Liputan6.com, Jakarta - Jordi Cruyff, yang merupakan putra dari legenda sepak bola Belanda Johan Cruyff, baru saja ditunjuk oleh PSSI sebagai penasihat teknis Tim Nasional Indonesia, Selasa (25/2/2025). Penunjukan ini menjadi sorotan banyak pihak, mengingat rekam jejaknya yang cemerlang di dunia sepak bola.
Karier sepak bola Jordi dimulai di Ajax Amsterdam, di mana ia berlatih dari tahun 1981 hingga 1988. Setelah itu, ia melanjutkan ke tim junior Barcelona dari tahun 1988 hingga 1992.
Debut profesionalnya terjadi pada tahun 1992 bersama Barcelona B. Tidak lama setelah itu, ia bergabung dengan tim senior Barcelona dan mencetak debutnya di La Liga pada tahun 1994.
Advertisement
Pada tahun 1996, Jordi Cruyff pindah ke Manchester United (MU), di mana ia meraih kesuksesan dengan memenangkan gelar Liga Inggris pada musim 1996/1997. Selama di MU, ia juga sempat dipinjamkan ke Celta Vigo.Â
Setelah meninggalkan MU, Jordi melanjutkan kariernya dengan bermain di beberapa klub lain, termasuk Alaves, Espanyol, dan Metalurh Donetsk, sebelum akhirnya pensiun di Valletta pada tahun 2009/2010.Â
Di Valletta, ia tidak hanya sebagai pemain, tetapi juga menjabat sebagai asisten pelatih di musim terakhirnya.
Prestasi dan Pengalaman yang Mengesankan
Selama kariernya sebagai pemain, Jordi Cruyff berhasil meraih beberapa prestasi gemilang. Ia memenangkan Piala Super Spanyol bersama Barcelona pada tahun 1994 dan gelar Liga Inggris bersama MU pada musim 1996/1997. Prestasi ini menunjukkan bahwa ia bukan hanya sekadar nama besar, tetapi juga seorang pemain yang mampu berkontribusi pada timnya.
Setelah pensiun dari dunia bermain, Jordi tidak jauh-jauh dari sepak bola. Ia menjabat sebagai direktur olahraga di AEK Larnaca sebelum akhirnya bergabung dengan Maccabi Tel Aviv di Israel dari tahun 2012 hingga 2018. Di sana, ia bahkan sempat menjadi pelatih caretaker.Â
Advertisement
