Liputan6.com, Jakarta - Gangguan saraf sering kali datang tanpa peringatan, tapi tubuh Anda sebenarnya sudah memberikan tanda-tanda sebelumnya. Kondisi ini, yang dipicu oleh stres atau kecemasan berlebihan, bisa membuat seseorang merasa kewalahan dan kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.
Meskipun istilah "gangguan saraf" tidak termasuk dalam kategori penyakit medis, kondisi ini bisa menjadi petunjuk bahwa masalah emosional yang lebih dalam perlu segera ditangani.
Sebagai peringatan dari tubuh, gangguan saraf adalah cara pikiran dan fisik kita memberi tahu bahwa kita sudah mencapai batas.
Advertisement
Oleh karena itu, ketahui beberapa tanda fisik yang bisa muncul pada tubuh sebelum Anda mengalami gangguan emosional, seperti melansir dari Yourtango, Jumat (24/1/2025).
1. Detak Jantung Tidak Teratur
Detak jantung yang cepat dan tidak teratur adalah gejala fisik yang paling umum terjadi sebelum gangguan emosional.
Ketika Anda merasa cemas atau stres, jantung bisa berdebar kencang, bahkan terkadang membuat Anda kesulitan bernapas. Kondisi ini bisa memperburuk kecemasan dan semakin sulit untuk menenangkan diri.
2. Sakit Kepala
Sakit kepala akibat stres bisa sangat mengganggu, terutama jika disertai dengan ketegangan otot di sekitar leher dan pundak. Ketika tubuh Anda merespons tekanan emosional, otot-otot bisa tegang dan menyebabkan sakit kepala yang parah.
Jika Anda sering merasa postur tubuh Anda membungkuk atau tidak tegak, ini bisa jadi tanda bahwa stres mulai memengaruhi tubuhmu. Menjaga postur tubuh yang baik dan beristirahatlah sejenak untuk meredakan ketegangan ini.
3. Tidur Tidak Teratur
Kualitas tidur yang buruk sering menjadi tanda stres atau kecemasan yang meningkat. Kurang tidur dapat berdampak besar pada kesehatan tubuh dan mental.
Menurut ahli tidur Matthew Walker, tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan, dengan rekomendasi minimal 8 jam tidur per malam.
Stres yang berlebihan bisa menyebabkan insomnia, membuat Anda terjaga sepanjang malam atau bangun terlalu pagi tanpa merasa segar. Kondisi ini bisa menurunkan daya tahan tubuh dan memperburuk masalah emosional.
4. Kesulitan Berkonsentrasi
Saat stres atau kecemasan melanda, otak Anda bisa merasa sangat terbebani. Pikiran yang terus-menerus terfokus pada banyak hal sekaligus dapat membuatmu kesulitan berkonsentrasi pada satu tugas tertentu.
Stres yang berlangsung lama bahkan dapat mengganggu kemampuan otak untuk menyimpan memori dan membuat Anda merasa seperti otak Anda “macet.”
Advertisement
5. Sakit Perut
Kesehatan mental dan pencernaan saling terkait erat. Ketika Anda merasa stres atau cemas, sistem pencernaan Anda pun bisa terganggu, yang sering kali menyebabkan sakit perut atau masalah pencernaan lainnya.
Sindrom iritasi usus besar (IBS) misalnya, sering kali dipicu oleh tingkat stres yang tinggi. Jika Anda merasa perut Anda sering sakit tanpa sebab jelas, bisa jadi itu adalah reaksi tubuh terhadap tekanan emosional yang Anda alami.
6. Kecemasan Berlebihan
Kecemasan yang berlebihan adalah tanda klasik dari gangguan emosional. Perasaan takut atau cemas yang datang secara kronis dapat membuatmu merasa lumpuh secara emosional.
Fobia dan kecemasan bisa membuat Anda terjebak dalam pikiran yang negatif, sehingga sulit untuk melihat sisi positif atau bergerak maju.
Meskipun pengobatan medis seperti obat resep dapat membantu, banyak individu menemukan manfaat dari pendekatan alami seperti yoga atau olahraga untuk mengatasi kecemasan.
"Gangguan saraf kemungkinan besar terjadi saat seseorang mengalami stres berat, ada perubahan hidup signifikan yang tidak dapat disesuaikan oleh seseorang, tantangan yang belum dinegosiasikan, atau tuntutan yang sangat tinggi yang telah menjadi beban emosional dan fisik bagi seseorang," jelas Dr. Tarra Bates-Duford, seorang psikolog berlisensi,
Gangguan saraf biasanya terjadi ketika seseorang menghadapi tekanan emosional yang luar biasa, seperti perubahan hidup besar, tuntutan pekerjaan yang tidak bisa dipenuhi, atau masalah pribadi yang belum terselesaikan.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan fisik dan mental sangat penting. Olahraga, misalnya, telah terbukti meningkatkan suasana hati dan memperbaiki konsentrasi, yang bisa membantu mencegah gangguan emosional lebih lanjut.
Advertisement
