Liputan6.com, Palu - Kelompok sipil bersenjata yang diduga pimpinan Santoso kembali baku tembak dengan tim gabungan TNI dan Polri di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Senin (26/1/2015) sekitar pukul 09.30 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun pengejaran terus dilakukan.
Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto mengatakan, aksi baku tembak itu terjadi di Dusun Ratung Raya, Kecamatan Poso Pesisir Selatan. Sebelum terjadi baku tembak ada laporan warga sekitar Dusun Ratung Raya yang mendengar suara letusan senjata api sebanyak 3 kali di areal perkebunan dusun tersebut.
Dari adanya suara itu, warga yang mendengar letusan itu kemudian melapor ke personel TNI dan Polri yang sedang melakukan patroli di desa.
"Adanya aporan anggota langsung menuju titik suara letusan senjata. Saat tiba, anggota berpapasan dengan kelompok tersebut, sehingga baku tembak terjadi dan kelompok itu melarikan diri," terang Hari yang dikonfirmasi di Palu.
Sampai saat ini, belum dilaporkan ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, pengejaran terus dilakukan dengan menysisir areal perkebunan sekitar TKP.
"Beberapa anggota sudah melakukan olah TKP dan pengejaran. Untuk temuan dalam olah TKP belum ada. Yang pasti, dalam kelompok tersebut terlihat empat orang," jelas Hari.
Meski begitu ia tak bisa memastikan apakah dalam kelompok tersebut terlihat buronan kasus teroris lainnya. "Belum ada laporan kalau dalam kelompok itu terlihat Santoso, Daeng Koro, dan Basri yang merupakan buronan nomor satu TNI dan Polri," tandas Hari.
Sebelumnya, 3 warga di Desa Tangkura bernama Dolfis Alipa (22) Heri Tobio (55) dan Aditya Tetembu (38) ditemukan tewas saat akan pulang dari kebunnya, Kamis 15 Januari 2015 lalu. Penembakan dan pembacokan ke tiga warga Desa Tangkura tersebut, diduga dilakukan oleh kelompok sipil bersenjata pimpinan Santoso. (Mut)
Kelompok Santoso Baku Tembak dengan TNI-Polri di Poso
Kelompok sipil bersenjata yang diduga pimpinan Santoso kembali baku tembak dengan tim gabungan TNI dan Polri di Kabupaten Poso.
Diperbarui 26 Jan 2015, 17:35 WIBDiterbitkan 26 Jan 2015, 17:35 WIB
Kelompok sipil bersenjata yang diduga pimpinan Santoso kembali baku tembak dengan tim gabungan TNI dan Polri di Kabupaten Poso. (Dio Pratama/Liputan6.com)... Selengkapnya
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
EnamPlus
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Apa Bedanya Probiotik dan Prebiotik? Kenali Lebih Dalam Kunci Kesehatan Pencernaan
Donald Trump Kenakan Tarif 32 Persen untuk Indonesia, Ini Usul Apindo
Perumda Dharma Jaya Gandeng Swasta, Jamin Harga Daging di Pasaran Terjangkau
Warga Manado Dikejutkan dengan Guncangan Gempa Bumi M6,0 di Ternate
Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan Capai 900 Meter
10 Cara Menghadapi Body Shaming dari Keluarga, Terapkan Saat Kumpul Lebaran
Libur Lebaran 2025, Kota Tua Jakarta Ramai Dikunjungi
Arti "Upgrade", Memahami Konsep dan Manfaatnya dalam Berbagai Aspek Kehidupan
Pasar Kripto Bergejolak, Bitcoin Terkoreksi Imbas Kebijakan Tarif Donald Trump
Kapolri Bantah Jurnalis Asing Wajib Punya Surat Keterangan Kepolisian
Kenali Berbagai Jenis Body Shaming dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Mental
Donald Trump Terapkan Tarif Impor 32 Persen ke Indonesia, Akankah Surplus Dagang RI Terjaga?