Cuaca Hari Ini Kamis 12 Oktober 2023: Langit Jabodetabek Cerah Berawan Seharian

BMKG memprakirakan ada potensi hujan disertai angin kencang disebagian wilayah Bogor, pada sore nanti. Hal ini diungkap BMKG lewat peringatan dini cuaca.

oleh Maria Flora diperbarui 12 Okt 2023, 06:47 WIB
Diterbitkan 12 Okt 2023, 06:46 WIB
Ilustrasi Cuaca Jakarta Cerah Berawan
Ilustrasi Cuaca Jakarta Cerah Berawan

Liputan6.com, Jakarta Cuaca cerah terjadi di seluruh wilayah DKI Jakarta hari ini, Kamis (12/10/2023). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca dan cerah berawan bakal terjadi hingga malam nanti. 

Begitu pun untuk daerah penyangga Jakarta. BMKG mengungkap langit cerah berawan menyelimuti wilayah Bogor, Depok, Bekasi serta Tangerang pagi ini. 

Cuaca cerah tersebut diperkirakan terus berlangsung hingga malam, meski di sebagian wilayah Bogor akan diguyur hujan dibarengi angin kencang pada sore hari. 

"Waspada potensi hujan yang dapat disertai angin kencang pada skala lokal dan durasi relatif singkat antara sore hinga menjelang malam hari di sebagian wilayah Kab Bogor dan Kab Cianjur," jelas BMKG diperingatan dini cuaca hari ini, Kamis.

Berikut informasi prakiraan cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.go.id:

 Kota  Pagi  Siang  Malam
 Jakarta Barat  Cerah Berawan  Cerah Berawan   Cerah
 Jakarta Pusat  Cerah Berawan  Cerah Berawan   Cerah
 Jakarta Selatan  Cerah Berawan  Cerah Berawan   Cerah
 Jakarta Timur  Cerah Berawan  Cerah Berawan   Cerah
 Jakarta Utara  Cerah Berawan  Cerah Berawan   Cerah
 Kepulauan Seribu  Cerah Berawan  Cerah Berawan   Cerah
 Bekasi  Cerah Berawan  Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Depok  Cerah Berawan  Cerah Berawan  Berawan
Bogor Cerah Berawan Berawan Berawan
 Tangerang  Cerah Berawan  Cerah Berawan  Cerah Berawan

Cuaca Panas Landa Jakarta, Fenomena El Nino Diprediksi Bertahan Hingga Akhir 2023

Jakarta cuaca panas
Pejalan kaki mengenakan payung untuk menghindari panas matahari di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (26/9/2023). (merdeka.com/Imam Buhori)

Masyarakat Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir ini tengah dilanda cuaca panas dan gerah. Adapun melansir dari Merdeka.com Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejumlah wilayah di Jakarta cerah berawan.

Senior Forecaster BMKG Laode Nurdiansyah menyampaikan kepada wartawan pada Rabu (27/9/2023). Dua terakhir ini suhu udara maksimum di Jabodetabek terpantau mencapai suhu 36 hingga 37 derajat Celcius.

“Suhu udara maksimum di wilayah Jabodetabek terpantau mencapai 37-37 derajat Celcius. Kondisi ini merupakan hal yang biasa dan normal terjadi pada periode peralihan musim (pancaroba) seperti saat ini,” ujarnya.

Selain itu ia juga mengungkapkan cuaca panas di Jakarta dipengaruhi oleh beberapa faktor mulai dari sinar matahari yang cukup optimal pada pagi hingga menjelang siang dan siang hari. Adapun faktor lainnya terkait minimnya pertubuhan awan yang bisa mengurangi intensitas sinar matahari langsung ke bumi.

“Kondisi cuaca cerah dengan tingkat pertumbuhan awan yang minim turut memicu optimalnya pemanasan sinar matahari. Seperti diketahui bahwa pertumbuhan awan dapat menghalangi sinar matahari langsung ke permukaan bumi,” pungkasnya.

Saat ini para masyarakat Jakarta juga terpantau mulai menggunakan payung untuk menghindari panasnya terik matahari. Selain itu kondisi El Nino moderat dan IOD positif diprediksi terus bertahan hingga akhir tahun 2023. 


Apa Itu Fenomena El Nino?

Cuaca Panas Melanda DKI Jakarta
Prakiraan cuaca Jakarta hari ini, Jumat (14/4/2023), akan cerah dengan suhu udara sangat panas. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Melansir laman resmi BMKG, El Nino adalah fenomena pemanasan suhu muka laut di atas kondisi normalnya. Fenomena El Nino tersebut terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah.

Jika suhu muka laut terus meningkat, maka meningkat pula potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah. Dampaknya, curah hujan akan semakin berkurang khususnya di wilayah Indonesia.  

Sederhananya, El Nino merupakan fenomena yang memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum. Fenomena ini berpengaruh kuat terhadap iklim yang ada di Indonesia.

El Nino memberikan dampak serius terhadap kehidupan masyarakat. Dikutip dari laman jurnal "El Nino, La Nina dan Dampaknya terhadap Kehidupan di Indonesia" karya Sani Safitri, El Nino adalah peristiwa penyimpangan suhu yang terjadi karena pemanasan global dan terganggunya keseimbangan iklim.

Pada saat-saat tertentu, air laut yang panas dari perairan Indonesia bergerak ke arah timur. Kemudian air laut yang panas akan menyusuri garis khatulistiwa (garis khayal yang membagi dua bumi) sampai ke pantai barat Amerika Selatan.

Bersamaan dengan itu, air laut panas dari pantai Amerika Tengah bergerak ke arah Selatan sampai pantai Per-Equador. Kemudian, terjadilah pertemuan antara air laut panas dari Indonesia dengan air laut panas dari Amerika Tengah.

Pertemuan itu mengumpulkan massa air laut panas dalam jumlah yang besar di daerah yang luas. Permukaan air laut yang panas itu kemudian menularkan panas ke udara yang berada di atasnya.

Oleh karena itu, angin yang berembus dari menuju ke Indonesia hanya membawa sedikit uap air akibat penularan panas tadi. Volume uap air hanya sedikit yang terbawa ke Indonesia maka terjadilah musim kemarau yang panjang.

Infografis Penjelasan Cuaca Panas Melanda Wilayah Indonesia. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Penjelasan Cuaca Panas Melanda Wilayah Indonesia. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya