Liputan6.com, Jakarta - Nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih dianggap sebagai figur yang mampu mengembalikan kejayaan Partai Demokrat seperti saat Pemilu 2004 dan 2009 lalu. Untuk itu, mantan Presiden RI tersebut kembali dijagokan menjadi Ketua Umum (Ketum) Demokrat pada Kongres Partai Demokrat yang akan berlangsung tahun 2015 mendatang.
Menurut Ketua DPP Partai Demokrat Andi Nurpati, selain lantaran figurnya yang masih melekat, SBY juga dinilai memiliki waktu lebih banyak sejak tak lagi menjabat sebagai presiden.
"Apalagi Pak SBY dianggap punya waktu yang banyak untuk Partai, untuk memenangkan pemilu selanjutnya dan kejayaan Demokrat," ujar Andi Nurpati di Jakarta, Jumat (31/10/2014).
Dia menambahkan, meski memiliki sejumlah kader yang dinilainya cukup potensial memimpin Demokrat seperti Ketua Harian Syarief Hasan dan mantan KSAD Pramono Edhie Wibowo, tapi sosok SBY masih tidak bisa digantikan oleh masyarakat pemilih partainya.
"Kalau saya mendengarkan aspirasi di daerah, banyak daerah yang minta (SBY) maju kembali (di Kongres Partai Demokrat). Figur SBY belum bisa dilepaskan dari Demokrat," pungkas Andi Nurpati.
SBY dikenal sebagai pendiri Demokrat. Dia kini kembali menjabat Ketum Demokrat selepas Anas Urbaningrum. Lewat kendaraan partai berlambang mercy tersebut, SBY berhasil terpilih sebagai Presiden RI sebanyak 2 kali berturut-turut. Mantan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) itu baru saja lengser dari jabatannya sebagai Presiden pada 20 Oktober 2014 lalu. (Sss)
SBY Kembali Dijagokan Jadi Ketum di Kongres Demokrat 2015
Selain figurnya yang masih melekat, SBY juga dinilai memiliki waktu lebih banyak untuk memimpin Demokrat sejak tak menjabat presiden.
Diperbarui 31 Okt 2014, 19:56 WIBDiterbitkan 31 Okt 2014, 19:56 WIB
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
Produksi Liputan6.com
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Dari Jakarta ke Samarkand: WNI Perkenalkan Warisan Imam Bukhari untuk Dunia Muslim
Hasil Liga Inggris: Kalahkan Manchester City di Etihad, Liverpool Jauhi Kejaran Rival
Tujuan Infus dan Manfaatnya bagi Kesehatan Pasien
Bolehkah Makmum Masbuq Tak Baca Al-Fatihah karena Imam Keburu Rukuk? Ini Penjelasan UAH
Geger Penemuan Mayat Bayi Dekat Kampus Untirta Banten
Kemenag Siapkan Aturan Baru, Zakat Usaha Produktif Akan Diatur Secara Terpisah dengan Mal dan Fitrah
Resep Pecak Ikan Nila: Hidangan Lezat Khas Betawi yang Menggugah Selera
Mengenal Warung Tumpang Koyor Mbah Rakinem, Kuliner Khas di Salatiga
Cuaca Mulai Membaik, 7 Kawasan Wisata Nonpendakian di Gunung Rinjani Dibuka Kembali
Ingin Hati Lebih Tenang? Lakukan Ini sebelum Tidur Kata Ustadz Adi Hidayat
Truk Maut di Sungai Segeti Berhasil Dievakuasi, 9 Orang Masih Hilang
Kiat Puasa Sehat untuk Penderita Penyakit Komorbid