Sang Alang Dampingi Anies Baswedan Ziarah ke Makam Raja-Raja Mataram di Kotagede

Sang Alang mendampingi Anies Baswedan ke makam raja-raja Mataram.

Liputan6.com, Jakarta Artis penyanyi HR. Sang Alang Hardjono atau lebih dikenal dengan Sang Alang, melakukan ziarah ke makam Raja-Raja Mataram di Kompleks Masjid Kotagede, Minggu (13/8/2023). Bersama Sang Alang juga Anies Baswedan.

Sang Alang juga maju menjadi calon legislatif (caleg) dari Partai Demokrat untuk DPR RI dapil DIY. Selain itu dirinya juga Ketua Umum GNAP (Gerakan Nasional Anies Presiden).

Pada acara tersebut, Anies Baswedan menerima tombak cakra Kotagede dari perwakilan warga, yang merupakan pewaris dan pengurus pemakaman Raja-raja Mataram.

Kedatangan Anies Baswedan pada pukul 17.15 WIB disambut oleh Sang Alang. Usai kegiatan itu, Anies Baswedan dan Sang Alangmasuk ke dalam Masjid Gede Mataram Kotagede untuk mengganti pakaian.

 

Adat Jawa

Setelah mengenakan pakaian adat Jawa, Anies Baswedan melakukan ziarah ke makam Ki Ageng Pemanahan dan Panembahan Senopati. Pada pukul 17.50 WIB, Anies keluar dari kompleks makam dan disambut oleh beberapa warga.

Salah satu perwakilan warga Kotagede kemudian menyerahkan tombak cakra Kotagede kepada Anies. Anies menerima cakra tersebut sambil dengan seksama mengamati cakra berbentuk bulat tersebut.

"Di malam hari di Kotagede ini, di makam Panembahan Senopati, kami menerima sebuah cakra dari keluarga besar Kotagede yang merupakan keturunan dari para pendiri Mataram Islam," ujar Anies kepada para wartawan.

 

Mengingatkan

Anies juga mengingatkan bahwa cakra ini mengingatkannya pada tahun 2016, ketika ia menerima pengembalian cakra Pangeran Diponegoro yang telah diambil oleh Belanda pada tahun 1828. Terkait dengan tombak cakra yang baru saja diterimanya, Anies mengungkapkan bahwa ini adalah sebuah amanah. Cakra ini memiliki tulisan dua Asmaul Husna.

"Ini adalah amanah yang kami terima, dengan simbolik dan pesan dari dua kata kunci yang tertulis di cakra ini, yaitu Ar-Rahman dan Al-Malik," ujar Anies.

Menurut Anies, dua kata tersebut akan ia jaga dengan baik, seperti yang dilakukannya saat menjadi Gubernur Jakarta. Pada saat itu, Anies tidak membedakan siapa pun dalam memberikan perlakuan yang sama kepada semua orang.

"Kami berharap sifat Ar-Rahman dapat terus kami jaga. Sama seperti saat kami bertugas di Jakarta, kami tidak membedakan siapa pun, dan kami akan menggunakan kewenangan sebanyak-banyaknya untuk membawa keadilan kepada masyarakat," tambahnya.

EnamPlus