Awal Puncak Arus Mudik Diprediksi Hari Ini, Jalanan Jakarta Mulai Sepi

Arus mudik lebaran 2025 diprediksi terjadi hari ini, Jumat 28 Maret 2025. Sebagian pekerja sudah meminta izin cuti untuk memulai perjalanan pulang kampungnya.

oleh Muhammad Radityo Priyasmoro Diperbarui 29 Mar 2025, 17:19 WIB
Diterbitkan 28 Mar 2025, 09:20 WIB
Suasana Arus Balik Lebaran 2023 di Terminal Lebak Bulus
Pemudik arus balik Lebaran Idul Fitri 2023 berjalan saat tiba di Terminal Lebak Bulus, Jakarta, Rabu (26/4/2023). (Liputan6.com/Johan Tallo)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Arus mudik lebaran 2025 diprediksi terjadi hari ini, Jumat 28 Maret 2025. Sebagian pekerja sudah meminta izin cuti untuk memulai perjalanan pulang kampungnya.

Salah satunya Galuh, pekerja asal Jakarta yang sehari-harinya melaju dari rumahnya di Bekasi. Dia memilih berangkat ke kampung halaman sehari sebelum puncak arus mudik lebaran.

Menurut dia, meski situasi jalanan belum terlalu padat, namun cukup sulit mencari rest area yang sepi.

"Rest area lumayan penuh semua, jadi bingung mau istirahat," kata Galuh yang baru saja tiba di kampung halamannya di Banjarnegara, Jumat (28/3/2025).

Mengutip siaran pers PT Jasa Marga (Persero) Tbk. diketahui sebanyak 955.923 kendaraan sudah meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-10 sampai dengan H-5 libur Idul Fitri 1446H/2025.

Jumlah tersebut adalah angka kumulatif dari yang tercatat dari tanggal 21-26 Maret 2025 dari arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikampek Utama (menuju arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (menuju arah Bandung), GT Cikupa (menuju arah Merak), dan GT Ciawi (menuju arah Puncak).

Imbas puncak arus mudik tersebut, Jakarta yang biasanya macet pada pagi hari, hari ini di beberapa titik sudah tidak terjadi.

Hal itu diakui oleh Yandhika, seorang pekerja yang berkantor di dekat Bundaran Hotel Indonesia. Dia menyampaikan, biasanya membutuhkan waktu tempuh hingga 1,5 jam berkendara. Namun hari ini tidak ada kemacetan sehingga bisa tiba lebih cepat.

"Saya berangkat dari Ciledug, tidak sampai satu jam sudah sampai, mungkin 40 menit saja," kata dia yang berkendara dengan mobil tersebut.

 

Promosi 1

LRT Sudah Sepi

LRT Jabodebek. (Foto: LRT)
LRT Jabodebek. (Foto: LRT)... Selengkapnya

Senada dengan itu, Ayu seorang pekerja yang biasa menggunakan moda transportasi LRT merasakan hal yang sama. Jika biasanya dirinya sulit mendapatkan tempat duduk saat memulai perjalanan dari Ciracas, hal itu tidak berlaku hari ini.

"Hari ini kereta tidak penuh, saya saja bisa dapat duduk," ujar dia.

Sementara itu, akun X TMC Polda Metro Jaya juga mencuitkan sejumlah ruas jalan di Jakarta yang tidak lagi padat. Seperti situasi arus lalu lintas di Jl Rasuna Said arah Menteng terpantau lancar pada pukul 07.29 WIB.

Selain itu, TMC Polda Metro Jaya juga melaporkan situasi arus lalu lintas di Traffic Light Tugu Tani Jakpus terpantau lancar pada pukul 07.00 WIB. Begitu juga di Samping Plaza Mandiri Jl Gatot Subroto Jaksel terpantau lancar pada pukul 06.32 WIB.

Polri Siapkan Strategi untuk Memperlancar Arus Mudik Lebaran 2025

Skema Ganjil Genap akan Diterapkan di Ruas Tol Cikampek hingga Kalikangkung
Foto udara sejumlah kendaraan pemudik saat memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama menuju arah Tol Cipali di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (6/4/2024). (Liputan6.com/Herman Zakharia)... Selengkapnya

Jelang arus mudik Lebaran 2025, semua pihak bersiap untuk mempersiapkan keteraturannya di mana puncaknya diprediksi pada 28-30 Maret 2025.

Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Raden Slamet Santoso mengatakan, jumlah kendaraan se-Indonesia saat ini hampir mencapai 164 juta. Sedangkan, kapasitas jalan yang ada pertumbuhannya tidak sebanding.

Karena itu, dengan adanya pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas, diharapkan oleh Korlantas Polri dapat mengurangi beban di jalan.

"Pembatasan kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas dikeluarkan melalui SKB, karena jenis kendaraan ada lima, mulai dari sepeda motor, mobil penumpang, bus barang, dan angkutan lainnya. Dari 164 juta kendaraan tadi, itu bisa kita kurangi dengan adanya pembatasan angkutan barang," kata Slamet Santoso, Rabu (26/3/2025).

Lalu, berkaitan dengan prediksi cuaca dan kondisi laut yang tidak menentu di penyebrangan pelabuhan, dirinya berharap agar tidak terjadi penumpukan. Untuk menghindari terjadinya penumpukan, pihaknya akan menerapkan sistem penundaan (delaying system) pada bufferzone yang sudah disediakan.

"Penyebrangan kondisi laut itu di penyebrangan kurang bagus, sedangkan para penumpang atau kendaraan sudah masuk. Oleh karena itu, perlu ada delaying system sehingga kita memiliki buffer zone," jelasnya.

"Misalnya, di Pelabuhan Merak, kendaraan tidak bisa menyeberang. Kami sudah menyiapkan delaying system di tiga dermaga, kemudian di Rest Area KM 68, KM 43, dan KM 13. Nanti, masyarakat yang akan menyeberang, jika cuacanya kurang bagus, akan kami tunda dulu," tambahnya.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya