Hedi Yunus Ultah ke-53, Ini 6 Hit Besarnya dari Era Dorie Kalmas Hingga Cover Lagu Rita Effendy

Pada 2021, Hedi Yunus ulang tahun ke-53 dan genap 35 tahun berkarier di dunia seni. Berikut 6 hit terbaik dari vokalis Kahitna.

Liputan6.com, Jakarta Hedi Yunus, pemain lama di industri musik Indonesia yang berhasil memainkan peran ganda sebagai front-man band ternama sekaligus solis. Aktif sejak 1986, kini genap 35 tahun ia berkarya.

Dalam catatan Showbiz Liputan6.com, mantan presenter Pesta (Pentas Sejuta Aksi) Indosiar ini telah merilis delapan album terdiri album mini, pop, dan religi serta sejumlah single.

Selasa (24/8/2021), Hedi Yunus berulang tahun ke-53. Merayakan pertambahan usia finalis Lomba Penyanyi Remaja Prambors 1988 ini, berikut kami hadirkan 6 hit sang vokalis Kahitna.

 

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Haruskah (1990)

Dua tahun setelah jadi finalis Lomba Penyanyi Remaja Prambors 1988, Hedi Yunus dipinang perusahaan rekaman Aquarius Musikindo. Pinangan ini melahirkan album mini Haruskah, yang diisi empat lagu.

Semua lagu ditulis oleh hitmaker Dorie Kalmas yakni “Haruskah” dan  “Serasa” yang sukses di pasar. Dua lagu lain yakni “Melepas Rindu,” dan “Sinar Hati.” Berkat album ini, nama Hedi mulai dikenal publik.

 

2. Emosi Diri (1993)

“Emosi Diri” ditulis Dadang S. Manaf (kakak Ahmad Dhani -red). Jelang rekaman, Yovie Widianto menambahkan bridge berlirik: Mengapa terjadi emosi dalam diri? Tapi tak sanggup kuranya, oh. Tanjakan melodi di bagian ini membuat “Emosi Diri” terasa punya klimaks.

Ini masih ditambah aransemen classy khas Indra Lesmana. Jadilah “Emosi Diri” hit patah hati yang tak terdengar menye-menye. Dengan penjiwaan dan teknik vokal yang pas, Hedi Yunus dinilai sukses menjadikan lagu ini seolah tercipta untuknya.

 

3. Suratku (1996)

Dominasi piano Yovie Widianto menyengat sejak intro terdengar. Hedi Yunus dengan vokalnya yang khusuk mulai bertanya, “Kekasih terbacakah tulisan hatiku?” Puncaknya, ada di bagian refrain, saat Hedi mengaku, “Tak ingin kusesali seluruh cintaku.”

Memasuki era medsos, “Suratku” dengan anggun beradaptasi dengan kecanggihan teknologi. Dalam sejumlah showcase, Hedi Yunus mengganti refrain lagu ini menjadi, “Ku tahu pasti, hatimu tahu, walau tak baca DM-ku.” Bisa aja, Kang Hedi.