Awas, Barang di Rumah Pun Bisa Sebabkan Polusi!

Polusi tak hanya terjadi di luar rumah Anda. Jika Anda melihat kembali kondisi di dalam rumah, banyak bahan kimia berbahaya bagi kesehatan.

oleh boyleonard diperbarui 30 Mei 2017, 18:54 WIB
Diterbitkan 30 Mei 2017, 18:54 WIB
20170529-penyebab polusi di rumah-rumahcom-boy
Polusi tak hanya terjadi di luar rumah Anda. Jika Anda melihat kembali kondisi di dalam rumah, banyak bahan kimia berbahaya bagi kesehatan.... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Anda selalu mengira kondisi di luar rumah lebih berbahaya bagi kesehatan. Banyaknya polusi udara yang berasal dari knalpot kendaraan membuat udara tak lagi bersih dan aman untuk dihirup.

Padahal, polusi tak hanya terjadi di luar rumah Anda. Jika Anda melihat kembali kondisi di dalam rumah, banyak bahan kimia berbahaya bagi kesehatan. Seperti dikutip dari Rumah.com, berikut ini contohnya.

Produk pembersih

Pembersih lantai, pembersih kamar mandi, dan pembersih kaca mengandung bahan kimia yang berfungsi sebagai pembunuh kuman. Masalahnya, aroma bahan kimia ini cenderung tajam sehingga berisiko membuat saluran pernapasan Anda menjadi sesak. Bahkan, bahan kimia ini juga berbahaya bagi anak-anak.

Atasi dengan:

Minimalkan kontak langsung dengan bahan-bahan ini, misalnya dengan menggunakan sarung tangan saat membersihkan lantai kamar mandi atau saat membersihkan jendela.

Jauhkan pula bahan pembersih dari jangkauan anak, dengan cara menyimpannya di dalam lemari tertutup. Selain itu, pastikan setiap kemasan tertutup rapat agar aromanya tidak menguar di ruangan rumah dan selalu gunakan sesuai dengan petunjuk yang ada di kemasan.

Detergen dan pemutih pakaian

Tak hanya aromanya yang kuat, pemutih dan beberapa detergen banyak yang menyebabkan polusi air alias tidak ramah lingkungan.

Tak sedikit pula detergen yang bahan kimianya cukup keras sehingga menyebabkan tangan Anda menjadi panas dan perih saat terpapar detergen.

Atasi dengan

Pilih detergen yang larut dengan air dan ramah lingkungan—bukan yang busanya melimpah. Jika memang Anda sudah menggunakan detergen yang tepat dan mencuci dengan benar, Anda tak lagi membutuhkan pemutih setiap saat.

Insektisida

Banyak obat nyamuk yang mengandung insektisida atau pembasmi serangga dan bahan kimianya membuat gangguan saluran pernapasan. Selain itu, cairan penangkal serangga yang dioleskan pada kulit cenderung membuat kulit menjadi kering dan perih.

Atasi dengan

Daripada setiap hari Anda harus menyemprotkan obat nyamuk di kamar Anda, sebaiknya jaga kebersihan kamar. Pastikan tak ada pakaian yang menggantung, bersihkan bawah ranjang, dan jangan biarkan buku bertumpuk agar tak menjadi sarang nyamuk.

Selain itu, jangan selalu menggunakan obat nyamuk oles, sebaiknya gunakan olive oil, virgin coconut oil, atau minyak serai—yang aromanya tak disukai nyamuk—untuk dioleskan pada kulit.

(Simak juga: Cegah Timbulnya Alergi di Rumah dengan Cara Ini)

Pengharum ruangan

Ada beberapa pengharum ruangan yang sangat harum—termasuk yang berbentuk lilin dan kadang mengandung parafin. Jika aromanya terlalu tajam, pengharum ruangan malah membuat Anda susah untuk bernapas dengan lega.

Atasi dengan

Gunakan pengharum ruangan alami, misalnya menggunakan bunga segar atau bakarlah sebatang vanila agar aromanya menyebar di seluruh ruangan. Membakar kayu manis juga akan membuat ruangan menjadi lebih harum.

Banyak perumahan baru membangun lingkungan yang bersih dan sehat, dengan sistem cluster. Tertarik memiliki rumah baru? Simak pilihan rumah baru di seluruh Indonesia dengan harga di bawah Rp500 Juta di sini.

Foto: Pixabay

Rina Susanto

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya