Jangan Sampai Salah Kostum Upacara Hari Santri 2022, Apakah Sarung Wajib?

Kementerian Agama telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Santri 2022, yang antara lain menyebutkan bahwa peserta pria harus memakai sarung

oleh Nanik Ratnawati diperbarui 08 Agu 2023, 15:54 WIB
Diterbitkan 21 Okt 2022, 14:30 WIB
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi
Upacara Peringatan Hari Santri Nasional

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Agama telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Santri 2022, yang antara lain menyebutkan bahwa peserta pria harus memakai sarung dan peci selama upacara.

"Peserta upacara menggunakan sarung, atasan putih, berpeci hitam, bagi laki-laki, dan untuk perempuan dapat menyesuaikan," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar Ali di Jakarta, Rabu, dikutip Antara.

Sejak Presiden Joko Widodo menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri pada 2015, upacara bendera dilaksanakan untuk memperingati Hari Santri.

Tahun ini, upacara Hari Santri akan dilaksanakan secara serentak pada 22 Oktober 2022.

Upacara bendera untuk memperingati Hari Santri di antaranya akan dilaksanakan di halaman Kantor Kementerian Agama di Jakarta.

 

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Saksikan Video Pilihan Ini:


Berlaku Menyeluruh

Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi pembina upacara peringatan hari santri tingkat Jabar di lapangan Gasibu Bandung, Jumat (22/10/2021). (Foto: Biro Adpim Jabar)

Kementerian Agama menerbitkan surat edaran mengenai pelaksanaan upacara Hari Santri pada 22 Oktober 2022.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada pejabat eselon I dan II pusat, pemimpin perguruan tinggi keagamaan Islam, kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi, kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, kepala unit pelaksana teknis, kepala madrasah, kepala kantor urusan agama kecamatan, dan pegawai Kementerian Agama.

Kepala Kantor Kementerian Agama di provinsi dan kabupaten/kota diminta menyampaikan surat edaran tersebut kepada pemimpin pesantren dan lembaga pendidikan Islam di wilayah masing-masing.

Nizar mengatakan bahwa protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19 akan dijalankan dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Santri 2022, yang mengangkat tema "Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan".

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya