Warganet Ngamuk Beli Pertamax Dapat Pertalite, Imbas Kasus Korupsi Pertamina

Warganet mengungkapkan kemarahan melalui media sosial atas kasus dugaan korupsi Pertamina dengan modus mencampur RON 90 dan menjualnya sebagai RON 92 atau Pertamax.

oleh Agustin Setyo Wardani Diperbarui 26 Feb 2025, 10:39 WIB
Diterbitkan 26 Feb 2025, 10:05 WIB
Tersangka Pertamina.
Salah satu tersangka di kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah Pertamina. (Foto: Istimewa)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Warganet mengungkapkan kemarahannya atas kasus korupsi Pertamina yang kini tengah ditangani Kejaksaan Agung. Sebelumnya Kejaksaan Agung mengungkap salah satu modus korupsi yang dilakukan adalah dugaan pencampuran Pertalite yang dijual sebagai Pertamax.

Kejaksaan Agung menyebutkan, dalam pengadaan produk kilang oleh PT Pertamina Patra Niaga, tersangka Riva Siahaan sebagai Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga diduga melakukan pembelian untuk RON 92, padahal yang sebenarnya dibeli adalah RON 90 atau lebih rendah.

Selanjutnya, RON 90 dilakukan blending atau pencampuran di storage atau depo agar menjadi RON 92. Praktik ini tidak diperbolehkan. Imbasnya, BBM Pertamax yang dijual di masyarakat disebut merupakan Pertalite.

Hal ini membuat masyarakat merasa marah karena selama ini telah dibohongi saat melakukan pembelian Pertamax.

Kemarahan diungkapkan melalui media sosial, termasuk X alias Twitter. Bahkan, saking banyaknya cuitan tentang hal ini, Pertamax pun menjadi salah satu trending topic di linimasa X, Rabu (26/2/2025).

"Jadi selama ini saya sudah patuh ngisi pake Pertamax, ternyata itu Pertalite?" kata warganet @ism****.

"Bahkan saat berniat baik pakai Pertamax karena merasa tak berhak disubsidi pun, kita tetap ditipu di negara ini," kata aktivis @Dandhy_Laksono.

Hal ini pun diamini oleh banyak pengguna Twitter lainnya. Ada warganet yang kesal karena nilai kerugian yang dihitung hanya kerugian negara, sementara masyarakat yang selama ini dibohongi dengan Pertamax yang ternyata Pertalite tidak disebut sama sekali.

"Hal yang paling menyedihkan dari kasus Pertamax dioplos adalah, mereka cuman menyebutkan kerugian negara Rp 193,7 T. Mereka sama sekali ga nge-mention kerugian masyarakat yang beli Pertamax selama rentang kecurangan itu dilakukan," kata netizen @dea****.

 

Sengaja Beli Pertamax karena Ingin Subsidi Tepat Sasaran, Malah Dibohongi

Kejagung.
Salah satu tersangka di kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah Pertamina. (Foto: Istimewa)... Selengkapnya

Ada juga warganet yang mengeluhkan tabahnya rakyat Indonesia yang selalu dicurangi setiap hari.

"Betapa tabahnya menjadi rakyat Indonesia yang dicurangi, dibohongi, dan ditipu setiap hari," tulis @ede****.

"Yang rugi ini kami pengguna Pertamax. Sudah sengaja bantu negara dengan tidak gunakan pertalite sekalian biar mesin bersih, gak tahunya kita ditipu," tulis netizen lainnya @Fr***.

Keluh kesah lainnya juga dialamatkan atas kasus ini.

"Kalau naik motor ya belinya Pertamax. Salah satu alasannya berharap subsidi kepakai buat orang yang lebih membutuhkan. Jebul dikorupsi, pengen misuh," kata @yun****.

Ada pula warganet yang menyebut apa yang dilakukan Pertamina sebagai hal kejam.

"Saya ojol dan setiap isi bahan bakar saya selalu isi Pertamax. Pikir saya agar motor lebih awet karena memakai bahan bakar yang sesuai RON. Kalau hal ini kejadian di seluruh pom Pertamina, sungguh kejam tindakan yang bersangkutan karena mendzalimi banyak orang," kata netizen @ster****.

 

 

 

Isu Pertamax Oplosan Dibantah Pertamina.

Isu mengenai dugaan oplosan Pertamax yang beredar belakangan ini telah dibantah oleh PT Pertamina (Persero). PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa tidak ada pencampuran bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dengan Pertalite. Perusahaan juga memastikan bahwa Pertamax yang beredar di masyarakat sudah memenuhi standar spesifikasi yang ditetapkan.

Bantahan Pertamina Soal Isu Oplosan BBMVice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyatakan bahwa narasi terkait oplosan Pertamax dan Pertalite tidak sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh Kejaksaan Agung. Pernyataan ini disampaikan saat ditemui di Gedung DPD RI, Jakarta, Selasa.

Menurut Fadjar, terjadi kesalahpahaman dalam memahami pemaparan yang disampaikan oleh Kejaksaan Agung. Ia menjelaskan bahwa yang dipermasalahkan bukanlah pencampuran Pertalite menjadi Pertamax, melainkan terkait dengan proses pembelian BBM jenis RON 90 dan RON 92.

Perbedaan RON 90 (Pertalite) dan RON 92 (Pertamax)

Sebagai informasi, RON 90 adalah bahan bakar dengan angka oktan 90 yang dikenal sebagai Pertalite, sementara RON 92 merupakan Pertamax.

Fadjar menegaskan bahwa Pertamax yang dijual kepada masyarakat telah melalui pengujian dan memenuhi standar spesifikasi yang berlaku.

Pemeriksaan terhadap spesifikasi BBM dilakukan oleh Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

"Kami memastikan bahwa produk yang beredar di masyarakat sesuai dengan spesifikasinya masing-masing," tegasnya dikutip dari ANTARA, Selasa (25/2/2025).

 

Perbedaan Pertamax dan Pertalite

Perbedaan utama antara Pertamax dan Pertalite terletak pada angka oktan (RON). Pertamax memiliki RON minimal 92, sementara Pertalite memiliki RON 90. Perbedaan ini berpengaruh pada performa mesin dan efisiensi bahan bakar.

Pertamax, dengan RON yang lebih tinggi, memberikan pembakaran yang lebih sempurna dan efisien. Ini menghasilkan performa mesin yang lebih baik dan konsumsi bahan bakar yang lebih irit. Pertalite, dengan RON 90, cocok untuk kendaraan dengan spesifikasi mesin yang sesuai.

Pertamina telah secara konsisten mengklarifikasi perbedaan kedua produk ini untuk mencegah kesalahpahaman di masyarakat. Konsumen disarankan untuk memilih jenis bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan masing-masing untuk mendapatkan performa dan efisiensi optimal.

Kesimpulannya, Pertamina telah membantah tegas isu oplosan Pertamax. Perbedaan antara Pertamax dan Pertalite adalah hal yang nyata dan telah dijelaskan secara rinci oleh Pertamina.

Pertamax dengan keunggulannya tetap menjadi pilihan tepat bagi kendaraan yang direkomendasikan untuk mendapatkan performa dan efisiensi bahan bakar yang optimal.

Infografis Pergulatan dan Wacana Pertamax Jadi BBM Bersubsidi Gantikan Pertalite. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Pergulatan dan Wacana Pertamax Jadi BBM Bersubsidi Gantikan Pertalite. (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya