi kedua pada hari Jumat.

Sementara sektor tersebut telah dikecualikan dari putaran pengumuman tarif baru yang dilakukan Presiden Trump.

Kekhawatiran juga meningkat bahwa tarif yang meluas dapat menggerogoti permintaan.

Marvell Technology dan pemasok Apple Qorvo masing-masing kehilangan sekitar seperlima dari nilainya. Advanced Micro Devices turun hampir 17%, sementara Intel dan Broadcom merosot lebih dari 12%.

Micron Technology turun sekitar 13% pada hari Jumat, dan pembuat chip memori tersebut kehilangan lebih dari seperempat nilainya minggu ini.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya