Resensi Film Follow Me: Media Sosial, Popularitas di Jagat Maya dan Permainan Yang Kebablasan

Follow Me karya sineas Will Wernick mencoba memotret fenomena medsos dan popularitas yang didapat para pelakunya. Ini bukan tanpa konsekuensi.

Liputan6.com, Jakarta Zaman sekarang siapapun bisa terkenal tanpa harus melahirkan karya. Melabrak orang di medsos atau bikin konten absurd, selama itu digunjing netizen, maka pelaku bisa viral.

Perkara terkenalnya sekejap atau bertahan lama itu urusan nanti. Di era medsos apapun bisa dijadikan konten dari menggeropyok pelakor sampai mengerjai orang lain alias prank.

Nah, level prank pun macam-macam. Follow Me, bermaksud menangkap fenomena itu. Jelas ini ide menarik sekaligus peka zaman. Apakah hasil akhir Follow Me semenarik idenya? Berikut review film Follow Me.

 

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

Level Ekstrem

Karya sineas Will Wernick ini mengisahkan konten kreator Cole Turner (Keegan Allen) yang menjalin cinta dengan Erin Isaacs (Holland Roden). Suatu hari, pasangan ini bersama sahabat mereka yakni Dash Hill (George Janko), Samantha (Siya) dan Thomas (Denzel Whitaker) terbang ke Rusia.

Mereka memenuhi undangan pria kaya bernama, Alexei Koslov (Ronen Rubinstein) untuk menjajal permainan Escape Room level ekstrem. Cole dan kawan-kawan dimasukkan ke sebuah gedung menyerupai penjara untuk para penjahat negara.

Alexei memberi klu andai bisa lolos, Escape Room level ekstrem ini akan jadi pengalaman tak terlupakan bagi sang pesohor. Momen Cole menjajal Escape Room di Rusia disiarkan langsung lewat akun medsosnya. Dunia menyaksikan kesintasan Cole Turner di sini.

No Escape

Tanpa diizinkan membawa ponsel, Cole syok saat kali pertama masuk dan mendapati dirinya dipenjara. Agar bisa lolos, ia harus punya kunci. Kunci itu tersimpan di perut jenazah laki-laki yang tergeletak di salah satu sudut penjara.

Perilisan Follow Me disertai sejumlah fenomena menarik. Di AS, film ini sudah rilis di bioksop dan video on demamd tahun lalu dengan judul No Escape. Entah mengapa, ia lantas dirilis dengan judul internasional Follow Me.

Mungkinkah karena film ini dihujani kritik negatif kritikus? Ataukah enam tahun sebelumnya ada film berjudul sama dengan bintang Owen Wilson yang diguyur pujian? Jika kemungkinan pertama yang benar, muncul pertanyaan baru: Seburuk itukah Follow Me?