Jadi Penentu Awal Puasa Ramadhan, Apa Itu Hilal yang Harus Dilihat Tiap Tahunnya?

Apa sebenarnya hilal yang menjadi penentu awal puasa Ramadhan?

oleh Sulung Lahitani diperbarui 22 Mar 2023, 17:10 WIB
Diterbitkan 21 Mar 2023, 18:05 WIB
Jadi Penentu Awal Puasa Ramadhan, Apa Itu Hilal yang Harus Dilihat Tiap Tahunnya?
Jadi Penentu Awal Puasa Ramadhan, Apa Itu Hilal yang Harus Dilihat Tiap Tahunnya. (Antara Foto)

Liputan6.com, Jakarta Setiap tahunnya, pemerintah bersama beberapa organisasi masyarakat akan mengamati hilal untuk menentukan kapan awal puasa Ramadhan serta 1 Syawal.

Pengamatan hilal tersebut biasa dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag), BMKG, ilmuwan, organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah dan lainnya, bahkan masyarakat akan beramai-ramai melihat ketampakan hilal.

Pada prinsipnya, pemerintah lewat sidang isbat yang dipimpin oleh Kemenag akan mempertimbangkan pendekatan hisab dan rukyatul hilal dalam menentukan awal Ramadhan.

Pendekatan rukyat adalah aktivitas pengamatan visibilitas hilal atau bulan sabit saat Matahari terbenam menjelang awal bulan di Kalender Hijriah. Sementara pendekatan hisab adalah cara memperkirakan posisi bulan dan matahari terhadap Bumi dengan proses perhitungan astronomis.

Apa Itu Hilal?

Di sisi lain, hilal sendiri merupakan bulan sabit tertipis yang berkedudukan rendah di atas cakrawala langit barat dan sudah diamati tepat selepas terbenam matahari. Sedangkan menurut EarthSky.org, hilal adalah Bulan sabit yang bisa kita lihat pertama kali tepat setelah fase Bulan baru. Dengan begitu, hilal adalah Bulan sabit yang sangat tipis karena masih sangat muda usianya, sekitar 12 jam setelah fase Bulan baru.

Alasan utama kenapa kita wajib mengamati hilal adalah, karena hilal merupakan penanda bahwa awal bulan baru dalam kalender Hijriah sudah dimulai. Bila hilal belum terlihat, maka belum berganti bulan dalam penanggalan Hijriah.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


Kriteria Hilal

Tim Hisab Rukyat Jakarta Memantau Hilal Satu Ramadan
Tim hisab rukyat Kanwil Kemenag DKI Jakarta memantau hilal 1 Ramadan 1440 H menggunakan teleskop dari atap Gedung Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Minggu (5/5/2019). Pemantauan hilal dilakukan di 102 titik Rukyatul Hilal dari 34 provinsi di Indonesia denga motode rukyat. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Meski demikian, tidak sembarang bulan sabit tipis dapat disebut hilal. Bulan sabit tipis baru dapat disebut hilal bila bisa diamati saat Matahari terbenam untuk menghitung ketinggiannya. Dengan begitu, terlihatnya Bulan sabit tipis di siang hari bukan berarti adalah hilal.

Hal ini dikarenakan Bulan sabit tipis di pagi atau siang hari bukan selalu fase Bulan sabit muda, namun bisa juga masih merupakan Bulan sabit tua.

Waktu untuk Melihat Hilal

Rentang waktu untuk melihat hilal juga tidak sembarangan karena hanya amat sebentar. Biasanya, usia hilal yang biasa diamati para astronom masih kurang dari 12 jam dan ketinggiannya masih di bawah 6 derajat dari cakrawala.

Dengan ketinggian seperti itu, hilal akan terbenam kurang lebih sekitar 24 menit setelah Matahari terbenam. Apabila hilal teramati, maka itu menandakan malamnya sudah masuk awal dari bulan baru.


Tentukan Awal Puasa Ramadhan, Kemenag Gelar Pemantauan Hilal di 124 Lokasi Besok

Memantau Hilal dari Menara  Al- Husna Semarang
Tim gabungan Rukyah dan Hilal Semarang melihat bulan di Menara  Al- Husna,  Komplek MAJT Semarang, Minggu (5/5/2019). Sejumlah ahli falak hadir untuk menentukan satu ramadan yang kemudian dilaporkan ke Kementerian Agama. (Liputan6.com/Gholib)

Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar pemantauan hilal di 124 titik lokasi untuk menentukan awal puasa Ramadhan pada Rabu 22 Maret 2023. 

"Hasil rukyatul hilal yang dilakukan ini selanjutnya dilaporkan sebagai bahan pertimbangan Sidang Isbat Awal Ramadhan 1444 H," ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag  Kamaruddin Amin, di Jakarta, Selasa (21/3/2023), dikutip dari Antara.

Kemenag mengatakan Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat (penetapan) 1 Ramadhan 1444 H pada Rabu, 22 Maret 2023. Sidang akan dilaksanakan secara luring di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, dan akan didahului seminar pemaparan posisi hilal yang disampaikan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.

Kamaruddin menjelaskan sidang isbat mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis (hisab) dan hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan hilal.

Secara hisab, kata Kamaruddin, semua sistem sepakat bahwa ijtimak menjelang Ramadhan jatuh pada Rabu, 22 Maret 2023 atau bertepatan dengan 29 Syakban 1443 H sekitar pukul 00.23 WIB.

Menurutnya, secara hisab posisi hilal di Indonesia saat sidang isbat awal Ramadhan 1444 H, sudah memenuhi kriteria baru yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Pada Rabu, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk, berkisar antara 6 derajat 46,2 menit sampai dengan 8 derajat 43,2 menit, dengan sudut elongasi antara 7,93 derajat sampai dengan 9,54 derajat.


Doa Melihat Hilal Ramadhan yang Dianjurkan Rasulullah, Mudah Diamalkan

Pemantauan Hilal Ramadan 1438 H
Petugas melakukan pemantauan hilal di atap gedung Kanwil Kementrian Agama, Jakarta Timur, Jumat (26/5). Pemantauan tersebut untuk menentukan jatuhnya bulan Ramadan 1438 H yang nantinya akan di putuskan melalui sidang Isbat. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Membaca doa melihat hilal Ramadhan merupakan doa menyambut bulan Ramadhan sesuai sunnah. Artinya, amalan ini dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Sehingga setiap umat Muslim, bisa ikut mengamalkannya.

Doa melihat hilal Ramadhan memiliki lafaz yang pendek, sehingga mudah untuk dibaca dan diamalkan. Ketika melihat hilal, Anda juga bisa melantunkan dzikir. Oleh karena itu, Anda patut mengikuti doa-doa yang dibacakan Nabi Muhammad SAW dalam menyambut bulan Ramadhan ini.

Berikut Liputan6.com ulas mengenai doa melihat hilal Ramadhan sesuai sunnah yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu (18/3/2023).

Berikut ini terdapat doa jelang Ramadhan sesuai sunnah, yakni:

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ

Arab Latin: Allahu akbar, Allahumma ahillahu 'alaina bil amni wal imaani, wassalaamati wal islaami, wattaufiii limaa tukhibbu wa tardha, rabbunaa wa rabbukallahu.

Artnya: Allahu akbar, ya Allah jadikanlah hilal itu bagi kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan islam, dan membawa taufiq yang membimbing kami menuju apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhan kamu (wahai bulan), adalah Allah.” (HR. Ahmad).

Infografis Aman Berpuasa Saat Pandemi Covid-19
Infografis Aman Berpuasa Saat Pandemi Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya