Liputan6.com, Jakarta - Sebelum terjadinya penembakan Kepala Detasemen Markas Polda Metro Jaya AKBP Pamudji yang diduga dilakukan Anggota Korps Musik Brigadir Susanto, pihak Polri sangat rutin lakukan evaluasi pemberian ijin senajata api.
Selain itu, Polri juga mengklaim pemeriksaan kepemilikan senjata api terus dilakukan secara masif seperti penertiban, sebagai penegakan disiplin kepada anggotanya.
"Seluruh atasan itu punya tanggung jawab itu, tidak usah ada ini (kasus penembakan) juga harus dilakukan," Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (21/3/2014).
Badrodin berujar, Kasatwil sudah melakukan evaluasi secara berkala dengan anggota Provost. Tak hanya soal senpi, Badrodin juga mengatakan masalah kehadiran, dokumen pribadi, juga menjadi bagian yang dilakukan penertiban.
"Kemudian masalah yang berkaitan dengan pembawaan senjata api itu juga bagian dari penertiban. Bahkan saya katakan, tidak usah ada kejadian ini pun juga sudah dilakukan," ujar dia.
Namun, Mantan Kabaharkam Mabes Polri ini mengaku belum mengetahui apakah kasus penembakan Pamudji lantaran kelemahan psikologis dari tersangka Brigadir Susanto.
"Kan belum tentu. Apakah kalau lulus tes psikologi tidak akan melakukan itu? Kan belum tentu juga. Jadi banyak faktornya yang mempengaruhi," ucap Badrodin.
"Kan kita harus lihat permasalahan di keluarga bagaimana, di tempat tugasnya bagaimana, di lingkungan dia bagaimana, nah itu kan bagian untuk memberikan faktor-faktor lain. Ikut mempengaruhi," sambung dia.
Dia menjelaskan, sudah ada mekanisme untuk memeriksa anggota polri. Makanya, kata dia, Provost setiap berapa minggu sekali itu ada penertiban. "misalnya KTA-nya (kartu Tangda Anggota) sudah mati, diambil. Atau kartu senjatanya sudah abis, ya diambil senjatanya. Harus ulang," tandas Badrodin.
Wakapolri Klaim Anggotanya Kerap Lakukan Evaluasi Senpi
Sebelum terjadinya penembakan AKBP Pamudji, Polri klaim pemeriksaan kepemilikan senjata api terus dilakukan secara masif.
Diperbarui 21 Mar 2014, 22:08 WIBDiterbitkan 21 Mar 2014, 22:08 WIB
Usai ditembaknya AKBP Pamudji oleh bawahanya sendiri, Polisi ramai-ramai memeriksa senjata api.... Selengkapnya
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
EnamPlus
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Polisi Ungkap Rekaman CCTV terkait Kasus Tewasnya Wartawan di Hotel Jakbar
Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni Padat, Polda Lampung Terapkan Delay System
Tidak Sholat tapi Ngaku Salah, Apakah Itu Baik? Hal Tak Terduga Diungkap Gus Baha
Hasil Liga Inggris: Manchester United vs Manchester City Berakhir Tanpa Pemenang
Skenario Timnas Indonesia Lolos ke Babak Gugur Piala Asia U-17 2025 Plus Rebut Tiket Piala Dunia U-17 2025: Wajib Penuhi 2 Syarat
Fakta-Fakta Kasus Tewasnya Wartawan di Hotel Jakbar
Cerita Riko dan Rizal Gowes 300 Km Mudik Lebaran, dari Serang Menyeberang ke Lampung
Arus Balik Lebaran, KAI Commuter Tambah 2 Perjalanan Malam Jalur Bandara Soetta
Kabar 2 Pengunjung Asal Bandung yang Tenggelam di Pantai Selatan Garut
PB PORDI Gelar Turnamen Domino Makassar 2025, Menuju Panggung Dunia
Asam Lambung dan Anxiety, Kaitan Tak Terduga yang Perlu Anda Ketahui
Isyarat Hadis Nabi tentang Kemajuan Teknologi dan E-Commerce Zaman Sekarang, Simak UAH