Cara Sholat Tarawih di Rumah: Panduan Lengkap untuk Ibadah Ramadhan

Pelajari cara sholat tarawih di rumah dengan panduan lengkap ini. Temukan niat, tata cara, jumlah rakaat, dan doa untuk ibadah Ramadhan Anda.

oleh Tyas Titi Kinapti Diperbarui 28 Feb 2025, 15:05 WIB
Diterbitkan 28 Feb 2025, 15:05 WIB
cara sholat tarawih dirumah
cara sholat tarawih dirumah ©Ilustrasi dibuat Stable Diffusion... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Bulan suci Ramadhan telah tiba, membawa bersamanya berbagai amalan ibadah yang istimewa. Salah satu ibadah yang menjadi ciri khas Ramadhan adalah sholat tarawih. Meski umumnya dilaksanakan berjamaah di masjid, ada kalanya kita perlu melaksanakan sholat tarawih di rumah. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang cara sholat tarawih di rumah, mulai dari niat, tata cara, hingga doa-doa yang dibaca.

Promosi 1

Pengertian dan Keutamaan Sholat Tarawih

Sholat tarawih merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan khusus pada malam-malam bulan Ramadhan. Kata "tarawih" berasal dari bahasa Arab yang berarti "istirahat", karena pada mulanya, para sahabat Nabi melaksanakan sholat ini dengan diselingi istirahat setiap empat rakaat.

Keutamaan sholat tarawih sangatlah besar. Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang melakukan ibadah (salat tarawih) di bulan Ramadan hanya karena iman dan mengharapkan ridha dari Allah, maka baginya diampuni dosa-dosanya yang telah lewat." (HR Muslim)

Meski demikian, penting untuk diingat bahwa sholat tarawih bukanlah kewajiban, melainkan sunnah muakkad (sangat dianjurkan). Tidak ada dosa bagi yang meninggalkannya, namun pahala yang besar menanti mereka yang melaksanakannya dengan penuh keikhlasan.

Hukum dan Waktu Pelaksanaan Sholat Tarawih

Para ulama sepakat bahwa hukum sholat tarawih adalah sunnah muakkad. Ini berarti bahwa melaksanakannya sangat dianjurkan, namun tidak berdosa jika ditinggalkan. Syekh Wahbah Zuhaili dalam kitabnya "al-Fiqhul Islami wa Adillatuh" menegaskan bahwa hukum tarawih adalah sunnah kifayah.

Waktu pelaksanaan sholat tarawih dimulai setelah sholat Isya hingga terbit fajar. Namun, mayoritas umat Muslim melaksanakannya segera setelah sholat Isya. Tidak ada batasan waktu yang ketat, sehingga memungkinkan fleksibilitas bagi mereka yang memiliki kesibukan di malam hari.

Meski lebih utama dilaksanakan berjamaah di masjid, sholat tarawih tetap sah jika dilakukan sendiri di rumah. Hal ini didasarkan pada praktik Rasulullah SAW yang pernah melaksanakan sholat tarawih di rumah, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits:

"Dari 'Aisyah Ummil Mu'minin radliyallahu 'anha, sesungguhnya Rasulullah pada suatu malam salat di masjid, lalu banyak orang salat mengikuti beliau. Pada hari ketiga atau keempat, jamaah sudah berkumpul (menunggu Nabi) tapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam justru tidak keluar menemui mereka. Pagi harinya beliau bersabda, 'Sungguh aku lihat apa yang kalian perbuat tadi malam. Tapi aku tidak datang ke masjid karena aku takut sekali bila salat ini diwajibkan pada kalian.' Sayyidah 'Aisyah berkata, 'Hal itu terjadi pada bulan Ramadan'." (HR Bukhari dan Muslim)

Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai jumlah rakaat sholat tarawih. Namun, secara umum ada dua pendapat yang paling populer di kalangan umat Muslim Indonesia:

  1. 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir, sehingga total menjadi 11 rakaat.
  2. 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir, sehingga total menjadi 23 rakaat.

Kedua pendapat ini memiliki dasar dan argumentasi masing-masing. Yang terpenting adalah konsistensi dalam melaksanakannya dan kekhusyukan dalam beribadah.

Untuk pelaksanaan 8 rakaat, biasanya dilakukan dengan cara empat kali salam, yaitu setiap dua rakaat diakhiri dengan salam. Sedangkan untuk 20 rakaat, dilaksanakan dengan sepuluh kali salam, juga setiap dua rakaat.

Penting untuk diingat bahwa jumlah rakaat bukanlah inti dari ibadah ini. Yang lebih utama adalah kekhusyukan dan konsistensi dalam melaksanakannya sepanjang bulan Ramadhan.

Niat Sholat Tarawih

Niat merupakan salah satu rukun sholat yang sangat penting. Dalam konteks sholat tarawih, niat berfungsi untuk membedakannya dari sholat sunnah lainnya. Berikut adalah lafaz niat sholat tarawih:

Untuk sholat tarawih sendiri:

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat taraawiihi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Saya niat sholat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala"

Jika melaksanakan sholat tarawih berjamaah sebagai makmum:

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat taraawiihi rak'ataini ma'muuman mustaqbilal qiblati lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Saya niat sholat sunnah tarawih dua rakaat sebagai makmum menghadap kiblat karena Allah Ta'ala"

Perlu diingat bahwa niat cukup diucapkan dalam hati, tidak perlu dilafalkan dengan keras. Yang terpenting adalah kehadiran niat tersebut dalam hati ketika memulai sholat.

Tata Cara Sholat Tarawih di Rumah

Melaksanakan sholat tarawih di rumah pada dasarnya sama dengan melaksanakan sholat sunnah lainnya. Berikut adalah langkah-langkah detail untuk melaksanakan sholat tarawih di rumah:

  1. Pastikan anda dalam keadaan suci dari hadats kecil dan besar. Jika belum, maka berwudhulah terlebih dahulu.
  2. Gunakan pakaian yang bersih dan menutup aurat.
  3. Carilah tempat yang bersih dan tenang di rumah anda untuk melaksanakan sholat.
  4. Menghadap kiblat.
  5. Niatkan dalam hati untuk melaksanakan sholat tarawih.
  6. Lakukan takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan sejajar telinga sambil mengucapkan "Allahu Akbar".
  7. Letakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan letakkan keduanya di atas dada.
  8. Bacalah doa iftitah.
  9. Bacalah surat Al-Fatihah.
  10. Bacalah surat atau ayat Al-Quran lainnya.
  11. Lakukan rukuk dengan membungkukkan badan, kedua tangan memegang lutut, dan ucapkan "Subhana rabbiyal 'azhimi wa bihamdihi" sebanyak 3 kali atau lebih.
  12. Bangkit dari rukuk (i'tidal) sambil mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah", lalu ketika sudah berdiri tegak ucapkan "Rabbana wa lakal hamdu".
  13. Lakukan sujud pertama sambil mengucapkan "Subhana rabbiyal a'la wa bihamdihi" sebanyak 3 kali atau lebih.
  14. Duduk di antara dua sujud sambil membaca doa "Rabbighfirli warhamni wajburni warfa'ni warzuqni wahdini wa 'afini wa'fu 'anni".
  15. Lakukan sujud kedua seperti sujud pertama.
  16. Bangkit untuk melakukan rakaat kedua dan ulangi langkah 9-15.
  17. Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduklah untuk tasyahud akhir.
  18. Bacalah shalawat.
  19. Ucapkan salam ke kanan dan ke kiri.

Ulangi proses ini sesuai dengan jumlah rakaat yang anda niatkan, baik itu 8 rakaat atau 20 rakaat. Setiap dua rakaat diakhiri dengan salam.

Bacaan dan Surat yang Dibaca dalam Sholat Tarawih

Dalam sholat tarawih, tidak ada ketentuan khusus mengenai surat atau ayat yang harus dibaca setelah Al-Fatihah. Namun, ada beberapa surat yang sering dibaca dalam sholat tarawih, terutama jika dilaksanakan di masjid. Berikut adalah beberapa surat yang bisa anda baca:

  • Surat-surat pendek dari Juz 'Amma (Juz 30), seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Al-'Asr, dll.
  • Surat Yasin
  • Surat Al-Mulk
  • Surat Ar-Rahman
  • Surat Al-Waqiah

Jika anda melaksanakan sholat tarawih di rumah, anda memiliki kebebasan untuk memilih surat atau ayat yang ingin anda baca. Yang terpenting adalah anda mampu membacanya dengan baik dan benar.

Beberapa ulama juga menganjurkan untuk membaca surat-surat tertentu pada malam-malam tertentu di bulan Ramadhan. Misalnya:

  • Malam pertama sampai pertengahan Ramadhan:
    • Rakaat pertama: At-Takatsur, Al-'Asr, Al-Humazah, Al-Fil, Quraisy, Al-Ma'un, Al-Kautsar, Al-Kafirun, An-Nasr, Al-Lahab (secara berurutan setiap dua rakaat)
    • Rakaat kedua: Al-Ikhlas
  • Malam pertengahan sampai akhir Ramadhan:
    • Rakaat pertama: Al-Qadr
    • Rakaat kedua: At-Takatsur, Al-'Asr, Al-Humazah, Al-Fil, Quraisy, Al-Ma'un, Al-Kautsar, Al-Kafirun, An-Nasr, Al-Lahab (secara berurutan setiap dua rakaat)

Namun, ini hanyalah anjuran dan bukan kewajiban. Anda tetap bisa membaca surat atau ayat lain sesuai dengan kemampuan dan keinginan anda.

Doa Setelah Sholat Tarawih

Setelah menyelesaikan sholat tarawih, dianjurkan untuk membaca doa. Salah satu doa yang sering dibaca adalah Doa Kamilin. Berikut adalah bacaan Doa Kamilin beserta artinya:

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ وَفِي الْآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ وَبِحُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ وَمِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولٰئِكَ رَفِيْقًا ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفٰى بِاللهِ عَلِيْمًا اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِيْ هٰذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allāhumma-j'alnā bil-īmāni kāmilīna, wa lil-farā'iḍi mu'addīna, wa liṣ-ṣalāti ḥāfiẓīna, wa liz-zakāti fā'ilīna, wa limā 'indaka ṭālibīna, wa li'afwika rājīna, wa bil-hudā mutamassikīna, wa 'anil-laghwi mu'riḍīna, wa fid-dunyā zāhidīna, wa fil-ākhirati rāghibīna, wa bil-qaḍā'i rāḍīna, wa lin-na'mā'i syākirīna, wa 'alal-balā'i ṣābirīna, wa taḥta liwā'i muḥammadin ṣallallāhu 'alaihi wa sallama yaumal-qiyāmati sā'irīna, wa 'alal-ḥauḍi wāridīna, wa ilal-jannati dākhilīna, wa minan-nāri nājīna, wa 'alā sarīril-karāmati qā'idīna, wa bi ḥūrin 'īnin mutazawwijīna, wa min sundusin wa istabraqin wa dībājin mutalabbisīna, wa min ṭa'āmil-jannati ākilīna, wa min labanin wa 'asalin muṣaffan syāribīna, bi akwābin wa abārīqa wa ka'sin min ma'īnin, ma'al-lażīna an'amta 'alaihim minan-nabiyyīna waṣ-ṣiddīqīna wasy-syuhadā'i waṣ-ṣāliḥīna wa ḥasuna ulā'ika rafīqan, żālikal-faḍlu minallāhi wa kafā billāhi 'alīman. Allāhumma-j'alnā fī hāżihil-lailatisy-syahrisy-syarīfil-mubārakati minas-su'adā'il-maqbūlīna, wa lā taj'alnā minal-asyqiyā'il-mardūdīna, wa ṣallallāhu 'alā sayyidinā muḥammadin wa ālihi wa ṣaḥbihi ajma'īna, biraḥmatika yā arḥamar-rāḥimīna wal-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīna.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."

Sholat Witir Setelah Tarawih

Setelah menyelesaikan sholat tarawih, dianjurkan untuk melaksanakan sholat witir. Sholat witir adalah sholat sunnah yang dilakukan dengan jumlah rakaat ganjil, minimal satu rakaat dan maksimal sebelas rakaat.

Niat sholat witir:

أُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri rak'atan lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat sholat sunnah witir satu rakaat karena Allah Ta'ala"

Tata cara sholat witir pada dasarnya sama dengan sholat sunnah lainnya. Jika melaksanakan tiga rakaat, bisa dilakukan dengan dua cara:

  1. Dua rakaat salam, kemudian satu rakaat salam.
  2. Tiga rakaat sekaligus dengan satu salam di akhir.

Setelah sholat witir, dianjurkan untuk membaca doa:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai maaf, maka maafkanlah aku"

Keutamaan Melaksanakan Sholat Tarawih di Rumah

Meskipun sholat tarawih berjamaah di masjid memiliki keutamaan tersendiri, melaksanakan sholat tarawih di rumah juga memiliki beberapa kelebihan:

  1. Fleksibilitas waktu: Anda dapat menyesuaikan waktu pelaksanaan sholat tarawih dengan jadwal dan kesibukan Anda.
  2. Kenyamanan: Bagi sebagian orang, sholat di rumah memberikan kenyamanan dan ketenangan tersendiri.
  3. Kesempatan untuk mengajak keluarga: Sholat tarawih di rumah bisa menjadi momen untuk mengajak anggota keluarga beribadah bersama.
  4. Menghindari riya': Melaksanakan ibadah di rumah dapat membantu menghindari riya' atau pamer dalam beribadah.
  5. Lebih fokus: Tanpa gangguan dari lingkungan sekitar, Anda mungkin bisa lebih fokus dalam sholat.

Namun, perlu diingat bahwa sholat tarawih berjamaah di masjid tetap memiliki keutamaan tersendiri, terutama dalam mempererat ukhuwah Islamiyah dan menghidupkan masjid.

Tips Melaksanakan Sholat Tarawih di Rumah

Berikut beberapa tips untuk memaksimalkan ibadah sholat tarawih di rumah:

  1. Siapkan tempat yang bersih dan nyaman untuk sholat.
  2. Atur waktu yang tepat agar tidak terganggu oleh aktivitas lain.
  3. Ajak anggota keluarga untuk sholat bersama jika memungkinkan.
  4. Persiapkan Al-Quran atau aplikasi Al-Quran digital untuk memudahkan bacaan surat.
  5. Jaga konsistensi dalam melaksanakan sholat tarawih sepanjang bulan Ramadhan.
  6. Fokus pada kekhusyukan, bukan pada kecepatan atau jumlah rakaat.
  7. Setelah sholat, luangkan waktu untuk berdoa dan berdzikir.
  8. Manfaatkan waktu setelah sholat tarawih untuk membaca Al-Quran atau mendengarkan ceramah agama.

Dengan mengikuti tips-tips ini, diharapkan ibadah sholat tarawih di rumah dapat menjadi lebih bermakna dan membawa keberkahan bagi diri sendiri dan keluarga.

Kesimpulan

Sholat tarawih merupakan salah satu ibadah istimewa di bulan Ramadhan yang membawa banyak keutamaan. Meskipun lebih utama dilaksanakan berjamaah di masjid, melaksanakan sholat tarawih di rumah tetap sah dan memiliki nilai ibadah yang sama. Yang terpenting adalah niat yang ikhlas dan kekhusyukan dalam melaksanakannya.

Dengan memahami tata cara sholat tarawih di rumah, mulai dari niat, jumlah rakaat, bacaan, hingga doa-doa yang dibaca, diharapkan umat Muslim dapat memaksimalkan ibadah mereka selama bulan Ramadhan, baik di masjid maupun di rumah. Semoga panduan ini bermanfaat dan dapat membantu meningkatkan kualitas ibadah kita di bulan yang penuh berkah ini. Ramadhan Kareem!

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

Live Streaming

Powered by

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya