Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyampaikan bahwa, berdasarkan laporan dari Duta Besar RI di Myanmar, hingga saat ini tidak ada laporan mengenai warga negara Indonesia yang menjadi korban gempa. Ia juga berharap seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di sana berada dalam kondisi baik.
"Kita harap seluruh warga negara Indonesia yang ada di sana dalam kondisi yang baik," kata Sugiono saat melepas bantuan kemanusiaan untuk Myanmar seperti dikutip dari YouTube BNPB, Kamis (3/4/2025).
Advertisement
Sugiono menambahkan, hari ini pemerintah RI mengirimkan bantuan resmi untuk Myanmar dengan jumlah sekitar 124 ton barang senilai 1,2 juta USD.
Advertisement
"Kemudian berdasarkan hasil rapat dari kementerian luar negeri ASEAN juga, bahwa saat ini yang sangat dibutuhkan adalah shelter dan alat-alat serta obat-obatan, alat-alat kesehatan dan obat-obatan," ucapnya.
Sebelumnya dilaporkan, jumlah korban tewas akibat gempa besar yang melanda Myanmar hampir sepekan lalu meningkat pada hari Kamis (3/4/2025) menjadi 3.085 orang karena tim pencarian dan penyelamatan menemukan lebih banyak jenazah, kata pemerintah yang dipimpin militer, dan kelompok bantuan kemanusiaan bergegas untuk menyediakan perawatan medis dan tempat berlindung bagi para korban.
Dalam pernyataan singkatnya, seperti dikutip dari Associated Press (AP), militer mengatakan 4.715 orang lainnya terluka dan 341 orang hilang akibat gempa Myanmar.
4 Rumah Sakit Hancur Total
Laporan media lokal tentang korban jauh lebih tinggi daripada angka resmi dan dengan telekomunikasi yang terputus dan banyak tempat yang sulit dijangkau, diperkirakan jumlahnya dapat meningkat tajam saat informasi lebih lanjut masuk.
WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa menurut penilaian awalnya, empat rumah sakit dan satu pusat kesehatan telah hancur total. Sementara 32 rumah sakit dan 18 pusat kesehatan lainnya rusak sebagian.
"Dengan infrastruktur yang terganggu dan jumlah pasien yang melonjak, akses ke perawatan kesehatan menjadi hampir mustahil di banyak daerah yang paling parah terkena dampak," kata PBB. "Ribuan orang sangat membutuhkan perawatan trauma, intervensi bedah, dan pengobatan untuk wabah penyakit." ungkapnya
Advertisement
Sejumlah Rumah Sakit Beroperasi di Mandalay
Sebuah rumah sakit bergerak dari India dan rumah sakit gabungan Rusia-Belarusia juga kini beroperasi di Mandalay.
Dengan banyaknya orang yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa bumi, dan banyak lainnya yang menjauh dari rumah mereka karena takut gempa susulan yang terus berlanjut akan menghancurkan mereka, para pekerja di Naypyitaw bekerja keras dalam suhu 40 derajat Celsius (104 derajat Fahrenheit) dengan sibuk mendirikan tenda-tenda besar di lapangan terbuka untuk menyediakan tempat berteduh.
Di Mandalay, penduduk setempat memberikan irisan semangka kepada para relawan China yang sedang beristirahat dari panas.
Reporter: Muhammad Genantan Saputra
Sumber: Merdeka.com
