Tata Cara Shalat Tarawih 11 Rakaat, Lengkap dengan Niat, Dzikir, dan Keutamaannya

Pelajari tata cara shalat tarawih 11 rakaat lengkap dengan bacaan niat, doa, dan keutamaannya. Panduan praktis ibadah Ramadhan yang bermanfaat.

oleh Tyas Titi Kinapti Diperbarui 28 Feb 2025, 19:19 WIB
Diterbitkan 28 Feb 2025, 19:19 WIB
tata cara shalat tarawih 11 rakaat
tata cara shalat tarawih 11 rakaat ©Ilustrasi dibuat Stable Diffusion... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Shalat tarawih merupakan salah satu ibadah istimewa yang dilaksanakan umat Muslim selama bulan Ramadhan. Ibadah ini termasuk shalat sunnah yang memiliki banyak keutamaan dan pahala. Meski demikian, terdapat beberapa variasi dalam pelaksanaannya, termasuk jumlah rakaat yang dikerjakan. Salah satu yang populer adalah shalat tarawih 11 rakaat. Mari kita bahas secara mendalam mengenai tata cara, bacaan, dan keutamaan shalat tarawih 11 rakaat ini.

Promosi 1

Pengertian dan Keutamaan Shalat Tarawih

Shalat tarawih adalah ibadah shalat sunnah yang khusus dilaksanakan pada malam hari di bulan Ramadhan. Kata "tarawih" berasal dari bahasa Arab yang berarti "istirahat", karena pada mulanya shalat ini dilakukan dengan jeda istirahat setiap empat rakaat. Pelaksanaan shalat tarawih dimulai setelah shalat Isya dan berakhir menjelang waktu subuh.

Keutamaan shalat tarawih sangatlah besar. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari:

"Barangsiapa yang melaksanakan shalat (tarawih) pada malam bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni."

Hadits ini menunjukkan bahwa shalat tarawih bukan hanya sebagai ibadah biasa, tetapi juga menjadi sarana pengampunan dosa bagi yang melaksanakannya dengan penuh keimanan dan keikhlasan. Selain itu, shalat tarawih juga menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT di bulan yang penuh berkah ini.

Perbedaan Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

Meskipun shalat tarawih telah menjadi tradisi yang mengakar dalam masyarakat Muslim, terdapat perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaatnya. Sebagian umat Islam melaksanakan shalat tarawih sebanyak 23 rakaat (20 rakaat tarawih ditambah 3 rakaat witir), sementara sebagian lainnya menjalankan 11 rakaat (8 rakaat tarawih ditambah 3 rakaat witir).

Perbedaan ini bukan merupakan hal yang perlu dipermasalahkan, karena keduanya memiliki dasar dan argumentasi masing-masing. Yang terpenting adalah niat dan kekhusyukan dalam menjalankannya. Dalam artikel ini, kita akan fokus membahas tata cara shalat tarawih 11 rakaat yang banyak diamalkan oleh sebagian umat Islam, khususnya di kalangan Muhammadiyah.

Dalil Shalat Tarawih 11 Rakaat

Pelaksanaan shalat tarawih 11 rakaat didasarkan pada beberapa hadits yang menjelaskan praktik Rasulullah SAW. Salah satu hadits yang paling sering dijadikan rujukan adalah riwayat dari Aisyah ra yang menyatakan:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: مَا كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً

Dari Aisyah ra, ia berkata: "Rasulullah SAW tidak pernah menambah (jumlah rakaat) dalam bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan lebih dari sebelas rakaat." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjadi landasan utama bagi mereka yang melaksanakan shalat tarawih 11 rakaat. Selain itu, terdapat pula riwayat dari Jabir bin Abdullah ra yang menyebutkan:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ ثَمَانَ رَكَعَاتٍ وَالْوِتْرَ

Dari Jabir bin Abdullah ra berkata: "Rasulullah SAW pernah shalat bersama kami di bulan Ramadhan delapan rakaat dan witir." (HR. Ibnu Khuzaimah)

Kedua hadits ini menjadi dasar kuat bagi pelaksanaan shalat tarawih 11 rakaat, yang terdiri dari 8 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir. Meski demikian, perlu diingat bahwa perbedaan jumlah rakaat ini bukanlah hal yang perlu diperdebatkan, karena yang terpenting adalah esensi dari ibadah itu sendiri.

Formasi Shalat Tarawih 11 Rakaat

Dalam pelaksanaan shalat tarawih 11 rakaat, terdapat beberapa variasi formasi yang dapat dilakukan. Berikut adalah tiga formasi yang umum digunakan:

  1. Formasi 4-4-3: Shalat tarawih dilakukan dengan 4 rakaat sekali salam sebanyak dua kali, kemudian ditutup dengan 3 rakaat witir.
  2. Formasi 2-2-2-2-2-1: Shalat tarawih dilaksanakan dengan 2 rakaat sekali salam sebanyak lima kali, lalu ditutup dengan 1 rakaat witir.
  3. Formasi 2-2-2-2-3: Shalat tarawih dikerjakan dengan 2 rakaat sekali salam sebanyak empat kali, kemudian diakhiri dengan 3 rakaat witir.

Ketiga formasi ini sama-sama valid dan memiliki dasar dari praktik Rasulullah SAW. Pilihan formasi dapat disesuaikan dengan kebiasaan atau kenyamanan masing-masing individu atau jamaah.

Bacaan Niat Shalat Tarawih

Sebelum memulai shalat tarawih, penting untuk mengucapkan niat di dalam hati. Berikut adalah beberapa variasi bacaan niat shalat tarawih sesuai dengan posisi dan jumlah rakaat:

1. Niat Shalat Tarawih 4 Rakaat (untuk formasi 4-4-3)

a. Niat sebagai Imam:أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَىUshalli sunnatat tarawihi arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta'aalaaArtinya: "Aku berniat shalat sunnah tarawih empat rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala."

b. Niat sebagai Makmum:أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَىUshalli sunnatat tarawihi arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati ma'muuman lillaahi ta'aalaaArtinya: "Aku berniat shalat sunnah tarawih empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

c. Niat Shalat Sendiri (Munfarid):أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَىUshalli sunnatat tarawihi arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati lillaahi ta'aalaaArtinya: "Aku berniat shalat sunnah tarawih empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."

2. Niat Shalat Tarawih 2 Rakaat (untuk formasi 2-2-2-2-2-1 atau 2-2-2-2-3)

a. Niat sebagai Imam:أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَىUshalli sunnatat tarawihi rak'ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta'aalaaArtinya: "Aku berniat shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala."

b. Niat sebagai Makmum:أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَىUshalli sunnatat tarawihi rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'muuman lillaahi ta'aalaaArtinya: "Aku berniat shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

c. Niat Shalat Sendiri (Munfarid):أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَىUshalli sunnatat tarawihi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta'aalaaArtinya: "Aku berniat shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Shalat Tarawih 11 Rakaat

Berikut adalah panduan lengkap tata cara shalat tarawih 11 rakaat dengan formasi 4-4-3:

1. Shalat Tarawih 8 Rakaat (4-4)

  1. Berdiri tegak menghadap kiblat dan ucapkan niat dalam hati.
  2. Lakukan takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan "Allahu Akbar".
  3. Letakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada.
  4. Bacalah doa iftitah.
  5. Bacalah surat Al-Fatihah.
  6. Bacalah salah satu surat dari Al-Qur'an.
  7. Lakukan rukuk dengan mengucapkan "Allahu Akbar".
  8. Bangkit dari rukuk (i'tidal) sambil mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah, rabbana lakal hamdu".
  9. Lakukan sujud pertama dengan mengucapkan "Allahu Akbar".
  10. Duduk di antara dua sujud sambil mengucapkan "Allahu Akbar".
  11. Lakukan sujud kedua dengan mengucapkan "Allahu Akbar".
  12. Bangkit ke rakaat kedua sambil mengucapkan "Allahu Akbar".
  13. Ulangi langkah 5-11 untuk rakaat kedua.
  14. Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduklah untuk tasyahud awal.
  15. Bangkit ke rakaat ketiga sambil mengucapkan "Allahu Akbar".
  16. Ulangi langkah 5-11 untuk rakaat ketiga dan keempat.
  17. Setelah sujud kedua pada rakaat keempat, duduklah untuk tasyahud akhir.
  18. Ucapkan salam dengan menoleh ke kanan dan kiri.

Setelah menyelesaikan 4 rakaat pertama, ulangi langkah-langkah di atas untuk 4 rakaat berikutnya.

2. Shalat Witir 3 Rakaat

  1. Berdiri tegak menghadap kiblat dan ucapkan niat shalat witir dalam hati.
  2. Lakukan takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan "Allahu Akbar".
  3. Letakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada.
  4. Bacalah doa iftitah.
  5. Bacalah surat Al-Fatihah.
  6. Bacalah salah satu surat dari Al-Qur'an.
  7. Lakukan rukuk dengan mengucapkan "Allahu Akbar".
  8. Bangkit dari rukuk (i'tidal) sambil mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah, rabbana lakal hamdu".
  9. Lakukan sujud pertama dengan mengucapkan "Allahu Akbar".
  10. Duduk di antara dua sujud sambil mengucapkan "Allahu Akbar".
  11. Lakukan sujud kedua dengan mengucapkan "Allahu Akbar".
  12. Bangkit ke rakaat kedua sambil mengucapkan "Allahu Akbar".
  13. Ulangi langkah 5-11 untuk rakaat kedua.
  14. Bangkit ke rakaat ketiga sambil mengucapkan "Allahu Akbar".
  15. Bacalah surat Al-Fatihah.
  16. Bacalah salah satu surat dari Al-Qur'an.
  17. Angkat tangan untuk melakukan qunut (doa khusus dalam shalat witir).
  18. Setelah qunut, lakukan rukuk dan seterusnya seperti rakaat sebelumnya.
  19. Setelah sujud kedua pada rakaat ketiga, duduklah untuk tasyahud akhir.
  20. Ucapkan salam dengan menoleh ke kanan dan kiri.

Bacaan Doa Qunut dalam Shalat Witir

Dalam shalat witir, dianjurkan untuk membaca doa qunut pada rakaat terakhir setelah membaca surat. Berikut adalah bacaan doa qunut yang sering digunakan:

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، إِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Allahummahdini fiman hadayt, wa 'afini fiman 'afayt, wa tawallani fiman tawallayt, wa barik li fima a'tayt, wa qini syarra ma qadayt, fa innaka taqdi wa la yuqda 'alayk, innahu la yadzillu man walayt, wa la ya'izzu man 'adayt, tabarakta rabbana wa ta'alayt

Artinya: "Ya Allah, tunjukilah aku sebagaimana orang yang telah Engkau tunjuki, berilah kesehatan kepadaku sebagaimana orang yang telah Engkau beri kesehatan, peliharalah aku sebagaimana orang yang telah Engkau pelihara, berikanlah keberkahan kepadaku pada apa yang telah Engkau berikan, dan peliharalah aku dari kejahatan yang telah Engkau tetapkan, sesungguhnya Engkaulah yang menentukan dan tidak ada yang menentukan atas-Mu, sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau bela dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau."

Bacaan Dzikir Setelah Shalat Tarawih dan Witir

Setelah menyelesaikan shalat tarawih dan witir, dianjurkan untuk membaca dzikir dan doa. Salah satu dzikir yang sering dibaca adalah:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

Subhanal malikil quddus

Artinya: "Maha Suci Allah Yang Maha Merajai dan Maha Suci"

Dzikir ini dibaca tiga kali, dengan suara yang agak keras pada bacaan ketiga. Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca:

رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

Rabbil mala-ikati war-ruh

Artinya: "Tuhan para malaikat dan ruh (Jibril)"

Keutamaan Shalat Tarawih

Shalat tarawih memiliki banyak keutamaan dan manfaat bagi umat Muslim. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Pengampunan Dosa: Sebagaimana disebutkan dalam hadits, orang yang melaksanakan shalat tarawih dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
  2. Meningkatkan Ketakwaan: Shalat tarawih menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan kedekatan kepada Allah SWT, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah.
  3. Menghidupkan Malam Ramadhan: Dengan melaksanakan shalat tarawih, kita telah menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan ibadah, sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
  4. Mempererat Ukhuwah: Shalat tarawih berjamaah dapat mempererat tali persaudaraan antar sesama Muslim.
  5. Melatih Kesabaran dan Konsistensi: Melaksanakan shalat tarawih secara rutin selama sebulan penuh melatih kesabaran dan konsistensi dalam beribadah.

Tips Melaksanakan Shalat Tarawih dengan Khusyuk

Agar dapat memaksimalkan ibadah shalat tarawih, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:

  1. Persiapkan Diri: Pastikan tubuh dalam keadaan bersih dan suci. Berwudhu dengan sempurna sebelum shalat.
  2. Pilih Tempat yang Nyaman: Jika shalat di rumah, pilih tempat yang tenang dan bebas dari gangguan.
  3. Fokus pada Bacaan: Konsentrasikan pikiran pada makna bacaan shalat dan ayat-ayat Al-Qur'an yang dibaca.
  4. Jaga Keseimbangan: Jika merasa lelah, tidak ada salahnya untuk beristirahat sejenak atau melanjutkan shalat dalam posisi duduk.
  5. Konsisten: Usahakan untuk konsisten melaksanakan shalat tarawih setiap malam selama Ramadhan.
  6. Pahami Makna: Pelajari dan pahami makna bacaan shalat dan doa-doa yang dibaca agar lebih menghayati ibadah.
  7. Niat yang Ikhlas: Selalu perbaharui niat untuk mencari ridha Allah SWT dalam setiap ibadah yang dilakukan.

Kesimpulan

Shalat tarawih 11 rakaat merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki keutamaan besar di bulan Ramadhan. Dengan memahami tata cara, bacaan, dan keutamaannya, diharapkan kita dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan bermakna. Perbedaan jumlah rakaat bukanlah hal yang perlu diperdebatkan, karena yang terpenting adalah niat dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah. Semoga dengan melaksanakan shalat tarawih, kita dapat meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT di bulan suci Ramadhan ini.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya