Liputan6.com, Jakarta Intip tren busana di berbagai negara, mulai dari Timur Tengah hingga Asia Tenggara, bahkan Afrika, setiap negara memiliki kekhasan tersendiri dalam merayakan Idulfitri dengan busana yang unik dan mencerminkan budaya setempat.
Advertisement
Baca Juga
Advertisement
Perayaan Idulfitri identik dengan mengenakan pakaian baru, sebagai simbol kemenangan dan kesucian. Namun, pilihan busana Lebaran tak hanya soal mengikuti tren, tetapi juga kenyamanan dan kesesuaian dengan nilai-nilai budaya dan agama.
Dari kain yang digunakan hingga detail desain, setiap busana menyimpan cerita dan makna tersendiri. Mulai dari abaya elegan di Arab Saudi hingga baju koko dan kebaya di Indonesia, setiap negara memiliki ciri khas busana Lebaran.
Bahkan di negara-negara Afrika, seperti Ghana dan Kenya, kita bisa menemukan jubah panjang berwarna-warni dan songkok yang menambah semarak perayaan Idulfitri.
Mari kita telusuri lebih dalam ragam busana Lebaran di seluruh dunia, yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (26/3/2025).
Busana Lebaran di Timur Tengah: Elegansi Abaya dan Thobe
Di Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, wanita sering mengenakan abaya, jubah panjang yang biasanya berwarna gelap dan terkadang dihiasi sulaman atau payet. Sementara pria umumnya mengenakan thobe, jubah panjang dengan berbagai pilihan warna. Kesederhanaan dan keanggunan menjadi ciri khas busana Lebaran di wilayah ini.
Warna-warna gelap pada abaya melambangkan kesopanan dan keanggunan. Sementara thobe dengan warna-warna cerah menunjukkan kegembiraan menyambut hari kemenangan. Kombinasi keduanya menciptakan harmoni yang indah dalam perayaan Idulfitri di Timur Tengah.
Detail sulaman atau payet pada abaya menunjukkan kemewahan dan keistimewaan hari raya. Hal ini menunjukkan perhatian khusus dalam memilih busana untuk momen spesial tersebut.
Advertisement
Pakistan dan India: Perpaduan Tradisional dan Modern
Di Pakistan, wanita sering mengenakan lehenga, rok panjang yang dipadukan dengan atasan berlengan panjang dan syal, atau shalwar kameez. Pria mungkin mengenakan kurta, kemeja panjang tradisional. Perpaduan warna dan detail bordir menambah keindahan busana Lebaran di Pakistan.
India juga memiliki kekayaan busana Lebaran. Saree, kain panjang yang dililitkan ke tubuh, merupakan pilihan populer bagi wanita. Desainnya bervariasi, seringkali dihiasi dengan renda, payet, dan glitter untuk acara spesial seperti Lebaran. Keindahan saree mencerminkan kegembiraan dan kemewahan perayaan Idulfitri.
Baik di Pakistan maupun India, busana Lebaran merupakan perpaduan antara tradisi dan modernitas. Desain tradisional tetap dipertahankan, namun sentuhan modern juga ditambahkan untuk menciptakan tampilan yang lebih segar dan menarik.
Asia Tenggara: Baju Melayu dan Baju Kurung
Di Malaysia dan Brunei, Baju Melayu untuk pria dan Baju Kurung untuk wanita menjadi pilihan populer. Kedua pakaian ini melambangkan kesucian dan perayaan kemenangan. Potongan yang sederhana namun elegan membuat busana ini tetap relevan hingga saat ini.
Baju Melayu dan Baju Kurung seringkali dibuat dari kain berkualitas tinggi dengan detail sulaman yang indah. Kesederhanaan dan keanggunan busana ini mencerminkan nilai-nilai budaya dan agama yang dianut.
Warna-warna cerah dan motif-motif tradisional seringkali menghiasi Baju Melayu dan Baju Kurung, menambah semarak perayaan Idulfitri di Malaysia dan Brunei. Busana ini juga seringkali dipadukan dengan aksesoris seperti songkok dan selendang.
Advertisement
Indonesia: Kekayaan Ragam Busana
Indonesia, dengan keragaman budayanya, memiliki beragam pilihan busana Lebaran. Baju koko untuk pria dan berbagai jenis kebaya untuk wanita menjadi pilihan populer. Namun, pilihan busana sangat beragam, mencerminkan kekayaan budaya di Indonesia.
Dari kebaya encim hingga kebaya modern, setiap model memiliki keindahan dan keunikan tersendiri. Begitu pula dengan baju koko, yang kini hadir dengan berbagai model dan detail yang modern.
Tren busana Lebaran di Indonesia juga dipengaruhi oleh tren fashion terkini. Namun, nilai-nilai budaya dan agama tetap menjadi pertimbangan utama dalam memilih busana Lebaran.
Afrika, Tiongkok, dan Filipina: Adaptasi Budaya
Di beberapa negara Afrika, seperti Ghana dan Kenya, pria sering mengenakan jubah panjang berwarna-warni dan songkok. Gaya busana di negara-negara Afrika ini beragam dan dipengaruhi oleh budaya lokal.
Wanita Muslim di Tiongkok dan Filipina sering mengenakan hijab dan jubah panjang, yang mencerminkan adaptasi budaya Islam dengan tradisi lokal. Hal ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai agama dapat berpadu dengan budaya setempat.
Di Maroko, kaftan menjadi pilihan yang elegan dan mewah. Jubah panjang yang longgar dan seringkali terbuat dari kain berkilauan ini menambah keanggunan perayaan Idulfitri.
Di Kosovo, anak-anak Muslim sering mengenakan rompi hitam bersulam benang emas dan dasi kupu-kupu untuk sholat Idul Fitri. Tradisi ini menunjukkan betapa pentingnya perayaan Idulfitri bagi masyarakat Kosovo.
Advertisement
