Informasi Pribadi
Nama LengkapUmbu Wulang Landu Paranggi
Tempat & Tanggal LahirKananggar, Sumba Timur, (10 Agustus 1943)
Tempat & Tanggal MeninggalSanur, (6 April 2021)
KebangsaanIndonesia
PendidikanSMA BOPKRI Yogyakarta, Sarjana Sosiatri Universitas Gajah Mada, Sarjana Hukum Janabrada Yogyakarta
PekerjaanSastrawan

Profil

Sosok Umbu Landu Paranggi merupakan salah satu tokoh besar dunia sastra Indonesia. Pria berjuluk Presiden Malioboro ini bahkan menjadi tonggak di balik lahirnya sederet seniman dan sastrawan terkemuka.

Umbu sendiri memiliki nama lengkap Umbu Wulang Landu Paranggi. Lahir di Kananggar, Paberiwai, Sumba Timur, pada 10 Agustus 1943.

Ia adalah seorang ningrat di Sumba. Meski seorang putra mahkota, Umbu Landu Paranggi memilih menjadi seorang masyarakat biasa. Setelah menyelesaikan Sekolah Rakyat dan Sekolah Menengah Pertama di Sumba, ia pun memilih bersekolah di Taman Siswa Yogyakarta.

Umbu kemudian melanjutkan studi ke Fakultas Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta hingga 1965. Lulus dari UGM, Umbu Landu Paranggi menganggur total dan menikmati gaya hidup bohemian. Tidak lama menganggur, ia menjadi redaktur mingguan Pelopor Yogya. Media cetak yang segera naik tirasnya itu karena Umbu menampilkan pawai puisi dalam satu halaman tiap kali terbit.

Di Pelopor Yogya, Umbu juga membagi dua ruang untuk mewadahi para penyair dan sastrawan. Mereka yang masuk kategori pemula masuk dalam ruang Persada Studi Klub (PSK), sedangkan yang karyanya sudah teruji masuk dalam ruang Sabana. PSK ini, di kemudian hari dikenal sebagai salah satu komunitas sastra yang sangat mempengaruhi perjalanan sastrawan-sastrawan besar di Indonesia.

Umbu mulai menulis ketika duduk di SMP. Karyanya pertama kali dimuat dalam majalah Mimbar Indonesia pada 1960. Sejak saat itu, Umbu terus berusaha terus meningkatkan diri sehingga puisinya akhirnya menembus Ruang Budaya pada 1962. Selanjutnya, sajak-sajaknya dimuat dalam majalah Mimbar Indonesia, Gajah Mada, Basis, Gema Mahasiswa, Mahasiswa Indonesia, Gelanggang, dan Pelopor Yogya.

Karya-karya Umbu Landu Paranggi semakin dikenal oleh anak-anak muda di Yogyakarta. Ia pun akhirnya membentuk komunitas penyair Malioboro sekitar 1970-an hingga mendapat julukan Presiden Penyair Malioboro.

Komunitas ini menjadi rumah bahkan telah membuahkan banyak sastrawan ternama seperti Iman Budhi Santoso, Linus Suryadi A.G., Ragil Suwarno Pragolapati, hingga Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun.

Tinggal di Bali

Pada 1975, Umbu Landu Paranggi meninggalkan Yogyakarta dan kemudian bermukim di Denpasar, Bali. Hari tuanya pun dihabiskan di Bali, sembari mengasuh rubrik Pos Remaja dan ruang kebudayaan Pos Budaya di Bali Post.

Sama halnya saat di Yogya, di Denpasar Umu melanjutkan dedikasinya dalam dunia apresiasi puisi, khususnya dalam penggodokan calon-calon penyair. Murid-muridnya di Bali yang namanya sempat mencuat dalam khazanah sastra nasional antara lain adalah Nyoman Tusthi Eddy dan Raka Kusuma.

Kabar Meninggal

Kabar duka datang dari Bali. Penyairnya penyair, Umbu Landu Paranggi meninggal dunia, Selasa, 6 April 2021. Umbu mentornya para penyair besar Tanah Air, meninggal dunia di RS Bali Mandara, Denpasar, sekitar pukul 03.55 WIB.

Kawan penyair, Wayan Jengki Sunarta, mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut. Umbu, penyair yang berumah pada kata-kata itu, bahkan sempat dirawat di rumah sakit sejak Sabtu, 3 April 2021.

Sempat tersiar kabar bahwa Umbu meninggal akibat Covid-19. Namun, penyair Warih Wisatsana meluruskan informasi tersebut. Umbu diketahui meninggal karena gagal ginjal.