Casio EMI Berinovasi di Tengah Krisis Manufaktur Global yang Mulai Merambah

Casio EMI berinovasi di tengah industri manufaktur global yang sedang menghadapi krisis berat yang belum pernah dialami sepanjang sejarah karena kombinasi dari berbagai faktor.

Liputan6.com, Jakarta Saat pabrikan ataupun mata rantai distribusi kesulitan untuk melakukan forecast/prakiraan permintaan (bahan baku maupun produk jadi) karena situasi hulu dan hilir yang sangat tidak menentu. Industri apapun di dunia ini terkena dampak dari krisis global dan memaksa pabrikan untuk menaikkan harga secara signifikan termasuk industri Audio dan Musical Instrument. Tidak terkecuali CASIO EMI yang dipasarkan oleh PT. Kairos Multi Jaya.

Akan tetapi di tengah krisis tersebut, CASIO EMI justru berhasil ‘mengamankan’ komponen-komponen produksi beserta proses produksinya, sehingga CASIO EMI tidak sampai mengalami kelangkaan barang hingga berbulan-bulan seperti dialami oleh sejumlah brand lain.

Bahkan boleh dibilang CASIO EMI tidak mengalami kelangkaan tersebut. Untuk proses shipping, sampai saat ini masih tepat waktu walapun ongkos kirim harus mengikuti kenaikan biaya kirim yang terjadi.  

 

Batal Menaikkan Harga

“Sebenarnya sejak April 2021, CASIO EMI sudah berencana untuk menaikkan harga jual. Namun dengan berbagai pertimbangan kenaikan tersebut, akhirnya kami putuskan untuk membatalkan dan baru pada Januari 2022 ini CASIO EMI dengan sangat terpaksa menyesuaikan harga jual produknya karena situasi yang sudah tidak dapat dihindarkan”, beber Athanasius Cahyo Budiono selaku Director of Sales, PT. Kairos Multi Jaya.

Bahkan dalam situasi krisis seperti saat ini, CASIO EMI terus berinovasi dan rajin meluncurkan belasan model baru yang modern, inovatif dan unik. Namun tetap dengan harga yang terjangkau! Seperti ditunjukkan pada model-model baru yang di-launching hari ini.

Diantaranya CT-S1000V, CT-S500, CDP-S110, CDP-S160, CDP-S360, PX-S1100 dan PX-S3100. Ini adalah hal yang sangat luar biasa, mengingat brand kompetitor alih-alih meluncurkan produk baru mereka masih sibuk berkutat mengamankan pasokan ke pasar.

 

Faktor Penyebab Krisis

Padahal dalam setahun belakangan ini, bahkan ada pabrikan yang mengubah harga hingga 2 kali hanya dalam tempo 8 bulan; hal yang rasanya tidak mungkin terjadi dalam situasi normal. Dengan kenaikan harga berkisar antara 5 hingga 50 persen.

Adapun factor-faktor penyebab krisis manufaktur tersebut antara lain disebabkan oleh situasi pandemic Covid-19 yang secara drastis mengurangi interaksi sosial dan memaksa struktur pasar untuk bertransformasi, masalah rantai pasokan elektroknik (electronic supply chain issue) yang disebabkan oleh kelangkaan chip / semikonduktor sebagai salah satu komponen penting.

EnamPlus