Liputan6.com, Jakarta - Lagu-lagu Michael Jackson hingga kini masih banyak digemari di seluruh dunia. Namun belakangan ini, stasiun radio di tiga negara, yakni Australia, Kanada, dan Selandia Baru, menolak untuk memutarnya. Pasalnya, baru-baru ini muncul tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan oleh King of Pop.
Nova Entertainment di Sydney, Kamis (7/3/2019), menjadi stasiun radio yang belakangan ini mengumumkan tidak akan memperdengarkan lagu-lagu Michael Jackson. Mereka mengambil tindakan ini sebagai respons atas opini publik.
Keputusan itu dibuat setelah pemutaran video dokumenter Leaving Neverland di AS yang menampilkan dua pria mengklaim pernah jadi korban pelecehan seksual Michael Jackson selama bertahun-tahun.
"Atas apa yang baru terjadi, SmoothFM saat ini tidak memutar lagu Michael Jackson," kata media setempat mengutip pernyataan dari direktur program Nova, Paul Jackson.
Tayangan dokumenter itu belum diputar di Australia. ARN, jaringan radio terbesar kedua di Australia, mengatakan bahwa mereka memantau pendapat para pendengar terhadap suatu artis.
Selandia Baru
Di Selandia Baru, lagu-lagu Michael Jackson juga tidak terdengar di radio. Lagu-lagu King of Pop ditarik oleh dua jaringan radio terbesar di negara tersebut, MediaWorks dan NZME. Dua perusahaan itu mendominasi radio komersial.
"Kami tidak memutuskan apakah Michael Jackson bersalah atas pedofilia. Kami hanya memastikan stasiun radio kami memutarkan musik yang ingin orang dengar, " ujar direktur konten MediaWorks Leon Wratt kepada Magic FM.
Ia mengatakan keputusan itu mewakili pendengar dan keinginan mereka.
Direktur hiburan grup NZME, Dean Buchanan, mengonfirmasi bahwa lagu Michael Jackson tidak diputar di radio meski ia menghindari pembahasan soal pelarangan.
Sementara itu, Radio NZ mengatakan lagu-lagu Jackson memang tidak ada di dalam daftar mereka.
Kanada
Sebelumnya, belasan stasiun radio Kanada mengatakan tidak akan memainkan lagu ternama Jackson seperti "Billie Jean" dan "Bad" untuk saat ini.
"Kami memperhatikan komentar-komentar para pendengar, dan film dokumenter yang dirilis pada Minggu malam membuat mereka bereaksi," kata Christine Dicaire dari Cogeco dalam sebuah pernyataan.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469703/original/032621500_1768177223-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-12T071712.357.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2913252/original/006053400_1568693352-WhatsApp_Image_2019-09-17_at_10.57.35_AM.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5328715/original/062401300_1756265175-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__56_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2127490/original/077277500_1524996709-Michael_Jackson.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2121535/original/026627000_1524660421-Michael.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2254494/original/030963900_1529483032-Michael_Jackson.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1412534/original/020849500_1479739507-Michael_Jackson.jpg)