Kolaborasi 3 Kemendikdasmen, Kemenaker dan BP2MI Tingkatkan Kompetensi Pendidik hingga Lulusan SMK

Kemendikdasmen berkolaborasi Kemenaker, dan Kementerian PMI/BP2MI guna meningkatkan kompetensi pendidik maupun lulusan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

oleh Devira Prastiwi Diperbarui 26 Mar 2025, 17:30 WIB
Diterbitkan 26 Mar 2025, 17:30 WIB
UNBK SMK 2019
Guru mengawasi yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 50 Jakarta, Senin (25/3). Sebanyak 69.407 siswa dari 578 SMK di DKI Jakarta mengikuti UNBK yang diselenggarakan pada 25-28 Maret 2019. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkolaborasi bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kementerian PMI/BP2MI) guna meningkatkan kompetensi pendidik maupun lulusan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin, kolaborasi di antara ketiga kementerian tersebut sebagai bagian dari upaya untuk merespon kebutuhan lulusan SMK yang berkualitas global.

"Kerja sama ini merupakan bentuk sinergi yang penting, yang diharapkan memberikan dampak besar dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, khususnya untuk merespon kebutuhan tenaga yang berkualitas global," ujar Dirjen Vokasi dan PKPLK Kemendikdasmen Tatang dalam kegiatan penandatanganan Naskah Kesepahaman (MoU) dan Kerja Sama Kemendikdasmen dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI, melansir Antara, Selasa (26/3/2025).

Dia menjelaskan, kolaborasi tiga kementerian yaitu Kemendikdasmen, Kemenaker, dan Kementerian PMI/BP2MI menargetkan peningkatan kompetensi lulusan SMK dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja baik di dalam maupun luar negeri.

"Ksepakatan tersebut mencakup pemetaan potensi calon pekerja, peningkatan kompetensi, standardisasi, dan pembinaan untuk memastikan kualitas lulusan," ucap Tatang.

 

Promosi 1

Adanya Permasalahan Serius

UNBK SMK 2019
Sejumlah siswa kelas XII mengerjakan soal Bahasa Indonesia saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 50 Jakarta, Senin (25/3). Kemendikbud mengatur UNBK tingkat SMK dilaksanakan serentak dalam empat hari mulai 25 sampai 28 Maret 2019. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)... Selengkapnya

Pasalnya, Tatang menyebut, adanya permasalahan serius di sektor ketenagakerjaan Indonesia karena dari total 7,5 juta pengangguran di Indonesia dengan sekitar 3 juta orang merupakan lulusan SMA dan SMK, sementara 2,5 juta orang lainnya adalah lulusan SMP.

"Angka itu mengindikasikan adanya kesenjangan antara sistem pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja," terang dia.

Sementara itu, data BP2MI menunjukkan terdapat sekitar 5,2 juta Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di luar negeri, dengan 57,3 persen bekerja di sektor informal dan 70 persen diantaranya adalah perempuan dengan pendidikan rata-rata SD-SMP.

Melalui kerja sama tersebut, pemerintah berencana memetakan potensi calon pekerja migran dari SMK dan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan kompetensi mereka sesuai kebutuhan pasar kerja global dan memfasilitasi penempatan serta pendampingan hingga mereka kembali ke Tanah Air.

Infografis Deretan Negara Berikan Makan Siang Gratis di Sekolah. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)
Infografis Deretan Negara Berikan Makan Siang Gratis di Sekolah. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya