Liputan6.com, Jakarta - Pertikaian antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan DPRD DKI Jakarta mencuri perhatian. Menurut pengamat politik Ray Rangkuti, langkah Ahok sudah tepat karena bertujuan untuk menyelamatkan uang rakyat.
"Pertikaian ini menegaskan kita bahwa parpol yang wujudnya di DPRD sebagian besar tidak berfungsi. Yang dibutuhkan publik itu menyelamatkan 12,1 triliun daripada hak angket DPRD. Meski cara Ahok menyalahi, tapi publik mendukung. Justru yang berbahaya adalah merampok dengan cara prosedural," ujar Ray di Jakarta, Kamis (12/3/2015).
Menurut dia, Ahok tidak bisa disalahkan jika bergaya marah-marah karena itu sudah menjadi gayanya.
"Definisi arogan hanya isu yang dilekatkan padanya. Dia kan mau menyelamatkan uang negara, sudah benar seperti itu. Lihat saja tipikal Ahok, pemimpin yang bersih dan membersihkan. SKPD-nya dibersihkan. Ini harus ada yang seperti ini," jelas Ray.
Menurut Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) itu percaya dengan adanya kasus ini masyarakat akan makin terbuka matanya. "Saya percaya dengan kasus ini masyarakat makin sehat, masyarakat makin bisa mengawasi jalannya APBD. Ini membuat makin transparan. Membongkar hal yang lazim selama ini," tandas dia.
Polemik antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dengan DPRD DKI Jakarta bermula dari pengajuan anggaran APBD melalui e-Budgeting yang dilayangkan Ahok ke Kemendagri tanpa adanya persetujuan DPRD DKI Jakarta.
DPRD menilai pengajuan anggaran e-Budgeting itu bak surat bodong. DPRD DKI Jakarta kemudian menggunakan hak angket terkait keputusan Ahok itu.
Ahok sendiri menekankan e-Budgeting bisa diajukan tanpa tanda tangan DPRD DKI Jakarta. Ahok juga menyatakan sengaja tidak meminta persetujuan dana APBD agar "dana siluman" pengadaan alat UPS senilai Rp 12,1 triliun yang telah dicoretnya tidak muncul lagi. Dirinya juga telah melaporkan dugaan "dana siluman" kepada KPK agar segera diusut tuntas. (Ado/Riz)
Pengamat: Meski Caranya Salah, Ahok Ingin Selamatkan Uang Negara
Menurut pengamat politik Ray Rangkuti, langkah Ahok sudah tepat karena bertujuan untuk menyelamatkan uang rakyat.
Diperbarui 12 Mar 2015, 22:17 WIBDiterbitkan 12 Mar 2015, 22:17 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri) dan dan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi. (Liputan6.com/Herman Zakharia)... Selengkapnya
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
Produksi Liputan6.com
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Prediksi Liga Inggris Chelsea vs Tottenham Hotspur: Duel 2 Tim Limbung
Ruben Onsu Mualaf di Idulfitri: Doa Haru dan Dukungan Sahabat
Donald Trump Terapkan Tarif Impor 32 Persen untuk Produk Indonesia
Harga Kripto Hari Ini 3 April 2025: Bitcoin Cs Masih Terkoreksi
6 Resep Brownies Chocolatos Kukus, Murah dan Praktis dengan Takaran Sendok
Arus Balik Lebaran 2025: Ini Doa-Doa agar Selamat Selama Perjalanan Pulang Mudik
Top 3 News: Aktor Senior Ray Sahetapy Berpulang, Ucapan Duka Datang dari Menbud dan Dasco DPR
Rekomendasi Gaya Foto Keluarga saat Lebaran Agar Tidak Gitu-Gitu Saja, Tampil Keren
Donald Trump Umumkan Tarif Baru 10 Persen, Perang Dagang Memanas
Mimpi Bertemu Ular? Simak Arti dan Maknanya Menurut Berbagai Perspektif
BYD Catat Penjualan Hampir 1 Juta Unit pada Kuartal 1 2025, Ekspor Melonjak 111%
Rekomendasi Destinasi Wisata di Yogyakarta, Jakarta dan Bandung: Libur Lebaran Makin Seru!