REVIEW FILM Everest, Pengorbanan Menuju Puncak Tertinggi Dunia

Everest mampu memberikan secara detail mengenai gambaran tragedi yang menimpa para pendaki gunung pada 1996.

Liputan6.com, Jakarta Film yang diangkat dari kisah nyata memang selalu menarik untuk disaksikan, karena di situ terdapat gambaran mengenai apa yang pernah terjadi di atas bumi. Belakangan, sineas Hollywood merilis film Everest yang diangkat dari kejadian tewasnya para pendaki gunung pada tahun 1996 di Gunung Everest.

Tak kalah dengan film-film dari kisah nyata lainnya, Everest mampu memberikan secara detail mengenai gambaran para pendaki gunung dari titik terbawah di Nepal, hingga beberapa dari mereka menyatu untuk selamanya dengan gunung tertinggi di dunia itu.

Film Everest yang dirilis September 2015. (Universal Pictures)

Berbagai adegan dalam film ini diambil dari buku Into Thin Air: A Personal Account of the Mt. Everest Disaster karya John Krakauer. Tokoh utama yang menjadi sorotan adalah Rob Hall (Jason Clarke), pendaki asal New Zealand yang juga memimpin tim ekspedisi Gunung Everest bersama teman-temannya dalam sebuah kelompok.

Turut dimunculkan juga beberapa pendaki yang terlibat pada tahun 1996 seperti Scott Fischer (Jake Gyllenhaal), Beck Weathers (Josh Brolin), Doug Hansen (John Hawkes), Guy Cotter (Sam Worthington), Andy Harris (Martin Henderson), Yasuko Namba (Naoko Mori), Anatoli Boukreev (Ingvar Eggert Sigurðsson), hingga sang penulis sendiri, Jon Krakauer (Michael Kelly).

Film Everest yang dirilis September 2015. (Universal Pictures)

Baltasar Kormakur yang menjadi sutradaranya cukup mampu dalam memberikan gambaran tragedi maut ini. Ia juga tak terlalu memaksa para pemain agar melakukan akting yang terlalu emosional.

Sejak awal film, jalinan erat antara Rob Hall dengan para pendaki lainnya digambarkan secara menggembirakan. Ambisi mereka untuk bisa mencapai puncak tertinggi di tahun itu sangatlah besar, karena beberapa terkendala masalah kesehatan atau dimakan usia.

EnamPlus