Liputan6.com, Jakarta - Ketua Fraksi PDIP di MPR Ahmad Basarah menginginkan pemerintah meminta maaf pada Presiden Sukarno karena menuding Bapak Proklamator itu mendukung Partai Komunis Indonesia (PKI).
Namun, Putri dari Presiden Soeharto, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menilai, hal tersebut tidak perlu dilakukan. Karena Bung Karno semasa hidup hingga akhir hayatnya tetap dijunjung tinggi oleh seluruh elemen bangsa.
"Kenapa harus minta maaf, kan kita sejak awal selalu menjunjung tinggi beliau, dan zaman Pak Harto nama Presiden Sukarno kita abadikan menjadi nama bandara, agar seluruh dunia mengenal Sukarno dan mengingatnya," ujar Titiek di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2015).
Bagi Titiek, upaya menjujung tinggi para pendiri bangsa merupakan hal nyata yang wajib dilakukan bangsa ini untuk menghargai jasa-jasa para pendahulu. "Bangsa Indonesia tentu bisa menjadi bangsa yang menghargai para pendahulunya," imbuh Titiek.
Basarah sebelumnya meminta pemerintah Indonesia meminta maaf kepada Bung Karno. Menurut dia, Presiden Sukarno adalah korban peristiwa G30S/PKI. Akibat dari peristiwa tersebut, kekuasaan Presiden Sukarno dicabut melalui TAP MPRS XXXIII Tahun 1967 tertanggal 12 Maret 1967 dengan tuduhan telah mendukung G30S/PKI.
Dalam Pasal 6 TAP MPRS tersebut, lanjut dia, Pejabat Presiden Jenderal Soeharto diserahkan tanggung jawab melakukan proses hukum secara adil untuk membuktikan kebenaran dugaan pengkhianatan Presiden Sukarno. Namun hal tersebut tidak pernah dilaksanakan sampai Presiden Sukarno wafat tanggal 21 Juni 1970.
Karena itu, Kata Basarah, melalui TAP MPR No I Tahun 2003 Tentang Peninjauan Kembali Materi dan Status Hukum TAP MPRS/MPR sejak Tahun 1960-2002, TAP MPRS No XXXIII Tahun 1967 dinyatakan tidak berlaku lagi.
Sebelumnya, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 7 November 2012 telah memberikan anugerah sebagai Pahlawan Nasional kepada Bung Karno.
Menurut UU No 20 Tahun 2009 Tentang Gelar dan Tanda Jasa, syarat pemberian status gelar Pahlawan Nasional tersebut dapat diberikan kepada tokoh bangsa apabila semasa hidupnya tidak pernah berkhianat kepada bangsa dan negara. (Dms/Sun)
Titiek Soeharto: Bung Karno Tetap Dijunjung Tinggi
Putri Presiden Soeharto Siti Hediati Hariyadi menilai, pemerintah tidak perlu meminta maaf pada Bung Karno.
Diperbarui 05 Okt 2015, 17:11 WIBDiterbitkan 05 Okt 2015, 17:11 WIB
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
Produksi Liputan6.com
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Tinjau Stasiun hingga Bandara, Menhub Dudy Pastikan Kesiapan Arus Balik Lebaran 2025
Mengenal Farro, Si Gandum Kuno Kaya Nutrisi yang Dikonsumsi Penganut Diet Slow Aging
Kisah Pilu Nenek Nawasih di Jember Tewas Terbawa Arus Sungai Saat Hendak Menerima Zakat
Cara Bikin Lontong yang Pulen dan Tidak Mudah Keras, Dijamin Anti Gagal
Puasa Syawal 2025 Sampai Kapan? Catat Jadwalnya agar Tidak Terlewat
14.485 Wisatawan Kunjungi Kepulauan Seribu Selama Libur Lebaran 2025
Mengenal Barong Ider Bumi, Tradisi Tolak Bala Suku Osing Usai Lebaran
Mengenal Hujan Meteor Lyrid yang Akan Hiasi Langit pada April 2025
7 Tips Aman dan Nyaman Saat Perjalanan Pulang dari Kampung Halaman
Cerita Dedi Mulyadi Geram ke Kades Klapanunggal, Simak Kata Ustadz Khalid Basalamah soal Premanisme
Menlu Sugiono Harap Seluruh WNI yang Berada di Myanmar dalam Kondisi Baik
Sembunyikan Sabu di Alat Vital, Wanita Nekat Selundupkan Narkoba ke dalam Lapas Sukabumi