Liputan6.com, Pontianak - Kecelakaan tambang yang menelan korban jiwa kembali terjadi di Tanah Air. Sedikitnya 18 orang warga tewas tertimbun akibat tambang emas yang diduga ilegal itu runtuh saat mereka menggali emas di kawasan Gua Boma, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Sabtu 4 Oktober 2014.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, Minggu (5/10/2014), menyebutkan bahwa para korban adalah karyawan dan pendulang yang sedang melakukan penambangan emas. Diduga, penambangan emas tersebut dilakukan tanpa izin atau penambangan emas ilegal.
Para korban sebagian besar adalah laki-laki, yakni sebanyak 16 orang dan 2 lainnya berjenis kelamin perempuan.
Ketika dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut, anggota Polsek Monterado Brigadir Polisi Suprianus membenarkan informasi itu. Adapun Kecamatan Monterado berbatasan dengan Kota Singkawang.
Merujuk data Dinas Pertambangan, Energi dan Sumberdaya Mineral, Kabupaten Bengkayang, daerah itu memiliki kandungan emas alluvial dengan sumber daya terukur 35 juta meter kubik, kadar Au 169 mgr per meter kubik atau 0,005 oz Au setiap meter kubik.
Sementara itu, data dari laman muhlissuhaeri.blogspot.com mencatat penambangan emas tanpa izin (PETI) di sekitar Singkawang itu tak lepas dari sejarah Monterado sebagai pusat penambangan emas pada abad ke-18.
Mary Sommers Heidhues dalam bukunya berjudul Goldiggers, Farmers and Traders in the Chinese Districts of West Kalimantan menulis bahwa kerajaan Sambas mendatangkan para pekerja dari China demi kebutuhan pertambangan mereka dan Monterado menjadi pusat pertambangan emas saat itu. (Ant)
Tambang Emas Monterado-Bengkayang Runtuh, 18 Orang Tewas
Para korban adalah karyawan dan pendulang yang sedang menambang emas di kawasan Gua Boma, Monterado, Kabupaten Bengkayang, Kalbar.
Diperbarui 05 Okt 2014, 07:04 WIBDiterbitkan 05 Okt 2014, 07:04 WIB
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
Produksi Liputan6.com
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Cegah Pencurian, Polisi Gelar Patroli Rumah Kosong di Jakarta Timur
Rekomendasi Tempat Wisata di Sekitar Jalan Tol Trans Sumatera, Mulai dari Alam hingga Religi
Asalnya Ular Berbisa di Pulau Ular Ilha da Queimada Grande
Selenggarakan Sholat Jumat di Masjid Perusahaan, Apakah Sah? Buya Yahya Menjawab
Tinjau Stasiun hingga Bandara, Menhub Dudy Pastikan Kesiapan Arus Balik Lebaran 2025
Mengenal Farro, Si Gandum Kuno Kaya Nutrisi yang Dikonsumsi Penganut Diet Slow Aging
Kisah Pilu Nenek Nawasih di Jember Tewas Terbawa Arus Sungai Saat Hendak Menerima Zakat
Cara Bikin Lontong yang Pulen dan Tidak Mudah Keras, Dijamin Anti Gagal
Puasa Syawal 2025 Sampai Kapan? Catat Jadwalnya agar Tidak Terlewat
14.485 Wisatawan Kunjungi Kepulauan Seribu Selama Libur Lebaran 2025
Mengenal Barong Ider Bumi, Tradisi Tolak Bala Suku Osing Usai Lebaran
Mengenal Hujan Meteor Lyrid yang Akan Hiasi Langit pada April 2025