Liputan6.com, Jakarta - Ketua Mahkamah (MK) Hamdan Zoelva mengaku akan mengikuti proses seleksi hakim konstitusi. Ia menyatakan sudah tak mempermasalahkan keberadaan dua orang panitia seleksi (Pansel), Todung Mulya Lubis dan Refly Harun yang dianggap mempunyai konflik kepentingan di Pansel.
"Ya saya lihat saja proses berikutnya, apa yang akan dilakukan pansel," kata Hamdan di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (19/12/2014).
Hamdan berujar, dirinya tak mencalonkan diri secara pribadi untuk kembali menjadi hakim MK. Namun ia mengungkapkan, dirinya mendapat laporan bahwa dicalonkan oleh beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk kembali menjadi hakim MK dari pihak Sekretariat Negara.
"Ya saya katakan, saya sangat menghargai para tokoh dan LSM itu yang mendaftarkan. Sehingga terdaftarlah nama saya di situ," ujarnya.
Selain itu, mantan politisi PBB itu pun membantah, tak mencalonkan dirinya langsung sebagai hakim konstitusi secara pribadi karena keberadana Todung dan Refly.
"Bukan itu, saya hanya tidak elok kalau mendaftar, sementara saya menjabat hakim MK. Saya rasa kurang elok sebagai hakim yang sedang menjabat dan ketua MK ikut mendaftarkan diri," jelas dia.
Bantah Tolak Refly dan Todung
Hamdan Zoelva mengatakan, tak pernah ada dalam surat yang dilayangkan MK kepada Presiden Joko Widodo soal penolakan Todung Mulya Lubis dan Refly Harun masuk dalam Panitia Seleksi calon Hakim Kontitusi, bentukan lembaga eksekutif.
"Saya tegaskan MK tidak pernah mengirim surat keberatan atau penolakan terhadap panitia seleksi. Hanya pertimbangan atas dua nama itu," kata Hamdan.
Hamdan menuturkan, pihaknya hanya memberi tahu kepada Presiden bahwa Todung dan Refly merupakan pihak yang aktif beracara di MK. Bahkan saat ini ada beberapa perkara yang mereka tangani dan masih bergulir di MK.
"Ini lho ada dua anggota pansel yang sering berperkara di MK dan saat ini masih ada perkaranya, jadi silakan Presiden pertimbangkan," beber Hamdan.
Hamdan mengaku jika dirinya sadar betul bahwa pemilihan anggota pansel adalah kewenangan penuh presiden. Tetapi, MK juga berkewajiban mengingatkan presiden.
Hamdan Zoelva akan habis masa jabatannya sebagai Hakim MK pada Januari 2015 mendatang. (Ali)
Hamdan Zoelva: Tak Elok Rasanya Ikut Mendaftar Hakim MK
Hamdan mengungkapkan dirinya dicalonkan oleh beberapa LSM untuk kembali menjadi hakim MK.
Diperbarui 20 Des 2014, 08:00 WIBDiterbitkan 20 Des 2014, 08:00 WIB
Hamdan Zoelva lahir dari pasangan TG. KH. Muhammad Hasan, BA, yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukhlisin di Bima, dan Hj. Siti Zaenab (Liputan6.com)... Selengkapnya
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
Produksi Liputan6.com
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Lintasan Jawa-Bali Siaga Cuaca Ekstrem di Arus Balik Lebaran 2025
VIDEO: 18 Ribu Wisatawan Padati Pantai Ancol di Hari Kelima Lebaran
Aplikasi Apple TV Resmi di Android, Berapa Harga Langganan di Indonesia?
Diduga Berlaku Tak Senonoh, Real Madrid Ketakutan 4 Pemainnya Dapat Skorsing Jelang Lawan Arsenal
Siapa Sangka, 3 Sosok Besar Ini Jadi Pengisi Suara Kambing di Film JUMBO
7 Potret Elma Agustin Eks Girlband Princess Resmi Mualaf, Lebaran Perdana
Punya Penghuni Baru 3 Bayi Harimau, Solo Safari Gelar Sesi Menyusui dan Edukasi di Libur Lebaran
Nyeleneh! Jessica Simpson Sarankan Penyanyi Minum Sperma Ular Demi Suara Merdu
Lebih Sehat Minyak atau Mentega? Simak Fakta dan Jawaban Profesor IPB yang Harus Kamu Tahu!
Apa yang Terjadi Jika Tidak Membayar Zakat Fitrah? Ini Penjelasannya
Model Hijab Segi Empat Terbaru 2025, Bikin Lebaranmu Fresh dan Gak Bosenin
Siaran Langsung Jadwal Serie A 2024/25 di Vidio Akhir Pekan Ini