Kronologi Pembunuhan Pemilik Ruko di Jaktim yang Jasadnya Dicor

Peristiwa pembunuhan pemilik ruko di Pulogabung, Jakarta Timur bermula ketika korban memergoki sejumlah kuli bangunan di proyek miliknya mogok kerja.

oleh Tim News Diperbarui 27 Feb 2025, 16:20 WIB
Diterbitkan 27 Feb 2025, 16:20 WIB
Ilustrasi garis polisi. (Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta)
Ilustrasi garis polisi. (Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Polres Metro Jakarta Timur (Polres Jaktim) mengungkap kasus penemuan mayat dalam kondisi sudah dicor di dalam ruko di kawasan Pulogadung, Jaktim. Korban atas nama inisial JS (69) sempat dinyatakan hilang sejak 16 Februari 2025.

"Tanggal 26 Februari 2025 kami dari Polres Metro Jakarta Timur Sat Reskrim telah mengungkap kasus pembunuhan dan atau penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, Kamis (27/2/2025).

Nicolas pun mengungkapkan kronologi pembunuhan sadis tersebut. Kasus ini bermula pada 16 Februari 2025 ketika korban mendatangi sebuah proyek miliknya. Sesampainya di lokasi, ia mendapati karyawannya yang melakukan mogok kerja, sehingga membuat korban marah.

Di saat itu pula, terduga pelaku berada di Tempat Kejadian Perkara (TPK) dalam rangka menjaga proyek. "Selanjutnya, korban mengajak terduga pelaku untuk bersama-sama ke polres untuk melapor karena indikasinya ada pencurian peralatan proyek di sini oleh para karyawan," ujarnya.

"Selanjutnya, para terduga pelaku menolak untuk pergi melapor di polisi bersama dengan korban, bahkan terduga pelaku meminta gajinya, jadi terduga pelaku meminta gaji sebesar Rp900 ribu," sambungnya.

Namun, karena korban emosi kemudian menampar dan memukul terduga pelaku.

"Akhirnya terduga pelaku menangkis dan mendorong, sehingga korban jatuh dan selanjutnya di situlah terduga pelaku sudah naik pitam terhadap korban dan terjadilah pembunuhan dan atau penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia," ungkapnya.

"Korban berinisial JS pemilik proyek ini dan keluarganya berada di luar negeri, dan korban juga sudah menikah di Jakarta dan tinggal bersama istri keduanya yang ada di Jakarta," tambahnya.

 

Pelaku Panik dan Kubur Korban dengan Cor

Sedangkan terduga pelaku berinisial ZA sudah menikah dan keluarganya tinggal di Papua. Sehingga, dia seorang diri di Jakarta dalam mencari pekerjaan.

"Setelah korban dipukul dan ditimpa batu di bagian kepala, dan akhirnya sudah meninggal, dan tanggal 18 terduga pelaku memastikan bahwa korban sudah meninggal," ucapnya.

Karena panik, akhirnya terduga pelaku langsung menyeret korban dan ditaruh di saluran air dan kemudian ditutup dengan semen dan batu bata yang ada di lokasi.

"Jadi tanggal 18 dan 24 itu ada laporan kepada kami dari istri korban yang menyatakan suaminya hilang jejak, tidak ada komunikasi sama sekali dengan suaminya, di situlah Penyidik Polres Metro Jakarta Timur berupaya mengungkap kasus tersebut," paparnya.

"Dan kebetulan memang sebagian harta korban berupa uang sudah diambil oleh terduga pelaku transfer ke rekeningnya juga, nanti di situlah pengungkapan. Hp korban masih dipegang oleh terduga pelaku. Dari situlah pengungkapan kasus ini dari hp korban yang dibawa oleh terduga pelaku dan juga ada transferan," sambungnya.

Lalu, uang korban yang berada di ATM turut diambil oleh terduga pelaku. Selain itu, untuk membuka cor tersebut pihaknya berkerja sama dengan Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Laboratorium Forensik (Labfor).

"Kami dari Polres Jakarta Timur bekerjasama dengan Damkar dan Labfor, kami akan membuka yang seakan bentuknya seperti kuburan. Jadi korban ini ditutup dengan semen korban ini, dan kami akan membongkar itu dan kami akan lakukan autopsi di RS Polri," pungkasnya.

 

Reporter: Nur Habibie

Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya