Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memutuskan memperpanjang program pemutihan pajak kendaraan. Alasannya pun diungkap.
“Pertama dari sisi jangka waktu terlalu mepet ya. Karena melayani hampir 6 juta wajib pajak yang nunggak itu kan bukan perkara gampang. Saya melihat timbul antrian yang begitu panjang dan itu merepotkan baik petugas atau para wajib pajak. Sehingga agar tidak terjadi antrian yang terlalu panjang. Maka waktunya diperpanjang, agar nanti jumlahnya tidak terlaku berdesak desakan dan bisa terlayani dengan baik semuanya," kata dia kepada wartawan, Rabu (2/4/2025).
Advertisement
Dedi menjelaskan, banyak masyarakat yang menunggak pajak bukan karena kemauan, tapi karena ketidak mampuannya membayar apalagi ditambah dendanya yang menumpuk bertahun-tahun. Ada yang 15 tahun, bahkan 18 tahun. Karena itu, program pemutihan pajak ini dihadirkan.
Advertisement
"Mereka tidak bayar karena ketidaksanggupan membayar utang dan kmd denda. Itukan, ada yang 15 tahun ada yang 18 tahun, paling sedikit kan 2 tahun. Kita kan tidak mungkin menunggu ketidaksanggupan itu, menjadi sanggup. Kan lebih baik dibebaskan, mereka bayar 1 tahun," ujar dia.
Dedi mengklaim kebijakan berhasil mendorong mereka untuk membayar pajak kendaraan.
"Dan itu terbukti kan. Ketika mereka membayar 1 tahun mereka berbondong-bondong membayar," ujar dia.
Harapan
Dedi mengharapkan tahun ini dari 6 juta penunggak, minimal 4 juta bisa lunas. Sehingga, tahun berikutnya mereka akan menjadi wajib pajak aktif. Artinya, pemasukan daerah dari pajak kendaraan bakal naik drastis.
"Maka pada tahun ini pasti ada peningkatan wajib pajak melakukan pembayaran. Tahun depan kita harapkan kalu misalnya dari 6 juta yang menunggak, itu kemudian nanti bisa membayar 4 juta. Berarti tahun ini ada tambahan pembayaran pajak sebanyak 4 juta wajib pajak kendaraan bermotor. Maka tahun depan yang 4 juta akan membayar," ucap dia.
Advertisement
Jawab Kritikan
Dalam kesempatan itu, Dedi juga menjawab soal kritikan terhadap program pemutihan pajak kendaraan. Menurut dia, masyarakat yang telah taat pajak tak usah khawatir, karena Dedi mengaku sedang menyiapkan kejutan bagi mereka.
"Itu sudah saya rumuskan. Tapi kan tidak boleh saya disebutin sekarang. Buat yang taat pajak juga nanti akan kita kasih surprise," ucap dia.
