Perjalanan Mara Merintis The Hungry Sushi, Kuliner Jepang yang Dilokalkan

Mar’atus Sholihah alias Mara pemilik The Hungry Sushi, berpendapat bahwa sushi semestinya bisa diolah dan disajikan dengan harga yang lebih terjangkau.

Liputan6.com, Jakarta Berawal dari pengalaman pribadi yang menyesakkan ketika makan sushi di ibu kota, Mar’atus Sholihah mencoba peruntungan bisnis di bidang kuliner Jepang dengan merek (brand) The Hungry Sushi.

Lebih jauh soal pengalaman di atas, Mara—sapaan akrab dari Mar’atus Sholihah—berpendapat bahwa sushi semestinya bisa diolah dan disajikan dengan harga yang lebih terjangkau. Ia merasa sayang jika sushi hanya dapat dinikmati oleh kalangan atas.

Berangkat dari itu semua, terpikirlah olehnya untuk mencoba sendiri mengolah sushi kemudian menjualnya secara daring (online) bermodalkan lapak di depan rumah sendiri. Ternyata, selama dua tahun berjalan, respons pasar cukup bagus.

Seiring dengan kestabilan respons pasar, tekad Mara untuk mulai membuka outlet—tidak lagi sekadar dari rumah—pun tumbuh. Lalu, tekad tersebut akhirnya terwujud setelah The Hungry Sushi menerima banyak sekali pesanan hampers lebaran pada 2020 lalu.

Keuntungan yang mencapai angka belasan juta dari pesanan hampers inilah yang kemudian dijadikan modal oleh Mara dan suaminya, Billi, untuk awal membuka outlet pertama mereka di Pagutan, Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Rencana Bisnis yang Konsisten

Bagi Mara dan Billi, menempati outlet merupakan jalan menuju dunia bisnis kuliner yang lebih luas. Memisahkan antara ruang pribadi (rumah) dan ruang bisnis (outlet) menjadikan fokus mereka lebih tertata.

Pola yang demikian ternyata mereka terapkan tak hanya pada lokasi bisnis, tetapi juga rencana bisnis. Keduanya konsisten membuat rencana bisnis secara berkala yang di dalamnya termasuk manajemen promosi dan keuangan.

Bicara manajemen promosi, salah satu faktor keberhasilan The Hungry Sushi adalah gencar melakukan promosi di media sosial Instagram. Begitu outlet pertama berdiri, Mara dan Billi menggaet content creator untuk mengurus promosi.

Sejak saat itu, penjualan meningkat tiga kali lipat dari sebelumnya. Meskipun terjadi peningkatan, owners The Hungry Sushi ini konsisten mengatur keuangannya secara profesional; tidak mengganggu dana bisnis (untuk memenuhi kebutuhan pribadi tanpa pertimbangan yang matang), dan menerapkan alokasi dana bisnis secara tepat.

Selain konsistensi di atas, keduanya tak pernah beranjak dari landasan awal mendirikan bisnis, yakni membaca kebutuhan atau masalah yang sedang ramai di masyarakat/pasar, kemudian menghadirkan produk yang menjadi jawaban atas kebutuhan atau masalah tersebut.

EnamPlus