Sopir Truk Keluhkan Larangan Mobil Sampah DKI Lewat Bekasi

Truk-truk sampah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini harus memutar arah untuk menuju area tempat pembuangan sampah Bantar Gebang, Bekasi.

oleh Muhammad Ali diperbarui 21 Okt 2018, 13:38 WIB
Diterbitkan 21 Okt 2018, 13:38 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Buntut dari ancaman akan diberhentikan paksa oleh Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, sejumlah truk sampah milik DKI Jakarta bingung harus memilih jalur yang akan dilalui.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Minggu (21/10/2018), truk-truk sampah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini harus memutar arah untuk menuju area tempat pembuangan sampah Bantar Gebang, Bekasi.

Para sopir truk terpaksa mengalihkan rute yang sebelumnya dari tol barat sekarang melalui Cibubur dan melintas di Cileungsi, Kabupaten Bogor, lantaran adanya ancaman dari Pemkot Bekasi yang akan memberhentikan paksa truk sampah bila melewati kawasan Bekasi.

Kondisi ini jelas dikeluhkan para sopir truk. Karena selain jaraknya lebih jauh, ongkos tol kini juga jauh lebih mahal.

"Rutenya sekarang lewat Cibubur, operasionalnya juga lebih besar," kata sopir truk Yanto.

Penghentian truk sampah milik Pemprov DKI oleh petugas Dishub Pemkot Bekasi diakui Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi sebagai dampak belum dicairkannya dana hibah yang sudah seharusnya diterima Pemkot Bekasi di tahun anggaran 2018. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta akan segera bertemu Pemkot Bekasi untuk membahas permintaan dana sebesar Rp 2 triliun dalam pengelolaan sampah di Bantar Gebang itu.

Sebenarnya, Pemprov DKI mengklaim telah memenuhi kewajiban memberikan dana kompensasi kepada Pemkot Bekasi bulan Juni lalu. Namun, menurut Wali Kota Bekasi Rahmat Effendy, sejauh ini dana yang telah dicairkan Pemprov DKI hanyalah dana kompensasi uang bau untuk masyarakat sekitar TPS Bantar Gebang, namun untuk hibah pembangunan infrastruktur tak kunjung cair. (Muhammad Gustirha Yunas)

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya