Liputan6.com, Jakarta- Beredar informasi di media sosial tentang dana bantuan untuk Tenaga Kerja IndonesiaĀ (TKI) dengan nominal fantastis, mulai dari Rp 175 juta hingga Rp 1,5 miliar. Informasi ini muncul dari berbagai sumber tak resmi dan meminta data pribadi sebagai syarat pencairan dana. Setelah ditelusuri informasi tersebut ternyata hanya hoaks.
Beberapa klaim yang beredar dan telah dibantah kebenarannya meliputi bantuan Rp 175 juta dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Rp 200 juta dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan Rp 1,5 miliar dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Advertisement
Modus operandi penipuan ini biasanya meminta data pribadi para TKI melalui kontak tidak resmi, dengan iming-iming pencairan dana bantuan yang besar. Kejadian ini telah terjadi berulang kali, setidaknya sejak tahun 2022, dan kembali muncul hingga awal tahun 2024 dan Januari 2025.
Advertisement
Pemerintah Indonesia, melalui Kemenkes dan BP2MI, telah secara tegas membantah memberikan bantuan dengan nominal sebesar itu kepada TKI. Tidak ada pengumuman resmi atau informasi valid yang mendukung klaim-klaim tersebut. Video yang beredar pun, dalam beberapa kasus, telah dimanipulasi menggunakan teknologi deepfakeĀ untuk meyakinkan para korban.
Ikuti Aktivasi cover lagu "Ruang Gema" Liputan6.com di Instagram dan campaign Cek Fakta #LawanRuangGema di TikTok dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
Klik link terkait untuk ikutan dan informasi selengkapnya:
Kemenkes Bagikan Bantuan Rp 175 Juta Bagi Pekerja Migran
Klaim bantuan Rp 175Ā juta dari Kemenkes muncul pada awal tahun 2024. Kemenkes RI secara resmi telah membantah memberikan bantuan tersebut. Tidak ada pengumuman resmi atau informasi valid yang mendukung klaim ini. Modus penipuan biasanya meminta pelaporan data diri melalui kontak yang tidak resmi.
Jangan mudah tergiur dengan iming-iming uang besar. Selalu waspada dan verifikasi kebenaran informasi sebelum memberikan data pribadi Anda.
Ingat, pihak resmi pemerintah tidak akan pernah meminta data pribadi Anda melalui jalur tidak resmi.
Advertisement
Klaim Bantuan Rp 200 Juta dari P2MI: Deepfake dan Penipuan
Pada Januari 2025, beredar klaim bantuan Rp 200 juta dari P2MI. Klaim ini menggunakan video deepfake yang menampilkan Kepala P2MI. P2MI telah membantah keras klaim ini. Tidak ada informasi resmi yang mendukungnya.
Teknologi deepfake semakin canggih dan dapat membuat video yang sangat meyakinkan. Jangan langsung percaya pada video yang beredar di media sosial tanpa verifikasi.
BP2MI menghimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mengecek kebenaran informasi melalui saluran resmi.
BP2MI Salurkan Bantuan Rp 1,5 Miliar Bagi Pekerja Migran Indonesia
Klaim BP2MI menyalurkan bantuan Rp1,5 miliar bagi pekerja migran Indonesia beredar di media sosial.Ā Informasi itu menampilkan video Kepala BP2MI periode 2020-2024, Benny Rhamdani.
Dalam video itu, Benny menyampaikan akan memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp1,5 miliar.
Setelah ditelusuriĀ kabar tentang BP2MI menyalurkan bantuan Rp1,5 miliar bagi pekerja migran Indonesia ternyata tidak benar alias hoaks. Faktanya, BP2MI menyebut bahwa video tersebut adalah hoaks yang dibuat menggunakan teknologi AI dan diduga merupakan modus penipuan. BP2MI tidak pernah memberikan uang seperti yang ditampilkan dalam video tersebut.
Ingat, hindari memberikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.
Selalu verifikasi informasi melalui sumber resmi sebelum mengambil tindakan.
Ā
Advertisement
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.
