Liputan6.com, Jakarta - Asma, penyakit peradangan kronis pada saluran napas memang tak bisa disembuhkan sepenuhnya. Namun, penderita asma bisa mengendalikan gejalanya dengan pengobatan dan manajemen yang tepat.
Siapa pun bisa terkena asma, kapan saja, di mana saja. Mengapa asma terjadi? Karena peradangan dan penyempitan saluran napas yang disebabkan oleh berbagai pemicu. Bagaimana mengatasinya? Dengan kombinasi pengobatan dan perubahan gaya hidup. Apa yang harus dilakukan? Segera konsultasi dokter untuk diagnosis dan rencana pengobatan yang tepat, karena pengobatan bervariasi tergantung keparahan dan jenis asma.
Baca Juga
Pengobatan asma bertujuan untuk mengontrol peradangan dan mencegah serangan. Tidak ada cara untuk menyembuhkan asma dengan cepat, tetapi penanganan yang tepat dapat mengurangi frekuensi dan keparahan serangan. Oleh karena itu, penting untuk memahami berbagai metode pengelolaan asma dan selalu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang personal dan efektif.
Advertisement
Pengobatan Medis untuk Asma
Pengobatan medis merupakan pilar utama dalam pengelolaan asma. Terdapat dua jenis utama obat asma, yakni obat pereda dan obat pengendali. Obat pereda, seperti inhaler salbutamol (Ventolin), bekerja cepat untuk meredakan gejala serangan asma seperti sesak napas dan mengi. Ini adalah pertolongan pertama yang penting saat serangan terjadi.
Namun begitu, penggunaannya harus sesuai petunjuk dokter. Sementara itu, obat pengendali, seperti kortikosteroid inhalasi (misalnya, Pulmicort), digunakan setiap hari untuk mengurangi peradangan di saluran napas dan mencegah serangan asma. Obat ini tidak bekerja cepat, tetapi penting untuk mengontrol penyakit jangka panjang.
Selain itu, dokter mungkin meresepkan obat lain, seperti bronkodilator kerja lama, anti-muskarinik, atau obat anti-inflamasi lainnya, tergantung pada kebutuhan individu. Pemilihan obat dan dosisnya akan disesuaikan dengan kondisi dan riwayat kesehatan pasien. Jangan pernah mengubah dosis atau menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Penting untuk selalu membawa inhaler pereda dan menggunakannya sesuai petunjuk dokter. Ketahui bagaimana cara menggunakan inhaler dengan benar untuk memastikan obat sampai ke saluran napas dengan efektif. Jika Anda mengalami kesulitan menggunakan inhaler, mintalah bantuan dokter atau perawat untuk mengajarkan teknik yang tepat.
Advertisement
Langkah-langkah Non-Medis untuk Mengelola Asma
Selain pengobatan medis, langkah-langkah non-medis juga berperan penting dalam mengelola asma. Identifikasi dan hindari pemicu asma seperti alergen (debu, bulu hewan, serbuk sari), asap rokok, polusi udara, udara dingin, dan stres. Menghindari pemicu dapat secara signifikan mengurangi frekuensi serangan asma.
Teknik pernapasan yang diajarkan oleh terapis pernapasan dapat membantu mengontrol pernapasan dan meredakan gejala. Latihan pernapasan ini membantu mengoptimalkan penggunaan oksigen dan mengurangi sesak napas. Olahraga teratur, seperti berenang, juga dapat meningkatkan fungsi paru-paru dan kebugaran fisik secara keseluruhan. Namun, penting untuk memilih olahraga yang sesuai dan menghindari olahraga yang terlalu berat saat serangan asma.
Menjaga gaya hidup sehat dengan makan makanan bergizi, cukup istirahat, dan mengelola stres juga sangat penting. Nutrisi yang baik mendukung sistem kekebalan tubuh, sementara istirahat yang cukup membantu tubuh memulihkan diri. Manajemen stres dapat mengurangi dampak stres pada saluran napas.
Vaksinasi influenza dan pneumonia dapat membantu mencegah infeksi pernapasan yang dapat memperburuk asma. Vaksinasi ini melindungi tubuh dari infeksi yang dapat memicu atau memperparah serangan asma.
Pertolongan Pertama Saat Serangan Asma
Jika terjadi serangan asma, duduk tegak, tarik napas dalam-dalam dan perlahan, tetap tenang, dan gunakan inhaler pereda sesuai petunjuk. Jika gejala tidak membaik atau memburuk, segera cari pertolongan medis. Kecepatan penanganan saat serangan sangat penting untuk mencegah komplikasi.
Jangan pernah mengabaikan gejala serangan asma. Segera hubungi dokter atau layanan medis darurat jika gejala memburuk atau tidak membaik setelah menggunakan inhaler pereda. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai meliputi sesak napas yang semakin parah, mengi yang semakin keras, dan kesulitan berbicara.
Advertisement
Pengobatan Alami untuk Asma
Beberapa orang percaya bahwa pengobatan alami seperti jahe, bawang putih, atau madu dapat membantu meredakan gejala asma ringan. Namun, pengobatan alami ini tidak boleh menggantikan pengobatan medis yang diresepkan oleh dokter. Konsultasikan dengan dokter sebelum mencoba pengobatan alami, terutama jika Anda sudah menggunakan obat-obatan lain.
Asma merupakan kondisi kronis yang memerlukan manajemen yang berkelanjutan. Kombinasi pengobatan medis, langkah-langkah non-medis, dan konsultasi rutin dengan dokter sangat penting untuk mengontrol gejala dan mencegah serangan. Jangan pernah mencoba mengobati asma sendiri. Selalu konsultasikan dengan dokter atau profesional kesehatan untuk mendapatkan diagnosis dan rencana perawatan yang tepat.
