Liputan6.com, Jakarta - Aktris senior Jenny Rachman diam-diam sudah menjalani roda yayasan sosial "Jiwa Ramah Sesama" selama 10 tahun. Atas dasar itulah digelar syukuran dengan berbuka puasa dan santunan bersama 500 anak yatim serta sejumlah selebritas yang sudah menjadi agenda rutin tahunan.
Bersama yayasan JrS Jenny, Jenny Rachman mengatakan ingin berupaya melakukan yang terbaik untuk masyarakat seperti air yang mengalir mengisi kehidupan.
"Untuk yayasannya masih banyak yg diimpikan dan menjadi obsesi saya, bahwa ingin ke depannya dapat lebih baik dan bermanfaat lagi bagi mereka dan masyarakat yang tidak mampu," ujar Jenny Rachman dalam acara buka puasa di Crown Plaza Hotel, Jakarta, Jumat (1/6/2018).
Istri Dirut BRI Suprajarto itu juga menyatakan bahwa buka puasa bersama anak-anak yatim di bulan suci Ramadan, seakan sudah menjadi bagian tradisi. Momen tersebut juga merupakan waktu yang tepat sebagai ajang silaturahmi dan saling memaafkan.
Kebahagiaan Tersendiri
"Dan itu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi saya, pribadi, dan keluarga. Dalam menjalankan yayasan ini, saya ingin seperti air yang mengalir, mengisi kehidupan kita tanpa harus ngoyo. Saya enggak mau terlalu muluk-muluk, yang penting tetap konsisten dan komite memegang janji kita kepada Yang Maha Kuasa sesuai dengan kemampuan yang ada. Kami menyadari sepenuhnya apa yang kita miliki semata-mata bukan cuma milik kita sendiri tetapi menjadi bagian milik saudara-saudara kita yang tidak mampu termasuk menjadi bagian milik mereka yatim piatu," papar wanita peraih Piala Citra ini.
Lebih Leluasa
Jenny pun bercerita mengenai berjalannya yayasan yang awalnya atas keinginannya untuk lebih leluasa mengikuti berbagai kegiatan sosial. Atas niat yang baik untuk saling berbagi kebahagiaan dan rezeki tanpa pamrih, ia juga berusaha tanpa lelah mengajak orang-orang dermawan untuk saling meningkatkan kepedulian kepada sesama.
"Sehingga apa yang kita lakukan tidak sendiri, kalau bersama-sama menjadi lebih besar dan kuat. Apalagi untuk kebaikan terutama untuk anak-anak yatim piatu yang wajib dibantu karena kasihan mereka tidak punya ayah dan ibu. Kalau bukan dari kita yang diberikan kemampuan, dari siapa lagi yang dapat membantu dan memperhatikan mereka. Dan itulah ajaran agama kita yang begitu mulia, saling peduli, dan bersama kita berjamaah untuk mereka, insyaAllah kita semua menjadi hamba-hamba pilihanNya," ia menjelaskan.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2913252/original/006053400_1568693352-WhatsApp_Image_2019-09-17_at_10.57.35_AM.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5328715/original/062401300_1756265175-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__56_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5314823/original/093868900_1755142083-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__48_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1965048/original/091842500_1520302370-WhatsApp_Image_2018-03-06_at_09.09.54.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2237397/original/048171800_1528099520-WhatsApp_Image_2018-06-04_at_14.49.30.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2237398/original/052147600_1528099520-WhatsApp_Image_2018-06-04_at_14.49.34.jpeg)