Liputan6.com, Jakarta - Sidang praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan eks direktur jenderal Pajak Hadi Poernomo atas KPK. Atas kekalahan tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK meminta agar KPK lebih berhati-hati dalam menentukan status tersangka seseorang.
"Namanya pengadilan, tentu ada yang menang dan ada yang kalah. Tapi itu juga positif, arti positifnya KPK sekarang harus betul-betul hati-hati. Jangan seperti zaman dulu, main tembak saja kadang-kadang," kata JK di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (28/5/2015).
Menurut JK, seorang tersangka diperbolehkan menggugat ke praperadilan, tidak membuat KPK makin tumpul. Mekanisme praperadilan bertujuan untuk mengawasi kinerja KPK, yang selama ini tidak ada pengawasan dari lembaga manapun.
"KPK bukan lebih tumpul, tapi akan menjadi pelajaran agar KPK itu betul-betul objektif dan kerja sesuai hukum. Jadi selama ini KPK tidak ada yang mengawasinya, jadi ternyata hukum juga bisa mengawasi pelaksanaan hukum yang lain," jelas JK.
Komjen Pol Budi Gunawan merupakan pejabat yang pertama menang atas KPK di gugatan praperadilan. Selanjutnya, mantan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin juga dikabulkan gugatan praperadilannya terkait kasus korupsi PDAM. Terakhir, mantan dirjen Pajak Budi Poernomo.
Namun, ada pula gugatan praperadilan yang dimenangkan KPK. Antara lain gugatan mantan menteri agama Suryadharma Ali, mantan menteri ESDM Jero Wacik, dan mantan ketua Komisi VII DPR Sutan Batoegana. (Rmn/Sun)
Kalah Lagi di Praperadilan, KPK Diminta Lebih Hati-hati
Menurut JK, seorang tersangka diperbolehkan menggugat ke praperadilan tidak akan membuat KPK makin tumpul.
Diperbarui 28 Mei 2015, 15:39 WIBDiterbitkan 28 Mei 2015, 15:39 WIB
JK juga membantah menerima sms dari Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, Kamis (8/5/14). (Liputan6.com/Faisal R Syam)... Selengkapnya
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
Produksi Liputan6.com
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Cegah Pencurian, Polisi Gelar Patroli Rumah Kosong di Jakarta Timur
Rekomendasi Tempat Wisata di Sekitar Jalan Tol Trans Sumatera, Mulai dari Alam hingga Religi
Asalnya Ular Berbisa di Pulau Ular Ilha da Queimada Grande
Selenggarakan Sholat Jumat di Masjid Perusahaan, Apakah Sah? Buya Yahya Menjawab
Tinjau Stasiun hingga Bandara, Menhub Dudy Pastikan Kesiapan Arus Balik Lebaran 2025
Mengenal Farro, Si Gandum Kuno Kaya Nutrisi yang Dikonsumsi Penganut Diet Slow Aging
Kisah Pilu Nenek Nawasih di Jember Tewas Terbawa Arus Sungai Saat Hendak Menerima Zakat
Cara Bikin Lontong yang Pulen dan Tidak Mudah Keras, Dijamin Anti Gagal
Puasa Syawal 2025 Sampai Kapan? Catat Jadwalnya agar Tidak Terlewat
14.485 Wisatawan Kunjungi Kepulauan Seribu Selama Libur Lebaran 2025
Mengenal Barong Ider Bumi, Tradisi Tolak Bala Suku Osing Usai Lebaran
Mengenal Hujan Meteor Lyrid yang Akan Hiasi Langit pada April 2025