Look At Me, Touch Me, Kiss Me Tayang Perdana di Indonesia Lewat JAFF Usai Ikut Busan International Film Festival

Look At Me, Touch Me, Kiss Me merupakan sebuah film omnibus dari 3 negara.

Liputan6.com, Jakarta Film Look At Me, Touch Me, Kiss Me sempat ditonton di  Busan International Film Festival (BIFF) pada Oktober lalu. Kini, film tersebut akan tayang di Indonesia melalui Jogja-NETPAC Asian Film Festival.

Look At Me, Touch Me, Kiss Me merupakan film omnibus yang dikerjakan oleh pelaku film dari tiga negara berbeda. Malaysia untuk ‘Look At Me’, Indonesia untuk ‘Touch Me’ dan Korea Selatan untuk ‘Kiss Me’. Look At Me disutradarai oleh Ho Yuhang, Touch Me disutradarai oleh Djenar Maesa Ayu dan Kiss Me disutradarai oleh Kim Taisik.

Secara garis besar, film ini berkisah dalam situasi pandemi dan situasi tersulit manusia lainnya, cinta akan selalu hidup dan ada. Karena itu manusia akan selalu melakukan pencarian akan cinta. Dengan membawa tiga latar belakang budaya berbeda, Korea Selatan, Indonesia dan Malaysia, film ini ingin menampilkan hasrat yang sama dari setiap orang atas cinta.

"Dari tiga negara itu, benang merahnya adalah bahwa semua orang di dunia, dari belahan negara manapun, di sini diwakilkan oleh Korea, Indonesia dan Malaysia, itu mempunyai mimpi yang sama, yaitu mimpi untuk mencari cinta dan dicintai,” kata Vera Lasut, produser dari Look At Me, Touch Me, Kiss Me kepada wartawan, baru-baru ini.

 

Latar Belakang

Setting film omnibus ini juga mewakili fase manusia melalui pandemi COVID-19 dari berbagai belahan dunia. 

"Film Look at Me dari Malaysia ceritanya di kisaran awal pandemi. Sementara film Indonesia, Touch Me kisaran waktunya saat pandemi sedang hebat-hebatnya. Sedangkan film Kiss Me dari Korea Selatan menunjukkan bagaimana manusia berhasil melampaui pandemi," kata Vera.

 

Busan International Film Festival 

Vera Lasut sebagai produser menyampaikan kepuasannya setelah Look At Me, Touch Me, Kiss Me ditayangkan dalam BIFF. Ia mengaku bahwa penonton yang hadir nampak menikmati penayangan film, bahkan antusiasme penonton juga tampak saat mereka tetap hadir dalam sesi tanya jawab.

Selain filmnya mendapat sambutan hangat, momen tersebut menjadi pertama kalinya bagi Vera Lasut, Djenar Maesa Ayu dan Ine Febriyanti bertemu secara langsung dengan tim lain dari Korea Selatan dan Malaysia.